
Mbok Sumi dan Mami sedang berada di dalam kamar Mami.
"Mbok, Ryn dan Rasya menikah sudah hampir 2 bulan tapi kenapa belum ada tanda-tanda kalau Ryn hamil ya mbok?" ucap Mami
"Sabar nyonya mungkin belum waktunya" ucap Mbok Sumi sambil memijat tangan Mami.
"Teman-teman saya semua sudah ada yang punya cucu 2 atau 3 sedangkan saya 1 saja belum, saya ingin segera mempunyai cucu mbok" ucap Mami.
"Iya nyonya saya doakan agar non Ryn mengandung secepatnya" ucap mbok Sumi.
"Tapi mbok perasaan saya tidak enak deh, Rasya dan Ryn apa sudah seperti itu ya mbok? " ucap Mami.
"Memang nya kenapa nyonya?" tanya mbok Sumi
"Habis nya Ryn dan Rasya kan tidak pernah menjalin hubungan, mbok tau kan mantannya Rasya, setau saya Rasya hanya punya satu kekasih, tapi saat saya minta dia menikah, dia langsung menikah, apa jangan-jangan mereka?" ucap Mami terpotong
"Sudah Nyonya jangan terlalu di pikirkan, nanti nyonya sakit lagi, toh kita sudah lihat sendiri semalam" ucap Mbok sumi
"Semoga saja saya segera mendapatkan cucu, tapi kalau tidak saya akan mendapatkannya dengan cara saya sendiri" ucap Mami mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Makasud nyonya?" ucap Mbok sumi
"Udah mbok tenang saja, saya tau caranya, yang penting kita akan mendapatkan bayi, agar rumah ini ramai dengan suara bayi" ucap Mami tersenyum.
Sedangkan disisi lain, Ryn terlihat sedang membereskan kamar dia merapihkan beberapa buku yang tercecer. Sampai dia menemukan satu Album tebal.
Ryn membuka halaman Album itu satu persatu, dia menemukan banyak foto Rasya bersama seorang wanita, terlihat dari semua foto kalau Rasya sangat mencintai wanita itu.
"Ternyata pak Rasya bisa romantis juga, wanita ini beruntung sekali" ucap Ryn tersenyum.
"Ada apa dengan hatiku, Tolong jaga hatimu Ryn jika di bandingkan dengan kekasih nya pak Rasya kamu tidak ada apa-apa nya, jangan menyulitkan dirimu sendiri Ryn" ucap Ryn memegangi dadanya.
"Eh... Tapi cewek ini kenapa aku merasa tidak asing yak? Bodoh sekali kamu Ryn dia kan model terkenal, pasti tidak asing lah" ucap Ryn menutup kembali Album foto tersebut dan menyimpan nya.
"Seandainya saja aku bisa memilih, aku juga ingin di cintai, aku juga ingin merasakan kebahagiaan yang nyata, aku tidak ingin menjadi istri pura-pura, mau sampai kapan pun kita bersama tidak akan ada aku di hatinya" ucap Ryn dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Ya Allah kuserahkan hatiku padamu, tapi tolong jangan biarkan aku mencintainya apalagi sampai mengharapkan nya, sebenarnya aku tidak mau menjadi orang ketiga, tapi ini semua Demi nenek dan Rania aku ingin mereka terjamin kehidupan nya" ucap Ryn meneteskan air matanya.
Tiba-tiba telponnya berdering.
__ADS_1
"Rania.." Ryn langsung menghapus air matanya dan mengangkat Video call dari Rania.
"Assalamualaikum" ucap Ryn
"Waalaikummusalam salam, kakak Rania kangen, Rania ganggu kakak engga?" ucap Rania yang sangat gembira dapat melihat wajah kakak nya walaupun hanya dari Video call.
"Tidak Rania, maafkan kakak ya kakak belum bisa menemui kamu dan nenek, tapi kakak usahakan secepatnya untuk menjenguk kalian" ucap Ryn
"Kakak wajah kakak kenapa? kakak sakit ? atau habis menangis?" ucap Rania, Rania memang anak yang PEKA dan sangat perhatian.
"Tidak Ran, kakak tidak apa-apa kok" ucap Ryn
"em.. Yasudah kalau gitu kakak jaga kesehatan ya, jangan cape-cape Rania rindu kakak, bye kak" ucap Rania
"Bye Rania jaga kesehatan juga salam rindu untuk kalian berdua kakak akan segera kesana" ucap Ryn
"Iya kakak, kakak tidak perlu cemaskan kami, kami baik-baik saja Rania tutup yak kak telpon nya Assalamualaikum" ucap Rania memberi salam penutup.
"Waalaikummusalam Rania" ucap Ryn tersenyum.
__ADS_1
"Aku rindu kalian, aku rindu kamu Ran, rindu nenek juga, semoga kita dapat berkumpul kembali ya.." ucap Ryn menangis.
Bersambung.