
Di kediaman Dirga
"Dirga.. Apa-apaan ini, kenapa kamu mabuk-mabukan seperti ini??" ucap Tante Ratih saat membuka kamar Dirga. Terlihat Dirga sedang duduk di pojok jendela dengan beberapa botol minuman.
"Dirga jangan seperti ini, jangan karena wanita itu kamu, menghancurkan masa depan mu sendiri, Harus nya kamu sadar kalau dia tidak baik buat kamu" Ucap tante Ratih memegang tangan Dirga, namun Dirga menepis nya kasar.
"Aarrghhh.... Diem.. Jangan ganggu gue" ucap Dirga karena pengaruh minuman
"Dirga stop jangan diteruskan seperi ini" mengambil botol minuman
"Diam!!! Gue bilang diem bisa gak lo!!!" Bentak Dirga
"Ryn kenapa kamu ninggalin aku, kenapa kamu tega menikah dengan laki-laki lain, kenapa kamu engga mau nunggu aku Ryn!!!" Teriak Dirga
"Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, kamu tunggu aku ya.. Aku akan jemput kamu lagi, kita akan bahagia sama-sama lagi" ucap Dirga memegang kepalanya dan menjambak rambutnya sendiri.
"Dirga sudah nak, maafkan mama, sudah jangan seperti ini, maafkan mama ini memang yang terbaik buat kamu, jangan seperti ini Dirga mama sedih" memeluk anaknya yang sedang depresi.
...----------------...
Sedangkan Ryn dan Rasya sedang berada di meja makan.
"Kamu sudah sehat? Kenapa tidak makan dikamar saja?" Tanya Rasya
"Tidak apa-apa pak, saya disini saja, bapak mau makan apa biar saya ambilkan" ucap Ryn berdiri mengambil piring lalu mengisi lauk dan nasi goreng yang sudah ada di meja makan.
"Cantik" gumam Rasya. sambil terus menatap ke arah Ryn
"Ah.. Apa pak?" Tanya Ryn menoleh ke arah Rasya.
__ADS_1
"Tidak ada" ucap Rasya mengalihkan pandangannya.
"Apanya yang Cantik?" tanya Ryn
"Sedikit, maksud saya nasinya sedikit saja, siapa yang bilang cantik" ucap Rasya.
"Aku salah denger berarti ya.." ucap Ryn
"Iya mungkin" ucap Rasya
"Yaudah ini makanannya pak" mendekatkan piring yang sudah Ryn isi dengan nasi dan lauknya.
"Kamu tidak perlu panggil saya bapak bisa tidak? Saya Risih mendengarnya" ucap Rasya menatap Ryn
"Lalu saya panggil apa?" Tanya Ryn menatap kembali ke arah Rasya
"Panggil saya, seperti sedang bertemu dengan Mami kan bisa" ucap Rasya
"Iya seperti itu lebih baik, yasudah silahkan makan sarapannya" ucap Rasya.
Tanpa menjawab Ryn pun langsung menyuapkan Sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya. dengan lahap, Ryn seperti menemukan kembali nafsu makannya, karena makan dengan lahap, terdapat sebutir nasi di pinggir bibirnya.
"Jangan kamu yang kusut Rasya, tahan pura-pura tidak lihat" Batin Rasya melirik beberapa kali ke arah Ryn, Matanya masih tertuju pada nasi yang menempel di sudut bibir Ryn.
"Kamu seperti tidak makan berbulan-bulan saja" Rasya beranjak dari kursinya, Mengambil Tissu lalu membersihkan nasi yang menempel pada Ryn. tangannya berhenti lama dan mata mereka saling bertemu.
"Ehmm terimakasih Mas" ucap Ryn yang tersadar terlebih dahulu.
"Emm" Gumam Rasya kembali pada meja makannya.
__ADS_1
Lalu mereka kmbali memakan sarapannya. Setelah selesai sarapan, Rasya langsung bersiap dengan memakai Jas nya untuk berangkat ke kantor
"Biar aku bantu rapihkan dasinya mas" ucap Ryn menghampiri Rasya.
Ryn merapihkan Dasi dan baju Rasya yang sedikit berantakan.
"Kalau begini kan tampan" ucap Ryn
"Setiap hari juga saya tampan" ucap Rasya memuji dirinya sendiri.
"Benarkah??" ucap Ryn menyipitkan matanya.
"Kamu saja tidak sadar, yasudah saya mau berangkat ke kantor dulu, Jika tejadi sesuatu kamu hubungi saya saja, Istirahat yang cukup" ucap Rasya pada Ryn
"Baik mas" ucap Ryn
"Mas hati-hati ya kerjanya" mengambil tangan Rasya lalu menempelkannya ke dahi. Rasya yang baru di perlakukan seperti itu merasa terkejut namun ada rasa bahagia di dalam dirinya.
"Iya.. Saya akan hati-hati" ucap Rasya beranjak pergi, Ryn masih menatap Rasya.
"Ekhem... Pak Rasya ganteng ya bu" tanya Siti.
"Iya.." ucap Ryn spontan keluar dari mulutnya.
"Cie.. Cie.. Kayanya sudah mulai ada getaran-getaran cinta ini?" tanya Siti
"Eh.. Kamu.. ih Apaan deh siti, sudahlah aku mau istirahat" ucap Ryn meninggalkan siti
"Sama-sama sudah mulai suka, tapi sama-sam egois" ucap Siti tertawa.
__ADS_1
Bersambung.