
Di rumah sakit. Ryn dan mbok Sumi sudah berada di dalam ruangan dengan Mami.
"Mami, Ryn minta maaf, ini semua karena Ryn, maaf Mi" ucap Ryn menangis menggenggam tangan Mami.
"Sudah non, jangan menangis terus, kasian kandungan nya Non, Nyonya tidak kenapa-kenapa, sebentar lagi juga sadar, lagi pun yang salah bukan Non, Justru Non korbannya disini" ucap mbok Sumi mengusap kedua pundak Ryn.
"Lebih baik sekarang Non pulang dulu saja, Istirahat, biar Nyonya, Mbok yang jagain" ucap Mbok Sumi.
"Ryn masih mau menjaga Mami Mbok, Ryn disini aja" ucap Ryn
"Muka Non sudah Pucat, Kandungan Non juga masih belum stabil kan, jadi Non pulang lah, ada supir di depan, nanti kalau Nyonya sudah sadar, Non boleh kemari lagi" ucap Mbok sumi.
"Baiklah, Ryn titip Mami ya mbok, kalau sudah sadar tolong langsung kabari Ryn" ucap Ryn sambil menatap mbok Sumi dengan mata yang sembab.
"Iya non, mau mbok antar?" tanya mbok sumi.
"Tidak usah Mbok Ryn bisa sendiri" ucap Ryn beranjak berdiri, namun matanya masih terus menatap ke arah Mami yang sedang terbaring lemah.
"Hati-hati ya non" ucap Mbok Sumi, dan Ryn tersenyum menatap mbok Sumi.
Tanpa diduga, ditempat yang sama saat Ryn sedang berjalan keluar dari rumah sakit, tiba-tiba Ryn bertemu Dirga.
"Itukan Ryn" ucap Dirga melihat seorang gadis yang sedang berjalan.
"Ryn... Raina... Tunggu" ucap Dirga berlari mengejar Ryn.
Mendengar namanya di panggil, Ryn menoleh ke asal suara itu, melihat Dirga sedang mengejar nya, Ryn berusaha mempercepat langkahnya.
"Ryn tunggu.." ucap Dirga menggapai tangan Ryn.
"Eh.." menarik kembali tangannya.
"Maaf, Kamu kemana saja aku mencari kamu" ucap Dirga.
"Aku... Aku... Ada saja" ucap Ryn tidak tau harus berkata apa.
"Aku duluan ya... Sudah ditunggu" ucap Ryn beranjak pergi, namun dengan cepat Dirga menarik Ryn dan memeluknya.
__ADS_1
"Dirga lepaskan aku, apa yang kamu lakukan" mencoba melepaskan pelukan Dirga dan mendorong nya dengan kuat.
"Maafkan aku, tolong sebentar saja, aku merindukan mu Ryn, aku mencintaimu" ucap Dirga dengan suara serak orang menangis. Ryn sempat terdiam kaku mendengar semua perkataan Dirga, karena bagaimanapun mereka pernah memiliki hubungan dan saling mencintai, tapi ini salah dia sudah menikah dan akan menjadi seorang Ibu tidak bisa di lanjutkan.
"Lepaskan aku Dirga, ini tempat umum, aku akan marah sekali sama kamu" ucap Ryn tegas.
"Tidak sebelum kamu mau berbicara dengan aku" ucap Dirga
"Iya, baiklah kita bicara" ucap Ryn, Dirga pun melepaskan pelukan nya. Dan menarik tangan Ryn untuk mengikutinya
"Kamu mau bawa aku kemana?" Tanya Ryn
"Kita ke kantin, ngobrol disana saja" ucap Dirga.
Sampai di kantin Dirga menarikkan kursi untuk Ryn, namun Ryn duduk di seberang Dirga, jadi posisi mereka saling berhadapan.
"Langsung saja, kamu mau ngomong apa?" tanya Ryn.
"Ryn selama ini kamu kemana saja? Aku sangat merindukanmu, kenapa kamu keluar dari cafe?" tanya Dirga.
"Berapa gaji yang kamu dapatkan disana? Aku akan memberinya 2x lipat" ucap Dirga.
"Cukup Dirga ini bukan karena uang, Tidak semua dinilai dengan uang" ucap Ryn
"Lalu apa ini karena mama, atau karena Farah?" tanya Dirga.
"Dirga aku mohon, lupakan semua hal tentang kita, lanjutkan saja hidupmu dengan Farah, dia mencintaimu, dan Mama mu merestui kalian" ucap Ryn menatap Dirga.
"Tapi aku tidak mencintai Farah, yang aku Cintai kamu" ucap Dirga membalas tatapan Ryn.
"Dirga percayalah, hubungan tanpa restu orang tua tidak akan berjalan dengan baik, dan kita pernah menjalankan itu, kembalilah jalani dengan Farah, aku permisi" ucap Ryn beranjak dari duduknya.
"Tunggu Ryn, kenapa wajahmu pucat sekali, dan kamu ada disini apa kamu sakit?" Tanya Dirga.
"Tidak aku tidak sakit, aku menjenguk keluarga ku, maaf aku sudah ditunggu orang, permisi" ucap Ryn pergi meninggalkan Dirga.
"Kapan lagi kita bertemu Ryn?? Kenapa seperti ada yang aneh dengan dirimu tapu apa" gumam Dirga sambil terus menatap punggung Ryn yang semakin menjauh.
__ADS_1
Bersambung.
Hay... selamat pagi semoga sehat selalu ya...
pagi ini aku mau kasih Visual tokoh MIPP buat kalian semua, semoga cocok ya..
Rasya 32th
Raina 22th
Mita 22th
Shella 25th
Dirga 28th
Galang 32th
Farah 22th
Rania 18th.
__ADS_1