
Setelah mendengar perkataan dari Dokter Mami dan Papi langsung buru-buru masuk ke dalam ruangan Ryn di rawat. Karena Fisik Ryn yang lemah, Ryn harus di mendapatkan perawatan sementara.
"Sayang bagaimana keadaaan mu?" Tanya Mami menggenggam tangan Ryn.
"Ryn tidak apa-apa Mami" ucap Ryn tersenyum.
"Ryn.. (Duduk di samping Ryn) Terimakasih ya sudah mewujudkan keinginan Mami, sekarang sebentar lagi Mami akan mempunya Cucu, Mami sangat bahagia sekali" ucap Mami meneteskan Air matanya.
"Kamu jaga kesehatan mu yak Nak" ucap Papi menatap Ryn.
"Terimakasih Pi, Mi" Tersenyum sambil memandang ke arah Papi dan Mami secara bergantian.
"Kami yang harus nya berterimakasih karena kamu, Kami akan menjadi Nenek dan Kakek, senang sekali rasanya" ucap Mami.
"Terimakasih sudah menganggap Ryn sebagai Anak Mi, Pi, Ryn bahagia sekali, karena terlalu cepat Ryn kehilangan Orangtua Ryn dan Akhirnya Allah memberikan pengganti nya" ucap Ryn meneteskan Air matanya.
"Anggaplah kami sebagai Orangtua kandung mu nak, jangan sungkan-sungkan" ucap Papi Tersenyum.
Sedangkan Rasya dia masih berada di luar dan belum siap untuk masuk menemui Ryn.
"Bagimana apa laporan mu?" tanya Rasya sedang menelpon seseorang.
"Kemarin Buk Bos memang pergi kerumah sakit dengan temannya pak Bos, tapi saya tidak mengikuti sampai kedalam, pak Bos" ucap Orang suruhan Rasya dari seberang telpon
__ADS_1
"Apa.. Bodoh, aku kan sudah bilang, kau ikuti Ryn kemana pun dia pergi dan laporkan gerak geriknya pada saya." ucap Rasya.
"Maaf Bos kemarin saya menelpon Pak Galang tetapi dia tidak menjawabnya dan saya telpon bapak, bapak bilang laporannya besok saja karena bapak sedang sibuk menelepon dengan kekasih bapak" ucap Nya
"Jadi Kau menyalahkan saya?" ucap Rasya
"Tidak, Tidak pak, saya yang salah maafkan saya pak Bos" dengan suara bergetar.
"Yasudah kali ini saya maafin, tapi lebih baik sekarang kau cari tau apa yang di lakukan Ryn dan teman ya dirumah sakit kemarin, aku mau siang ini kamu memberitahukan laporan mu pada ku" ucap Rasya mamatikkan telpon nya sepihak.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang" ucap Rasya dengan bahasa tubuh yang cemas.
...----------------...
Diparkiran Kampus, Rania keluar untuk mencari angkutan umum. Tiba-Tiba dari samping ada laki-laki yang memanggil nya.
"Ah.. Pak Galang ada apa ya?" tanya Rania
"Saya kebetulan lewat tadi habis ada urusan dan sekalian mau jemput adik sepupuh saya " ucap Galang
"Ah Adik sepupuh Kaka kuliah disini juga ?" tanya Rania
"Iya dia baru masuk juga" ucap Galang
__ADS_1
"Nah itu dia" ucap Galang menunjuk laki-laki yang sedang menghampiri mereka.
"Lo" ucap Rania dan Andra berbarengan , Andra adalah sepupuh dari Galang dan musuh bebuyutan Ran di kampus.
"Lo kena dia bang? cewek bar-bar gini Lo kenal dimana?" ucap Andra.
"Kalian sudah saling kenal ternyata, kalau gitu kita pulaang bareng saja bagaimana?" ucap Galang.
"OGAH" ucap mereka berbarengan lagi
"Apaan sih Lo, siapa juga yang mau pulang bareng sama cowok Alay kaya Lo" ucap Dan
"Gue juga ogah satu mobil sama cewek bar-bar kaya Lo" ucap Rania.
Rania memang sangat bertolak belakang dengan Ryn, Ryn yang pendiam, sabar dan pemalu beda dengan Adiknya Ran yang bar-bar , egois dan pemberani , namun sikap Egois Rania akan luluh kalau dia mendengar nasihat dari Ryn, karena kalau sudah di rumah sikap Ran yang bar-bar langsung berubah jadi anak manja, namun mereka tetap tumbuh menjadi wanita yang tegar dan Ceria.
"Ish...Apaan sih Lo" ucap Rania kesal
"Sudah stop bernatem nya, sekarang Kalian masuk mobil biar aku antar" ucap Galang.
"Tidak usah pak, saya naik Taxi online saja" Ucap Rania.
"Tidak ada penolakan ayo masuk kalian semua ke dalam mobil , Saya akan antarkan kamu Rania" ucap Galang.
__ADS_1
Karena di paksa oleh Galang, Rania pun nurut masuk ke dalam mobil Galang.
Bersambung.