
Rasya dan Ryn sudah berada di rumah sakit, sedangkan Siti masih di periksa oleh Dokter.
"Bagaimana dengan keadaan Siti, Kenapa dokter belum keluar juga?" ucap Ryn sambil mundar-mandir di depan Ruang pemeriksaan
"Kamu jangan Mundar-Mandir begitu, sini duduk nanti kamu kecapaian" ucap Rasya menepuk bangku kosong sebelah nya.
"Bagaimana dengan keadaan Siti Mas? Apa dia baik-baik saja ?" ucap Ryn berdiri di hadapan Rasya.
"Sini-Sini" Menarik tangan Ryn lembut dan menuntun Ryn untuk duduk di sampingnya
"Siti akan baik-baik saja kamu tenang saja ya" ucap Rasya sambil menggenggam tangan Ryn
"Tapi tadi aku lihat ada darah nya Mas, ini semua gara-gara aku, kalau saja Siti tidak membantu aku, dia tidak akan seperti ini" ucap Ryn menundukkan kepalanya.
"Hey.. (menjepit dagu Ryn agar menatapnya) Kamu tidak salah, kamu memang dalam posisi yang harus ditolong, Sudah lah jangan terlalu di fikirkan Siti akan baik-baik saja" ucap Rasya menatap wajah Ryn dengan lembut. Dan Ryn pun menganggukkan kepalanya.
Sedangkan Galang sedang berada di Caffe milik Dirga, Galang sengaja membawa Dirga ke Caffe nya karena untuk menemui Tante Ratna.
"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa anak saya di perlakukan seperti ini? " ucap Tante Ratna masuk ke dalam ruangan Dirga. Melihat anak nya penuh dengan luka juga di kawal oleh dua penjaga dan satu orang yang tante kenal itu Galang asisten nya Rasya.
"Silahkan Ibu duduk dulu biar saya jelaskan" ucap Galang
Tante Ratih pun duduk di dekat Dirga, dia menatap wajah anak nya yang sendu seperti sudah tidak ada lagi semangat di hidupnya.
"Silahkan jelaskan?" ucap Tante Ratih.
__ADS_1
Galang pun menjelaskan semua kejadian yang bersumber dari penjaga rumah Rasya, karena mereka yang tau bagaimana Dirga bisa masuk kedalam rumah Rasya.
"Jadi seperti itu buk, dan Pak Dirga pun melukai Asisten rumah tangganya pak Rasya, sekarang dia sedang berada di rumah sakit" Jelas Galang.
"Itu tidak mungkin!!! Saya tidak percaya.. Tidak mungkin anak saya melakukan hal memalukan seperti itu!! Kamu memfitnah anak saya kan?" ucap Tante Ratih membela anak nya.
"Jika Ibu tidak percaya tidak apa-apa tapi cctv akan berkata sejujurnya di kantor polisi" ucap Galang tegas.
"Apa.. Itu tidak boleh.. Dirga seperti ini pasti di undang oleh perempuan itu, dia tidak mungkin, Anak saya anak baik-baik, Dirga ayo dong jelaskan jangan diam saja, kamu tidak melakukan itu kan?" ucap Tante Ratih menggoyang-goyangkan tubuh Dirga namun Dirga masih di posisi yang sama, diam dan dengan tatapan mata yang kosong.
"Kalau memang masih tidak ada itikad baik, tunggu saja panggilan dari kepolisian, kami permisi" ucap Galang pergi dengan dua penjaganya.
Galang turun dari ruangan Dirga, tidak sengaja dia menabrak seorang pelayan yang sedang membawa nampan kosong dengan buru-buru.
"Aw... Maaf pak saya tidak sengaja" ucap pelayan wanita tersebut.
"Tidak apa-apa saya juga tidak melihat" ucap Galang, kedua mata mereka saling menatap
"Maaf pak saya buru-buru sekali lagi saya minta maaf" ucap pelayan tersebut dan berjalan ke arah dapur dengan tergesa-gesa.
"Cantik" Gumam Galang dengan mata yang masih menatap pelayan tersebut.
"Siapa Bos?" ucap salah satu penjaga yang mendengar Gumaman dari Galang.
"Tidak ada, ayo cepat" ucap Galang pada dua penjaga tersebut.
__ADS_1
"Aku harus tau dia siapa" Batin Galang.
...----------------...
Setelah kepergian Galang, tante Ratih terus mendesak Dirga agar Dirga mau berkata.
"Dirga ayo jawab mama, kamu akan dilaporkan ke polisi bagaimana kamu bisa diam seperti ini, Ayo dong beri mama penjelasan?" ucap Tante Ratih dengan nada emosi.
"Tidak ada yang harus Dirga jelaskan, semua memang benar adanya" ucap Dirga
"Apa... Plakk (menampar pipi Dirga) Jadi kamu benar-benar datang kesana dan mau ... Arghhh.. Apa kamu sudah tidak punya pikiran?? Apa kamu tidak memikirkan apa resikonya??" ucap Tante Ratih dengan nada tinggi.
"Aku memang mencintai Ryn Mama, aku tidak bisa melupakannya, aku mau Ryn, ini semua juga gara-gara mama yang memisahkan aku dan Ryn sekarang aku sudah tidak bisa memilikinya lagi" ucap Dirga dengan penuh emosi.
"Diam... Kamu sudah salah masih mau menyalahkan Mama, harus nya kamu bisa menuruti kata-kata mama, bukan malah seperti ini!!!" ucap Tante Ratih.
"Mama Tidak berhak mengatur urusan hatiku!!!" Bentak Dirga. Pergi meninggalkan Mamanya sendiri
"Mama Berhak!! Karena kamu anak satu-satunya Mama, Mama tidak mau kamu salah pilih, Mama tidak mau kelak kamu menjadi bahan bullyan orang lain seperti papah mu yang memilih mama" ucap Tante Ratih dengan tangis di pipinya.
"Aku gagal Mas, aku tidak mampu" gumam tante Ratih menundukkan kepalanya sendu.
Bersambung..
Note : Percayalah, seberat apapun keputusan dari orang tua, mereka pasti mempunyai alasannya, semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak nya, hanya cara mereka saja yang kurang tepat untuk para anak yang beranjak menjadi Dewasa.. Semangat hidup tidak sampai disini, Kekecewaan pasti datang silih berganti tapi belajarlah melawan ego mu dan memaafkan waktu atau kejadian yang sudah terjadi. Love dear
__ADS_1