Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 90


__ADS_3

"Permisi pak, Tekanan darah nona Shella tinggi, sebaiknya dia dirawat semantara disini" ucap dokter pada Rasya.


"Lakukan saja yang terbaik" ucap Rasya


"Baik pak, permisi" ucap dokter, lalu pergi meninggalkan Rasya.


Rasya duduk termenung, diantara deretan kursi yang berada di ruangan VIP, dengan menekuk semua jarinya, seolah sedang menyalurkan emosi yang masih dia tahan.


tak..tak..tak.. Dalam keheningan Rasya mendengan suara sepatu yang semakin dekat menghampirinya.


"Bagaimana? Apakah anda sudah selesai dengan tugas anda atau anda mau melanjutkannya" suara seorang laki-laki yang sangat Rasya hafal dari nada bicaranya


"Saya tidak mau berdebat sekarang" ucap Rasya menundukkan kepalanya.


"Haruskah saya yang menggantikan anda untuk menemani nona Ryn, Tuan muda Rasya? Atau mungkin biarkan saya yang merawat Shella?" tanya Galang, yaa.. Suara itu adalah milik Galang.


"Cukup..!!! Jaga bicara mu" ucap Rasya berdiri dan menarik kerah kemeja milik Galang dengan nada penuh emosi

__ADS_1


"Kenapa? Dari dua wanita ini apa ada yang tidak bisa anda lepaskan? Atau apa anda mau dua-dua nya? Maaf Tuan muda Rasya, dunia ini tidak sepenuhnya adil, jadi jangan harap kamu bisa mendapatkan keduanya, kamu harus pikirkan, nama mana yang membuat mu marah, karena saya sebutkan sebelum semuanya terlambat dan kamu akan menyesalinya" ucap Galang menepis tangan Rasya dan berbalik meninggalkannya.


"ARRGGGHHHHH!!!!!" teriak Rasya meninju dinding yang ada di sebelahnya.


...----------------...


"Mas kamu sudah pulang?" ucap Ryn keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamar tidurnya


"Sudah" ucap Rasya sambil membuka sepatunya


"Terimakasih" ucap Rasya memandangi Ryn sebentar lalu beranjak masuk kedalam kamar mandi


Ryn duduk di meja rias, dia sedang merias wajahnya dan sedikit menyemportkan parfum favoritnya. Rasya keluar kamar mandi, dengan memakai handuk


"Piama nya sudah aku siapkan mas" ucap Ryn tersenyum


"Terimakasih Ryn" ucap Rasya lalu memakainya

__ADS_1


"Sejak kapan mas mulai kaku lagi seperti ini? Terlalu banyak mengucapkan terimakasih sama istri tidak baik tau, aku jadi sungkan sama mas, kecuali mas mau membalikan posisi aku seperti dulu lagi, menjadi istri pura-pura" ucap Ryn dengan nada becanda namun terdapat tekanan disana


"Kamu bicara apa sih, kata terimakasih pun di repotkan" ucap Rasya


"Aku hanya becanda mas, mas sudah makan? Mau aku siapkan?" tanya Ryn


"Tidak usah, biar Siti yang menyiapkan makanan" ucap Rasya


"Baik mas kalau gitu" ucap Ryn, sambil menatap kaca dalam-dalam dan menyisir rambutnya


"Oia malam ini aku tidur di ruang kerja, ada beberapa dokumen yang harus aku selesaikan malam ini, kamu jangan tidur terlalu larut, kasian bayi yang ada di perutmu" ucap Rasya mendekati Ryn


"Dan tidak usah memakai baju tipis seperti ini nanti kamu masuk angin, lagi pula untuk apa kamu merias wajah mu dimalam hari, terlalu banyak riasan juga tidak baik untuk bayi, apalagi merk make up sembarangan, parfum ini lumayan juga apa kamu mengganti parfum mu?" ucap Rasya lagi menatap Ryn sebentar dan kembali berjalan meninggalkan Ryn keluar kamar


"heh" Ryn tersenyum menatap dirinya dalam kaca, terlihat sudut mata nya ingin mengekuarkan air mata, lalu dia menyekanya, Ryn berdiri dari duduk nya lalu berjalan keluar kamar.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2