Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 75


__ADS_3

Semakin hari, Rasya dan Ryn semakin dekat, karena ketulusan Ryn, membuat sikap dinginnya Rasya berubah perlahan menjadi hangat, sekarang Rasya lebih perhatian pada Ryn.


Seperti pagi ini, Ryn sedang berada di dapur membuatkan sarapan untuk suaminya.


"Ryn.." Panggil Rasya yang baru saja terbangun dari tidurnya, dan melihat Ryn sudah tidak ada di samping nya.


Semenjak kedatangan Mami Ryn dan Rasya jadi tidur bersama.


"Ryn..." Teriak Rasya kembali memanggil-manggil Istrinya. Karena tidak mendengar teriakan Rasya pun membuka selimutnya dan turun dari Ranjangnya.


Ryn yang sudah memasuki kehamilan 8 bulan tinggal menghitung minggu untuk melahirkan, Menjadi mudah lelah dan tidak bisa bergerak cepat.


"Sayang.." ucap Rasya memeluk Ryn dari belakang sambil mengelus-elus perut nya Ryn.


"Mas.. Sudah bangun?" Tanya Ryn sambil melirik ke arah Rasya.


"Sudah, Kamu kenapa masak, sepagi ini? kan ada Lilis?" tanya Rasya yang masih memeluk Ryn dari belakang dan bersandar di pundak Ryn.


"Aku sedang ingin masak Sendiri Mas" ucap Ryn.


"Nanti kamu kecapaian sayang..." ucap Rasya.

__ADS_1


"Aku tidak akan Kecapaian Mas, tapi aku Keberatan beban ku bertambah" ucap Ryn.


"Keberatan kenapa??" tanya Rasya yang masih tidak sadar.


"Mas memelukku seperti ini, bersandar di pundak, bagaimana aku mau masak.." Protes Ryn.


"Aku tidak memeluk mu, aku kan sedang mengusap-usap anakku, Kebetulan dia ada di depan jadi aku memeluk mu dari belakang, kalau dari depan kan gak bisa nanti aku terhalang" ucap Rasya membela dirinya, namun masih tidak mengubah posisinya.


"Alasan yang sangat tepat" ucap Ryn menghembuskan nafasnya berat, seolah sudah paham betul dengan sifat suaminya yang Jaim.


"Yasudah kau masak saja, aku masih mau bermain-main dengan anakku" ucap Rasya.


"Mass... Bagaimana aku bisa masak, Mas mengunci tubuhku, nanti masakannya gosong gimana?" Tanya Ryn merengek.


"Aku kan sudah bangun pagi-pagi lalu memasak sarapan untuk suami ku, yang mau bekerja, Masakan nya sudah hampir jadi masa mau aku batalkan" ucap Ryn cemberut.


"Yaudah Oke, aku lepasin.. Gak usah cemberut gitu" ucap Rasya melepaskan pelukannya.


"Aku gak cemberut" ucap Ryn.


"Yasudah, Jagoannya Ayah, kita udahan dulu mainnya, Ibu kamu mulai cemberut" ucap Rasya mengusap kembali perutnya Ryn.

__ADS_1


"Yasudah kamu masak, aku tunggu di sini" Ucap Rasya menarik kursi dan duduk di sudut dapur sambil matanya masih menatap Ryn.


"Nah gitu dong.. Enggak mau di kamar aja mas? lebih enak?? Atau di sofa depan?" ucap Ryn yang masih merasa terintimidasi karena melihat tatapan Rasya.


"Jangan Cerewet atau kau yang kutarik ke kamar?" ucap Rasya.


"Iya.. iya.. " ucap Ryn.


"*Apakah aku sudah benar-benar mencintai Ryn? Kenapa setiap menatap wajah nya, aku merasa nyaman, merasa tenang. Tapi kenapa bayang-bayang Shella masih ada di benakku, Sebenarnya siapa yang aku cintai?? Ryn atau Shella" Batin Rasya berbicara sambil matanya masih menatap fokus pada Ryn.


**


"Sikap Mas Rasya sudah berubah, aku sangat bahagia, semoga kebahagiaan ini berjalan selamanya, Aku akan menjadi manusia yang sangat bahagia, jika suamiku benar-benar mencintai aku dan anaknya. Pintaku satu tidak akan ada lagi yang memisahkan kita" ucap Ryn sambil melirik sekilas ke arah Rasya*.


"Ayo Masak.. Jangan lirik-lirik apa mau kamu yang aku masak?" ucap Rasya.


"Ah tidakk..." ucap Ryn.


Bersambung..


***Maafkan aku Rasya, Ryn kalian menjadi terlupakan, karena novel ini kemarin membekaskan luka pribadi, jadi aku stop dan hiatus sebulan dari novel ini, niatnya mau berhenti dan ku hapus, tapi banyak orang yang masih ingin tau kelanjutannya.

__ADS_1


ADA YANG MASIH INGAT ALUR NYA???


YOK DI INGAT LAGI, STAY LAGI BERSAMA RYN DAN RASYA . SALAM MANIS DARI KANIA.. UMAAHH** :


__ADS_2