
"Kakak lagi cari apa?" tanya Rania melihat kakak nya yang celingukan sambil sesekali melihat handphone yang di genggam nya.
"Tidak ada dek" ucap Ryn memasukan kembali handphone nya kedalam tas
"Kakak nunggu, kak Rasya ya?" tanya Ran kembali
"Emm.. Iya dek tadi pagi mas Rasya bilang mau menyusul, tapi sepertinya dia sedang sibuk" ucap Ryn
"Telpon saja kak?" ucap Rania
"Tidak usah Ran, nanti kalau aku telpon malah mengganggu mas Rasya, tidak apa-apa kita lanjut lagi saja, aku mau hari ini selesai, setelah itu panggil orang yang bisa mendekor kamar baby R, aku sudah tidak sabar" ucap Ryn mengelus perutnya dengan tersenyum senang
"Aku juga kak, sebentar lagi jadi tante" ucap Rania.
Saat mereka mau keluar restauran tiba-tiba ada seseorang yang menyapa mereka.
"Ryn" ucap seorang laki-laki yang berpapasan di pintu keluar restauran
"Kak Dirga" ucap Ryn
"Mau apa lagi kak?" tanya Rania dengan nada tinggi
"Hussh Rania tidak boleh begitu" ucap Ryn
"Kak" ucap Rania
"(Ryn menggelengkan kepalanya pada Rania)"
__ADS_1
"Tenang saja Rania, PR kemarin sudah membuat aku sadar ko, aku hanya ingin kita baik-baik saja, berpisah bukan berarti harus musuhan kan?" ucap Dirga pada Ryn
"Iya kak benar" ucap Ryn
"Kamu sedang belanja? pasti untuk calon anak mu ya?" tanya Dirga
"Iya, aku sedang menyiapkan perlengkapan untuk anakku kak" jawab Ryn canggung
"Sudah besar kandungan mu, semoga lancar saat persalinan nanti ya Ryn" ucap Dirga
"Iya kak terimakasih, kalau gitu kami duluan ya kak" ucap Ryn
"Oh iya Ryn, hati-hati ya" ucap Dirga
"Iya kak, permisi" ucap Ryn tersenyum pada Dirga.
"Terimakasih Ryn, dengan senyuman mu aku makin percaya, kalau memang bukan kamu yang jahat melainkan aku, walau aku tidak bisa memilikimu, tapi aku akan menjagamu dari kejauhan" ucap Dirga tersenyum
...----------------...
Sampai dirumah, mereka duduk di sofa, sedangkan Siti membantu untuk membereskan barang belanjaan untuk baby R.
"Kenapa sih kakak tadi harus ramah sama dia, inget kak dia udah berbuat jahat sama kakak" ucap Rania
"Iya dek, kakak engga lupa, tapi bukan kah mendapatkan maaf hak semua orang, aku sudah memaafkan dia, dia seperti itu aku tau alasannya" ucap Ryn
"Apapun alasannya kak itu tidak baik, dia sudah gila" ucap Rania
__ADS_1
"Hushh siapa yang ngajarin kamu jadi pendendam seperti itu, ingat kata-kata nenek jadi lah orang baik, maka kebaikan akan menghampirimu" ucap Ryn pada Rania
"Baik, sih baik tapi liat-liat dulu siapa yang harus di beri kebaikan, sudah ah aku mau pulang saja" ucap Rania
"Kamu tidak mau nginap saja disini?" tanya Ryn
"Tidak kak, adikmu yang mandiri ini harus menyelesaikan tugas kuliah" ucap Rania
"Yasudah kamu minta di antar pak supir ya" ucap Ryn
"Iya kak, Assalamualaikum" ucap Ran memeluk kakanya.
"Waalikumusalam, hati-hati Ran" ucap Ryn.
...----------------...
Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, namun Rasya belum pulang, bahkan untuk mengabari pun tidak ada.
"Kemana mas Rasya tumben sekali jam segini belum pulang, telpon dan chat ku pun tidak dia jawab sama sekali, apa aku telpon Gilang ya" ucap Ryn memegang handphone nya.
"Hallo, Gilang?" tanpa pikir panjang dan rasa khawatirnya Ryn pun langsung menelpon Gilang
"Baiklah terimakasih" ucap Ryn mengakhiri telpon.
"Gilang bilang menjemputku, bahkan dia tidak ada sampai saat ini, kemana mas Rasya, aku khawatir sekali, semoga tidak terjadi apa-apa pada suami ku" batin Ryn.
Bersambung.
__ADS_1