Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 52


__ADS_3

Ryn sedang duduk di teras rumah, menikmati udara pagi dan kicauan burung yang hinggap di ranting-ranting pohon Tua.


"Udara pagi hari memang sangat sejuk Bu, karena disini masih banyak pepohonan" ucap Siti menyimpan Segelas teh dan Roti


"Terimakasih Siti, iya disini memang sejuk sekali" ucap Ryn


"Iya bu, sangat cocok untuk Ibu hamil" ucap Siti


"Iya kamu benar" ucap Ryn Tersenyum.


"Kalau gitu, Siti permisi kedapur lagi ya Bu" ucap Siti, Ryn pun mengangguk an kepalanya


"Sayang.. Jika kamu lahir nanti, kamu harus jadi anak yang baik, Ibu akan selalu mengusahakan yang terbaik buat kamu, tapi maafkan Ibu jika kamu harus mendengar suara tangisan Ibu tiap malam, maafkan Ibu jika kamu harus ikut menerima kepedihan yang Ibu rasakan, Ibu yakin kamu anak yang kuat ya nak" Ryn meneteskan air matanya sambil mengusap-usap perutnya yang mulai membesar.


Rasya mendengarkan semuanya di balik pintu. Namun Rasya hanya terdiam, entah apa yang berada di dalam fikirannya.


...----------------...


Di tempat lain, terlihat Shella sedang membaringkan tubuh nya di atas kasur yang empuk, sambil memainkan Handphone nya. Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Hallo" ucap Shella menjawab telpon


"Apa.!!! Lo yakin itu Rasya??" Tanya Shella terkejut. Mendapat kabar dari temannya.

__ADS_1


"Dokter kandungan?? Sama perempuan?? Siapa perempuan itu??" Tanya Shella.


"Sekarang Lo cari orang, suruh cari tau tentang perempuan itu, bisa-bisa nya dia rebut Rasya dari gue" ucap Shella dengan penuh emosi.


"Lo cari tau secepatnya, gue juga akan minta Izin untuk pulang secepatnya!!" ucap Shella. Menutup telponnya.


"Arggghhh... Siapa cewek itu, tenang sabar Shella, Rasya enggak mungkin ninggalin Lo, dia cinta mati sama Lo, itu pasti karena cewek itu yang merayu-rayu Rasya, dasar cewek centil !! " ucap Shella melempar bantal ke dinding dengan keras.


...----------------...


Mita masuk kedalam ruangan Dirga. Karena Dirga memanggil nya, sebenarnya Mita sudah tau hal apa yang akan di tanyakan oleh Dirga.


"Permisi pak Dirga" ucap Mita menghampiri Dirga.


"Maaf pak saya tidak tau" ucap Mita


"Kamu bohong, kamu pasti tau, Ryn kan sahabat kamu, saya dengan Ryn sudah menikah apa itu benar Mita?" tanya Dirga


"Mita tidak tau pak, itu privasi nya Ryn, Mita tidak berhak bertanya apalagi memberi tahu pada orang lain" ucap Mita.


"Tapi saya hanya ingin tau, saya tidak bisa tenang selama ini" ucap Dirga.


"Yang pasti Ryn baik-baik saja pak, dia hidup dengan baik, jadi bapak tidak perlu mengkhawatirkannya lagi" ucap Mita

__ADS_1


"Saya ingin memastikannya sendiri" ucap Dirga


"Pak tolong cukup, jangan membuat Ryn lebih di benci oleh banyak orang, bapak juga sudah memiliki Tunangan, jadi bapak lebih baik fokus pada tunangan bapak saja" ucap Mita.


"Yang saya Cinta Ryn bukan Farah, Jika ada kesempatan saya harus memperjuangkan Cinta saya, saya tidak mau jadi laki-laki pengecut untuk kedua kalinya" ucap Dirga.


"Kalau begitu saya tidak mau ikut campur pak, maaf saya permisi" ucap Mita beranjak pergi dari ruangan Dirga.


"Kenapa susah sekali mencari Alamat Ryn yang baru, bahkan mencari Informasi nya juga sangat susah, seperti ada yang sedang dia tutup-tutupi, ada apa sebenarnya dengan Ryn" ucap Dirga menjambak rambut nya sendiri.


...----------------...


Ryn masuk kedalam rumah, dia melihat pintu ruangan kerja Rasya terbuka, Ryn mendekat hendak menutup pintu itu, namun tidak sengaja Ryn melihat Rasya sedang memandangi Bingkai besar, Ryn memberanikan diri untuk membuka pintu itu sedikit lebih besar, Baru kali ini Ryn melihat isi ruangan kerja Rasya, ternyata ada Bingkai besar yang berisikan Foto dia dengan kekasih nya Shella.


"Shella, Jika saja kamu tidak pergi, mungkin kamu yang berada dirumah ini, tapi kenapa kamu malah meninggalkan aku" ucap Rasya berbicara pada Foto.


"Sekarang aku bingung, apa yang harus aku lakukan sekarang, aku akan memiliki anak dengan Ryn, Ryn memang wanita yang kuat, tapi kamu apa kamu kuat menerima kenyataan kalau aku akan memiliki anak dengan wanita lain" ucap Rasya..


Ryn mendengar kata-kata dari Rasya dia langsung berlari masuk kedalam kamarnya dan duduk di ranjangnya sambil memeluk guling.


"Siapa bilang aku kuat, aku juga rapuh, aku juga sedih, tapi untuk apa aku perlihatkan semua itu, percuma karena kamu tidak akan memperdulikannya, kamu bahkan tidak memperhatikan aku yang sedang mengandung anak mu." ucap Ryn menangis


"Sudahlah Ryn, apa yang mau kamu harapkan, lebih baik kamu fokus pada kehamilan mu, semoga kekasihnya cepat kembali dan aku yang akan pergi" ucap Ryn mengusap air matanya, mencoba menguatkan dirinya lagi, lagi dan lagi.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2