
Dalam obrolan telpon, Galang daa Rasya.
"Bos, sebenarnya dimana Bos sekarang?" tanya Galang saat telpon nya dijawab oleh Rasya
"Saya sedang ada urusan Galang penting" ucap Rasya dari balik telpon
"Tapi disini juga penting bos, ibu dia" ucap Galang
"Sudahlah, saya titip urusan disana, aku titip Ryn juga, kali ini masalah nya penting, saya tutup telponnya" ucap Rasya menutup telpon.
"Apa yang sedang bos sembunyikan sebenarnya, tidak biasanya dia seperti ini" ucap Galang
...----------------...
"Sayang, kamu kenapa melamun, ada yang sedang kamu pikirkan?" tanya Shela pada Rasya yang duduk di sofa
"Tidak ada, kamu istirahat saja" ucap Rasya
"Raga mu memang disini, tapi isi pikiran mu bukan disini, kenapa sih? kamu terpaksa menemani aku?" tanya Shela
"Terpaksa? saya dengan sengaja dan sadar meninggalkan istri saya yang sedang hamil anak saya dirumah demi menjaga mu disini, kamu masih bilang saya terpaksa" ucap Rasya pada Shela
__ADS_1
"Aku tau kalau kamu sudah mencintai dia" ucap Shela
"Sudahlah istirahat jangan berpikir yang aneh-aneh, saya sudah disini menamani kamu" ucap Rasya
"Iya.. tapi hati kamu tidak ada disini Rasya" ucap Shela dengan nada tinggi
"Kalau kamu masih bersikap seperti ini, saya bisa saja meninggalkan kamu sekarang juga" ucap Rasya
"Huffh sabar Shela, pelan-pelan jangan sampai kamu malah kehilangan dia sepenuhnya, apa yang sudah perempuan kampung itu perbuat, sampai Rasya seperti ini" batin Shela.
"Aww" Shela meringis kesakitan
"Kamu kenapa" Rasya mendekat ke arah Shela
"Sudahlah kamu istirahat saja sekarang" ucap Rasya.
...----------------...
Ryn sudah berada di dalam ruangan rawat nya, untuk beberapa hari dia harus menginap di rumah sakit.
"Terimakasih ya pak Galang sudah mau menemani saya, maaf saya merepotkan" ucap Ryn pada Galang
__ADS_1
"Saya bukan bapak ibu, panggil saja saya Galang, dan tidak perlu terimakasih, ini sudah tugas saya" ucap Galang
"Tapi kan umur kita jauh tidak sopan, dan jangan panggil saya ibuk juga" ucap Ryn
"Saya panggil Ibu karena anda istri bos saya" ucap Galang
"Kalau tidak ada orang panggil saya Ryn saja, dan saya akan panggil kakak, karena saya anak perempuan pertama, saya ingin sekali punya kakak, yang bisa melindungi saya, karena dari dulu saya hanya hidup bersama adik dan nenek, jika ada kakak laki-laki kan dia bisa membela saya, nenek dan adik saya" ucap Ryn
"Baiklah, senyaman ibu saja" ucap Galang tersenyum
"Terimakasih" ucap Ryn
"Kenapa nasib mu tidak sebaik hati mu Ryn" Batin Gilang.
"Saya permisi pergi dulu, saya harus menemui siti untuk menamani dan membawa barang-barang Ibu" ucap Gilang
"Panggil saja Ryn, Terimakasih kak" ucap Ryn
Gilang pun menundukkan kepalanya dan pergi keluar ruangan.
"Sekarang kita berdua dulu disini ya nak, kamu baik-baik ya didalam sana, ibu akan selalu melindungi kamu, jangan sampai kamu terluka nak, Ayah mu nanti pasti akan sedih jika kamu terluka" ucap Ryn sambil mengusap-usap perut nya.
__ADS_1
"Apa Ibu harus menelpon Ayah? Tapi mungkin Ayah sedang sibuk, kita tidak boleh mengganggu nya, kasian Ayah hidup nya sudah berat karena Ibu" ucap Ryn tersenyum tipis sambil memandangi wallpaper handpone yang di isi foto Rasya sedang memeluknya
Bersambung.