
Pagi hari saat sarapan Rasya turun kebawah, menuju meja makan.
"Pak mau disediakan sarapan sekarang?" ucap Siti sopan
"Ryn mana? apa belum bangun?" tanya Rasya
"Ibu sedang masak di dapur Pak, sudah bangun dari subuh tadi" ucap Siti.
"Masak? Kenapa dia yang masak?" ucap Rasya
"Saya sudah melarang pak, tapi Bu Ryn memaksa" ucap Siti
"Yasudah, suruh kemari biar sarapan sama-sama" ucap Rasya
"Baik pak, Permisi" ucap Siti , melangkah kedapur untuk menemui Ryn.
Ryn dan Siti datang bersamaan dengan membawa sarapan untuk Rasya.
"Ibu silahkan duduk" Siti menarik kursi di samping Rasya, namun Ryn malah berjalan memutar.
"Aku duduk disini aja" Duduk berhadapan dengan Rasya.
Siti pun melayani Rasya dan Ryn secara bergantian. Mereka pun Sarapan namun keduanya sama-sama diam.
"Terimakasih untuk semalam" ucap Rasya membuka pembicaraan
"ah.. em.. iya sama-sama" ucap Ryn melirik Rasya sebentar dan menunduk lagi.
"Bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Rasya
"Aku baik-baik saja pak" ucap Ryn sambil menyuapkan sesendok nasi goreng dan mengunyahnya.
"Baguslah kalau begitu, jangan sampai anakku kenapa-kenapa" ucap Rasya.
__ADS_1
"Iya pak" ucap Ryn.
"*Dia hanya mengkhawatirkan anaknya Ryn, kondisikan hatimu" batin Ryn berkata.
"Kenapa aku tidak bisa bersikap baik padanya?" Batin Rasya.
Selesai sarapan, Rasya naik keatas kamarnya, dia berjalan menuju jendela , jendela tersebut langsung memberikan pemandangan taman Yang ada di pinggir rumah nya.
Ternyata disana ada Ryn yang sedang duduk di ayunan kayu. Bibir nya Tersenyum indah, namun wajah nya terlihat sangat sendu seperti menyimpan kesedihan yang sangat dalam.
"Kenapa aku tidak bisa bersikap lembut kepada kamu Ryn, Maafkan aku, aku terlalu menjaga jarak agar kamu tidak berharap lebih" ucap Rasya menatap Ryn dari jendela kamarnya.
Saat sedang menatap Ryn Tiba-tiba handphone nya berdering. Rasya Langsung menjawab nya
"Hallo Ada apa?" ucap Rasya
"Apa??? kamu yang benar kalau bicara, jangan setengah-setengah" ucap Rasya
"Baiklah kami ke sana" ucap Rasya , lalu menutup telponnya.
Rasya langsung berjalan dengan cepat menuju taman. Menghampiri Ryn
"Ryn ayo ikut aku" ucap Rasya menarik tangan Ryn
"Mau kemana pak?" tanya Ryn
"Ayo cepat jangan banyak tanya" ucap Rasya menarik Ryn, dan Ryn pun langsung mengikuti Rasya.
Rasya membukakan pintu mobil untuk Ryn , menyuruh Ryn duduk dan memasangkan sabuk pengaman nya.
"Bapak mau apa?" ucap Ryn melihat Rasya membungkuk.
"Aku hanya ingin memasangkan mu sabuk pengaman" ucap Rasya.
__ADS_1
"Saya bisa sendiri pak" ucap Ryn menahan tangan Rasya.
"Sudah Biar saya saja" menepis tangan Ryn dan kembali memasangkan sabuk pengaman untuk Ryn.
"Terimakasih" ucap Ryn pada Rasya.
Rasya menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Sebenarnya kita mau kemana pak? kenapa buru-buru sekali" ucap Ryn pada Rasya
"Nanti juga kamu tau tunggu dan diam saja dulu" ucap Rasya kembali fokus pada jalanan
"Maaf" ucap Ryn menunduk.
"Kamu bisa tidak sih, tidak usah menunduk terus?" ucap Rasya
"Maaf pak" ucap Ryn
"Jangan selalu bilang maaf juga , jika kamu tidak salah kamu bisa membela dirimu, jangan diam saja" ucap Rasya.
"Tapi saya memang harus menurut kan? dalam perjanjian itu?" ucap Ryn
"Ah.. Yasudahlah Terserah kamu saja" ucap Rasya. Tiba-tiba kesal.
Sepanjang perjalanan Rasya terus memperhatikan Ryn, dia ingin memberitahukan pada Ryn tapi dia merasa tidak tega.
"Kenapa aku.. Kenapa dengan hatiku, kenapa tiba-tiba aku peduli pada perasaannya" Batin Rasya memperhatikan Ryn.
Bersambung.
**maaf kakak semua aku telat up, sedang ada problem di RL mohon untuk kebijaksanaannya, tapi aku pasti up untuk kalian semua , kalau mau tanya langsung boleh lewat GC ya..
Terimakasih untuk support nya salam sayang dari Niandra lope lope semua** :
__ADS_1