Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 72


__ADS_3

Rasya, Ryn dan Mami sedang berada di meja makan.


"Lalu bagaimana selanjutnya Rasya?" Tanya Mami membuka pembicaraan


"Rasya masih ingin memberikan dia pelajaran, tapi Mami tenang saja Rasya sudah membungkam semua media, agar tidak keluar berita aneh-aneh" ucap Rasya sedang mengoles Rotinya memakai selai coklat favoritnya.


"Ryn Kamu kenapa sayang?" ucap Mami, menatap Ryn yang diam melamun.


"Ah.. Ryn tidak apa-apa Mami" ucap Ryn menundukkan kepalanya.


"Apa kamu sedih karena mantan mu aku masukkan kedalam penjara?" tanya Rasya dengan nada ketus.


"Em.. Tidak Mas Ryn tidak sedih dengan itu, Ryn hanya sedih kenapa Ryn yang selalu membuat masalah, ada banyak orang yang tersakiti gara-gara Ryn, itu yang membuat Ryn sedih" ucap Ryn sambil meneteskan air matanya.


"Ryn sayang.. Ini bukan salahmu, ini memang sepenuhnya salah mereka, dan kamu yang menjadi korban disini, kenapa kamu yang harus sedih, kadang seseorang harus mendapatkan hukuman baru dia sadar, jadi biarkan saja, anggap saja kita sedang membantunya berproses agar menyadari kesalahan yang dia buat" ucap Mami menatap Ryn dengan lembut.


"Sayang.. Jika kamu sedih, kecewa, terluka, tertekan, kamu bisa ceritakan sama aku, tapi jika kamu sedang bahagia cukup kamu rasakan saja karena aku juga akan merasakan itu" ucap Rasya menatap Ryn sambil mengusap-usap tangannya Ryn.


"Makasih Mas.." ucap Ryn tersenyum

__ADS_1


"Kalian romantis sekali Mami jadi seneng melihatnya" ucap Mami


"Rasya baru sadar ternyata, istri Rasya sangat menggemaskan" ucap Rasya menatap Ryn, membuat Ryn tersipu malu


"Perempuan ibarat emas, semakin kamu memoles nya dan semakin kamu memperhatikannya, dia akan mengeluarkan sinar-sinar yang ada dalam tubuhnya, tergantung bagaimana memperlakukannya, jika pada laki-laki yang tepat dia akan menjadi Ratu" ucap Mami.


"Ayo.. Sarapannya dimakan" ucap Rasya. Ryn menganggukkan kepalanya.


"Itu tadi benarkah?? apa karena ada Mami saja?? Ah aku bingung.. Tapi bahagia sekali Rasanya." Batin Ryn berkata.


...----------------...


Rasya sudah berada di kantornya, dia sedang memeriksa berkas-berkas yang sudah tersusun di meja kerjanya. Karena mengurus masalah yang di timbulkan Dirga, pekerjaan Rasya menjadi tertumpuk.


"Permisi pak saya mau mengantarkan kopi untuk bapak?" ucap Seorang wanita dengan berpakaian sexy. dengan nada bicara centil nya


"Siapa yang suruh kamu masuk kemari?" tanya Rasya dengan nada dinginnya.


"Maaf pak saya kemari hanya mau mengantar kopi untuk bapak" ucap Wanita itu dengan nada centilnya.

__ADS_1


"Saya tidak minta dibuatkan kopi" ucap Rasya.


"Emm.. Kalau gitu bapak mau saya buatkan apa? Teh atau Jus??" ucap nya lagi sambil memainkan rambut nya.


"Saya tidak mau apa-apa lebih baik kamu keluar dari ruangan saya dan jangan pernah masuk kesini lagi!!" Ucap Rasya tegas.


Bukannya menghindar wanita itu malah berjalan lebih mendekati Rasya. dengan langkah manjanya.


"Jangan marah begitu lah pak, saya jadi takut, emm disini kan sepi bagaimana kalau..." ucapannya terpotong oleh Rasya


"STOOPPP..!!! (berdiri dari duduknya) Saya sudah berusaha memakai bahasa sopan karena kamu wanita, kamu pergi dari sini atau saya pecat!!!" ucap Rasya dengan raut yang penuh emosi.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak" ucap Wanita tersebut dan pergi meninggalkan ruangan Rasya.


Rasya pun duduk kembali dikursi nya. menekan tombol telpon.


"Kamu dimana? keruangan saya sekarang" ucap Rasya pada seseorang yang dia telpon.


Karyawan wanita tadi sudah berada di meja kerjanya.

__ADS_1


"Pak Rasya memang tantangan, dia sangat dingin" ucap Wanita tersebut.


Bersambung.


__ADS_2