Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 88


__ADS_3

Ryn termenung sambil memeluk bantal tidurnya, dia masih memikirkan apa yang baru saja dia lihat, tiba-tiba pintu kamar terbuka.


"Maafkan saya Ryn, tadi aku tidak sengaja membentak kamu, aku hanya.." ucap Rasya gugup


"Tidak apa-apa mas, aku yang lancang karena sudah membuka koper mas tanpa izin, aku yang seharusnya minta maaf" ucap Ryn tersenyum


"Kamu tidak salah, saya yang salah" ucap Rasya mendekat ke arah Ryn dan memeluk Ryn


"Sebenarnya apalagi yang sedang kamu sembunyikan mas" batin Ryn sambil menyeka air mata agar tidak di ketahui Rasya.


...----------------...


Hari demi hari berlalu, membuat Ryn dan Rasya makin terus menjauh, dengan alasan sibuk dan lembur, Ryn hampir tidak bisa bertemu suaminya sendiri, Rasya selalu pulang larut malam, dan pergi pagi-pagi sekali, bahkan di hari libur kali ini pun dia harus pergi meninggalkan istrinya yang tengah hamil tua.


"Saya hari ini ada jadwal di kantor ya Ryn, maaf saya tidak bisa menemani kamu lagi hari ini" ucap Rasya sambil bersiap-siap memakai dasi nya.


"Biar aku bantu mas" ucap Ryn mendekat ingin bantu memasangkan dasi pada Rasya


"Tidak usah saya buru-buru, saya berangkat ya" ucap Rasya pergi meninggalkan Ryn tanpa memberikan pelukan seperti sebelum-sebelum nya.

__ADS_1


"Bu.. Ibu mau kemana?" tanya Siti, melihat Ryn sudah memakai sweater nya dan membawa tas selempang.


"Aku pergi dulu Siti" ucap Ryn sambil berlari kecil


"Tapi bu, ibu kan" ucap Siti mengejar Ryn, namun Ryn sudah masuk kedalam taxi yang sudah di pesannya.


...----------------...


"Hallo pa, ibu pergi pa" ucap Siti menelpon Galang


"Pergi kemana? Bos bukan kah ada dirumah?" tanya Galang


"Pergi?? Dihari libur begini?? Baiklah terimakasih Siti" ucap Galang lalu menutup telponnya.


"Benar dugaan saya, dia masih menemui wanita itu" ucap Galang lalu bersiap memakai jaketnya.


...----------------...


"Apartement, kenapa mas Rasya berhenti disini, bukannya dia bilang mau pergi ke kantor ya" ucap Ryn melihat suaminya turun dari mobil, dia pun langsung membayar taxi dan turun mengikuti suaminya.

__ADS_1


Melihat Rasya masuk ke dalam lift dia pun langsung berlali naik menggunakan tangga darurat, dengan perutnya yang besar seolah dia tidak meraskan sakit nya, yang penting dia tau apa yang di lakukan suaminya.


Sampai di lantai 5, Ryn mengatur nafasnya dan melihat suaminya sedang menekan bell di salah satu kamar yang ada di dalam lorong tersebut.


"Mbak Shella, bukan kah itu mantan nya mas Rasya, berarti benar dugaan ku, selama ini mas Rasya" ucap Ryn, sambil bersembunyi di pinggir tembok, dia melihat seorang wanita sedang memeluk suaminya, dengan senyuman dan menggandeng tangan suaminya untuk masuk kedalam.


"Awwhh perutku" Ryn meringis kesakitan dan duduk sudut sambil bersender pada tembok.


"Ryn kamu kenapa" ucap seorang laki-laki yang baru saja keluar dari lift.


"Pa Galang, kenapa ada disini?" tanya Ryn, sambil memegangi perutnya yang sakit


"Harusnya saya yang tanya kamu, untuk apa kamu disini, dan duduk dibawah seperti ini, kamu kenapa?" tanya Galang panik


"Kita bicarakan nanti, ayo pergi dulu" ucap Galang membopong Ryn


Bersambungg....


Kita sedikit percepat ya adegan ini, jangan lupa like sama koment kalau kalian suka ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2