Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 35


__ADS_3

Satu bulan kemudian setelah kejadian malam itu, beberapa hari ini Ryn sering merasakan Mual, lemas dan sering pusing. seperti hari ini tiba-tiba kambuh kembali.


"Ryn kenapa?" ucap Mita melihat Ryn berpegangan di pinggir meja.


"Em.. Kepala ku pusing sekali" ucap Ryn


"Pusing lagi? Apa sebaiknya lo periksakan saja Ryn? gue takut Lo kenapa-kenapa?" ucap Mita.


"Emm.. Iya nanti aku priksa Mit" ucap Ryn


"Sekarang aja.. Biar gue yang anterin Lo" ucap Mita.


"Tapi kan kita lagi kerja Mit, nanti aja pulang kerja" ucap Ryn.


"Sekarang aja, gue yang minta Izin sama pak Dirga" ucap Mita berjalan ke ruangan Dirga.


Setelah mendapatkan Izin dari Dirga, Mita mengantarkan Ryn pergi kerumah sakit, sebenarnya Dirga sudah menawarkan diri untuk mengantarkan Ryn namun Ryn menolaknya.


Tiba giliran Ryn untuk di Priksa, Ryn pun masuk ke dalam menjalankan beberapa pemeriksaan.


"Bagaimana Dok kondisi sahabat saya? Sahabat saya sakit apa? " tanya Mita yang duduk di samping Ryn.


"Tenang saja mbak, mbak Ryn tidak sakit apa-apa" ucap Dokter.


"Maksud Dokter?" Tanya Ryn


"Selamat ya mbak, mbak sudah mengandung, usia kandungan mbak memasuki usia 4minggu , mbak harus lebih berhati-hati lagi" ucap Dokter tersenyum.


"Apa... Hamil??" ucap Mita dan Ryn berbarengan.


"Apa Dokter tidak salah priksa? mungkin ada yang salah Dok?" tanya Mita


"Tapi hasil USG disini akurat kok mbak" ucap Dokter


Ryn menunduk lemas mendengar perkataan dari dokter.


"Jika aku benar-benar hamil, berarti ini benar anak nya Pak Rasya, lalu aku harus bagaimana sekarang ya Allah" Batin Ryn sambil meremas hasil USG nya.

__ADS_1


"Ryn?" Mita menggoyangkan badan Ryn, namun Ryn tetap diam membisu.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih yak Dok, kami permisi, Ayo Ryn" ucap Mita sambil memegang kedua pundak Ryn membantu Ryn untuk berjalan.


Sepanjang perjalanan keluar Rumah sakit, Mita setia merangkul pundak Ryn


"Kita ke kosan gue saja yak.. Lo pasti mau nenangin hati Lo dulu kan" ucap Mita.


"Makasih ya Mit" ucap Ryn


"Ada yang masih harus Lo jelaskan" ucap Mita.


**


Di Kostan Mita.


"Minum dulu" ucap Mita memberikan segelas Air untuk Ryn.


"Makasih" ucap Ryn


"Ryn ada apa sebenarnya? Siapa yang menghamili Lo?" ucap Mita dengan sedikit Nada keras.


"Mit.. Sebenarnya ini anak nya Rasya. Tapi aku harap kamu bisa jaga rahasia ini?" ucap Ryn menjatuhkan air matanya.


"Rasya?? Rasya pengusaha terkenal itu atau siapa? bagaimana bisa? dia lecehin Lo?" tanya Mita


"Bukan.. Jadi sebenarnya kita sudah menikah 3 bulan ini.." ucap Ryn terpotong


"Apa?? menikah?? Lo serius Ryn ?" ucap Mita.


"Iya... aku udah menikah sama dia, tapi menikah pura-pura, aku terpaksa menjadi Istri pura-pura nya Rasya, karena saat itu keadaan darurat, nenek harus secepatnya menjalankan operasi, belum lagi Rania harus membayar biaya masuk kuliah" ucap Ryn menunduk


"Jadi Lo jual diri Lo ? Kenapa Lo gak bilang gue, gue bisa bantu lo, setidaknya kita bisa berusaha bareng-bareng kan" ucap Mita


"Aku engga mau buat kamu repot Mit, aku tidak menjual diriku, kita menikah atas kesepakatan, tapi karena ada kecelakaan kemarin, aku dan Rasya tidak sadar dan melakukan itu" ucap Ryn.


"Ya ampun Ryn.. terus sekarang bagaimana? sudah ada janin di dalam perut Lo, makin lama dia akan semakin membesar, bagaimana kalau Rasya tidak mau bertanggung jawab, gue denger juga dia punya cewek kan .. Bagaimana nasib anak ini Ryn?" ucap Mita.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi aku akan tetap merawat anak ini, karena anak ini tidak salah apapun, pernikahan kami pun SAH di mata Agama dan Hukum" ucap Ryn


"Tapi bagaimana dengan orang-orang, mereka pasti akan menghina lo, mereka tidak akan percaya Lo sudah menikah apalagi dengan seorang Rasya, Lo ngerti kan maksud gue Ryn?" ucap Mita.


"Aku tau, aku akan Fikiran itu Mit, tapi aku tolong kamu jaga rahasia ini, biarkan hanya kita saja dulu yang tau" ucap Ryn.


Langit sudah malam Ryn baru pulang kerumah Rasya, karena seharian tadi dia terus memikirkan apa yang harus dia lakukan.


Dan Ryn sudah memantapkan dirinya untuk memberitahukan tentang kehamilannya pada Rasya.


Ryn membuka pintu kamar Rasya, tidak sengaja dia mendengar suara yang dia tau itu adalah suara Rasya sedang menelpon dengan seseorang.


**


"Kamu bilang, kamu mau pulang, tapi bohong lagi?" ucap Rasya pada seseorang di dalam telpon yang pasti itu adalah Shella


"Aku tunggu ya jangan bohong lagi?" ucap Rasya


"Mana ada cewek lain, yang bisa menarik perhatian aku selain kamu, mau apapun keadaannya aku akan tetap mencintai kamu" ucap Rasya lembut.


"Aku tidak akan bohong, jika kau setia.. Aku akan jauh lebih setia disini, Aku sangat mencintai mu Shella." ucap Rasya.


Ryn menutup kembali pintu kamar Rasya dan dia berjalan pada kamar kosong yang ada di sebelah kamar Rasya.


**


Ryn duduk di atas kasur yang ada di kamar tersebut


"Pak Rasya memang benar sangat mencintai kekasihnya, Terdengar dari kata-kata nya yang lembut" ucap Ryn menunduk.


"Bagaimana ini, aku harus memberitahukan pada pak Rasya atau jangan, aku tidak mau merusak hubungan mereka, tapi bagaimana dengan nasib anakku" ucap Ryn menangis


"Bagaimana jika Kekasih pak Rasya tau, dia pasti akan sangat kecewa, bagaimana pun juga kami sesama wanita, aku bisa merasakannya, tapi anakku tidak salah apa-apa, dia juga butuh kejelasan" ucap Ryn


"Cobaan apalagi ini Ya Allah, Jika aku mampu melewatinya aku Ikhlas ya Allah, tapi tolong bantu aku dengan petunjuk mu" ucap Ryn menutup matanya rapat-rapat sambil memegang perutnya.


Bersambung..

__ADS_1


maaf ya temen-temen jika ada keterlambatan, aku lagi revisi ulang MIPP , agar cepat mendapatkan kontrak, Terimakasih untuk dukungannya , Aku sayang kalian. 😘


__ADS_2