
Seminggu berlalu, Setelah kejadian Shella meninggalkan Rasya, sikap Rasya jadi berubah lebih ramah pada Ryn.
"Hari ini temani aku kerumah Mami" ucap Rasya pada Ryn, yang sedang Memasak sarapan di dapur
"Kenapa pak?" tanya Ryn karena tidak mendengar perkataan dari Rasya
"Temani aku pergi kerumah Mami" ulang Rasya sambil mendekat ke arah Ryn. Karena gugup di dekati oleh Rasya, tangan Ryn terkena semburan minyak panas.
"Aw... Emm.." menggosok tangan kirinya yang kena minyak panas.
"Jangan di gosok" memegang tangan Ryn, menarik Ryn berjalan kearah westafel.
"Siram pakai air dulu, kalau kamu gosok nanti luka" ucap Rasya yang sedang membersihkan tangan Ryn. membuat Ryn menatap Rasya dan fokus nya terbagi
"Sakit tidak?" memalingkan wajah nya ke arah Ryn dan sekarang mereka saling menatap.
"Ah.. Tidak pak, sudah enakan terimakasih" ucap Ryn menarik tangannya kembali
"Lain kali hati-hati, aku kan sudah bilang biar Siti yang lakukan pekerjaan rumah" ucap Rasya.
"Aku hanya, bosan kalau terus duduk dan tiduran pak" ucap Ryn menundukkan kepalanya karena gugup terus di tatap oleh Rasya.
"emm.. Ini bau apa ya..??" tanya Rasya.
"Nugget ku, (berjalan ke arah kompor) yahh gosong" ucap Ryn melihat nugget nya yang gosong karena dia lupa mematikan kompor nya.
"Tidak apa-apa goreng baru lagi saja" ucap Rasya.
"Tapi sayang nugget nya.." ucap Ryn
"Terus kamu mau aku makan nugget gosong itu?" ucap Rasya
"Ah Tidak, biar aku goreng lagi" ucap Ryn
Saat Ryn akan mengangkat nugget, tiba-tiba tangannya di tarik oleh Rasya.
"Biar Siti yang mengerjakan, kamu ikut aku" ucap Rasya menarik tangan Ryn untuk mengikutinya.
"Mau kemana? Aku belum selesai pak?" ucap Ryn
__ADS_1
"Siti... Siti...." Teriak Rasya.
"Ah iya pak" ucap Siti berlari menghampiri Rasya.
"Teruskan memasak, lain kali jangan biarkan Ryn masak" ucap Rasya.
"Maaf pak, buk" Siti menundukkan kepalanya.
"Tidak apa Siti, kan memang aku yang mau" ucap Ryn.
"Yasudah cepat lanjutkan masak" ucap Rasya.
Rasya menarik tangan Ryn membawanya untuk masuk kedalam Ruangan kerjanya.
"Ada apa pak?" tanya Ryn
"Stttsss, ini untuk kamu" ucap Rasya memberikan beberapa paper bag besar.
"Ini apa banyak sekali" ucap Ryn
"Buka saja" ucap Rasya.
"Itu baju hamil untukmu, aku menyuruh Sekretaris ku yang membelikannya, kalau kamu tidak suka, nanti diganti lagi saja" ucap Rasya.
"Tidak usah pak, ini bagus dan nyaman semua, terimakasih " ucap Ryn tersenyum
"Ternyata saat tersenyum cantik juga" Batin Rasya.
"Kenyamanan sangat penting apalagi untuk anakku" ucap Rasya mengalihkan pembicaraannya.
"Ah.. Iya pak, ini sudah cukup nyaman pak" ucap Ryn
"Baguslah kalau gitu kamu boleh bawa semuanya, nanti suruh Siti yang bereskan baju-baju ini" ucap Rasya.
"Iya pak terimakasih" ucap Ryn
"Jika perlu apapun kamu boleh bicara pada saya, atau gunakan saja Kartu yang saya kasih padamu" ucap Rasya.
"Tidak pak, semuanya sudah cukup" ucap Ryn
__ADS_1
"Entah kenapa saya, menjadi tidak sabar" ucap Rasya
"Tidak sabar kenapa?" Tanya Ryn
"Saya ingin bermain dengan anak saya, seperti teman-teman saya yang lain, bermain dengan keluarganya" ucap Rasya
"Apa setelah anak ini lahir kamu akan pergi?" tanya Rasya.
"Iya pak, sesuai kesepakatan kita, saya akan pergi dengan anak ini" ucap Ryn
"Apakah saya bisa bertemu anak saya, bagaimanapun dia penerus saya" ucap Rasya.
"Sangat boleh pak, anak juga butuh perhatian dari papah nya, dan semoga nanti perhatian bapak sama ratanya" ucap Ryn
"Maksud kamu?" Rasya menatap Ryn
"Nanti bapak akan menikah dan memiliki anak lagi, semoga kasih sayang bapak sama Rata" ucap Ryn menundukkan kepalanya.
"Menikah.. Dengan siapa?? Dia saja pergi meninggalkan saya" ucap Rasya.
"Semoga bapak bisa mendapatkan yang terbaik" Ucap Ryn
"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Rasya
"Memiliki anak ini saja sudah cukup untuk aku pak, saya akan membesarkan dan merawat anak ini" ucap Ryn
"Apakah kau tidak punya niat untuk menikah lagi?" tanya Rasya.
"Saya tidak tau pak, yang penting anak saya bahagia saja sudah cukup, saya tidak mau menikah dengan orang yang belum tentu sayang dengan anak Saya, karena bagi seorang ibu kebahagiaan anak adalah segalanya" ucap Ryn
Saat Rasya akan menjawab perkataan Ryn, tiba-tiba Siti datang mengetuk pintu ruangan Rasya.
"Pak, Bu sarapannya sudah siap" ucap Siti.
"Iya siti terimakasih" ucap Ryn beranjak keluar
"Ryn, lain kali jangan mengerjakan pekerjaan rumah lagi, saya pekerjakan Siti untuk mengerjakan itu semua" ucap Rasya
"Saya dan Siti sama pak, hanya beda tempat saja, mari keluar pak" ucap Ryn beranjak pergi meninggalkan Rasya. Dan Rasya masih termenung katena kata-kata Ryn sambil menatap kepergian Ryn.
__ADS_1
Bersambung.