
Mita sedang berjalan ke arah ruangan Dirga tiba-tiba ada Nila yang menghadang jalannya.
"Mau apa kamu ke ruangan pak Dirga?" tanya Nila
"Apa ada urusannya dengan mu?" balas Mita
"Aku cuma lihat akhir-akhir ini kamu sering sekali pergi ke ruangan pak Dirga, apa karena Ryn tidak ada terus kamu yang menggantikannya untuk menggoda pak Dirga?" ucap Nila tersenyum sinis.
"Jaga ucapanmu, aku ataupun Ryn bukan cewek yang seperti itu!! Aku ada urusan apa untuk ketemu pak Dirga memang apa hak mu? kau Ibu nya ? atau istrinya? Kau bahkan belom pernah menginjakkan kakimu di ruangan pak Dirga walaupun hanya untuk bebersih, sadar diri saja!! " ucap Mita
"Ish.. Kau.. Awas saja kamu nanti" ucap Nila pergi meninggalkan Mita dengan kesal.
"Ish bisa Gila aku setiap hari bertemu dengan dia, bagaimana bisa Ryn tahan dengan ocehan dia" gumam Mita.
"tokk..tokk..tokk (Mengetuk pintu) Assalamualaikum" ucap Mita memberi salam
"Waalaikummusalam masuk" ucap Dirga dari dalam ruangan.
Ceklek (membuka pintu)
"Permisi pak, ada yang mau saya bicarakan" ucap Mita menghampiri Dirga yang sedang duduk di meja kerjanya.
"Ah Mita, ada apa?" tanya Dirga
"Saya kesini mau minta Izin lagi untuk Ryn, karena Ryn tadi menelpon saya kalau dia sedang tidak sehat" ucap Mita
"Ryn sakit lagi? Sebenarnya Ryn sakit apa ? kenapa dia sering sekali sakit akhir-akhir ini?" tanya Dirga langsung berdiri
"Ryn hanya kecapaian saja pak, dia hanya butuh istirahat dengan baik" ucap Mita
"Apa yang dikatakan dokter kemarin, tolong beritahu saya ?" ucap Dirga
"Mana mungkin aku beritahu bapak, bagaimana nasib Ryn nanti" batin Mit
"Mit jawab saya?" ucap Dirga
"Ehmm.. maaf pak, tapi Yang dikatakan Dokter pun Ryn hanya butuh Istirahat yang cukup" ucap Mita.
"Tapi aku memang tidak berbohong, memang benar kan Dokter menyuruh Ryn Istirahat" batin Mita lagi.
"Apa tidak ada yang lain?" tanya Dirga
"Tidak ada sepertinya pak" ucap Mita.
"Baiklah kalau gitu, suruh Ryn Istirahat saja dulu, jangan pikirkan tentang pekerjaan" ucap Dirga
"Baik pak Terimakasih, kalau gitu saya permisi" ucap Mita menunduk kan kepalanya satu kali menandakan hormat kesopanan. Dan pergi meninggalkan Dirga.
"Ada apalagi ini Ryn, sebenarnya hal apa yang sedang kau sembunyikan dari aku? Kamu bukan tipe perempuan yang sering sakit setauku kau wanita yang hebat, kuat dan tegar" Gumam Dirga.
...----------------...
Mami, Papi dan Rasya sedang berada di meja makan.
"Ryn mana? kenapa belum turun?" Tanya Mami
__ADS_1
"Masih di kamar mungkin Mi" ucap Rasya.
"Mungkin? Kamu sebagai suaminya bagaimana sih, ditanya tentang Istri pun tidak tau?" ucap Mami menaikkan nada bicaranya.
"Apaan sih Mi, Rasya kan tadi dari ruang kerja Rasya" ucap nya sambil memakan roti yang berisi selay stroberi.
"Semalaman kamu diruang Kerja? sebenarnya ada apa kalian?" tanya Mami
"Tidak ada Mi, Rasya hanya sedikit sibuk saja, Mami kenapa sih? ko marah-marah begitu?" ucap Rasya
"Awas jika terjadi sesuatu pada Ryn, biar Mami yang naik ke atas sendiri cari Ryn" ucap Mami beranjak dari duduk nya.
"Apapun alasannya kamu sudah memilih Ryn untuk menjadi istrimu Rasya, bagaimanapun dia adalah tanggung jawabmu di Dunia maupun di Akhirat, walaupun kamu menganggap ini sepele tapi kamu menikahi Ryn secara SAH, kamu harus menjaga dia dengan baik, setidaknya dia adalah seorang wanita, kau menyakiti Istrimu sama saja dengan menyakiti Ibumu karena mereka sama-sama wanita" ucap Papi.
"Iya Pi Rasya mengerti" ucap Rasya
"Senakal-nakalnya Papi, Papi tidak pernah mengajarkan kamu untuk menyakiti Wanita, apalagi dia istri mu, Dan satu lagi jangan main-main karena ada perasaan mami di dalam nya, kalau sampai mami kenapa-kenapa Papi tidak akan memaafkan kamu!!" ucap Papi tegas.
"Iya Pi" ucap Rasya.
...----------------...
Tanpa bicara mami langsung masuk kedalam kamar Rasya dia langsung bejalan ke arah sofa.
"Ryn? kenapa kamu tidur di sofa nak?? Ryn ??" menggaoyangkan tubuh Ryn, namun Ryn tidak merespon nya.
"Ryn ?? , sayang.. bangun nak" ucap Mami menepuk-nepuk pelan tangan Ryn, namun masih tetap tidak ada jawaban dari Ryn
"Ryn jangan buat Mami sakit nak, kamu kenapa?" ucap Mami menggoyangkan badan Ryn dengan sedikit kencang namun Ryn masih tidak membuka matanya.
"Cepetan kesini..." teriak mami lagi
Tidak lama Papi dan Rasya pun langsung masuk ke dalam kamar Rasya.
"Ada apa Mi?" ucap Papi dan Rasya berbarengan
"Ini lihat Ryn dia pingsan" ucap Mami khawatir.
"Pingsan??" ucap Papi
"Rasya Istri mu pingsan ayo bawa dia kerumah sakit" ucap Mami
"Ah iya Mi" Dengan rasa canggung nya dia menggendong tubuh Ryn
"Ayo cepat Rasya, ini pasti karena Ryn tidak makan semalaman di tambah dia tidur di sofa" ucap mami Khawatir
"Sabar Mi" ucap Papi menenangkan Mami
"Bagaimana aku bisa sabar, semalam aku melihat dia habis menangis, ada apa sebenarnya ini" ucap Mami.
Rasya, mami dan Papi berangkat ke rumah sakit untuk memeriksakan Ryn, Sampai dirumah sakit Ryn langsung masuk ke ruang IGD.
"Jika terjadi sesuatu dengan Ryn mami tidak akan maafkan kamu Rasya" ucap Mami
"Mami Rasya tidak tahu apa-apa" ucap Rasya
__ADS_1
"Tidak tahu bagaimana, Mami tau ya Ryn menangis semalaman dan itu pasti gara* kamu ribut dengan Ryn kan?" ucap Mami
"Sudah-sudah jangan ribut, Ini di rumah sakit" ucap Papi menengahi.
Beberapa saat kemudia Dokter keluar.
"Keluarga Nyonya Ryn?" panggil Dokter
"Saya suaminya" ucap Rasya
"Bagaimana keadaaan menantu saya?" ucap Mami
"Nyonya Ryn tidak apa-apa" ucap Dokter tersenyum.
"Bagaimana tidak apa-apa menantu saya pingsan loh" ucap mami emosi
"Mami tenang dulu" ucap Papi.
"Maaf Ibu, Selamat ya Ibu akan menjadi Nenek , Nyonya Ryn sedang mengandung 4 Minggu" ucap Dokter tersenyum.
"Apa?? mengandung? menantu saya sedang Hamil dok?" ucap Mami
"Iya benar Ibu, sekali lagi selamat ya.." ucap Dokter
"Apa.. Hamil!!! apa Dokter benar memeriksanya, mungkin ada yang salah?" ucap Rasya.
"Tidak ada pak semuanya sudah akurat, maaf kalau begitu saya permisi" ucap Dokter beranjak pergi.
"Alhamdulillah kita punya cucu Pi , ayo kita lihat Ryn" ucap mami mengajak Papi untuk masuk.
Sedangkan Rasya masih diluar.
"Bagaimana bisa ini terjadi... kenapa harus hamil, aku hanya melakukan nya sekali " gumam Rasya
"Aku akan menjadi seorang papah, tapi bukan Shella Ibunya.. Bagaimana bisa begini Rasya kau bodoh sekali, apa yang harus aku lakukan kali ini??? BODOH RASYA KAY BODOH " ucap
Rasya menjambak Rambutnya dengan kuat.
Bersambung.
Hallo semuaa... Aku mau kasih Info nih
Bagi Teman-teman yang mau ngobrol bareng aku dan team Atau mau Tanya-tanya tentang novelku...
Boleh gabung ya.. di GC aku @AdrianaNiandra
cara masuk harus sertakan nama dan Novel favorit kalian dari beberapa novel ku, jangan lupa tinggalkan jejak juga.
Contoh:
( Izin masuk : Nia Dari Novel MIPP )
Jika sesuai contoh , Nanti akan ada Admin yang langsung ACC @Ana_Nurull
Terimakasih dan selamat bergabung , Terlovelove .
__ADS_1