Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 30


__ADS_3

Di caffe.


Dirga langsung menghampiri Mita.


"Mit apa Ryn hari ini tidak masuk lagi?" tanya Dirga


"Sepertinya tidak pak, Ryn kan memang izin 3 hari" ucap Mita.


"Apa kamu dapat kabar nya? dia baik-baik saja kan?" tanya Dirga


"Iya pak, Ryn baik-baik saja, Ryn hanya butuh istirahat" ucap Mita.


"Syukurlah, aku senang mendengar nya" ucap Dirga


"Dirga..." tiba-tiba seorang perempuan memanggil Dirga.


"Sayang... Kamu kemana saja sih aku cariin kamu dari kemarin kamu engga ada di Caffe atau di rumah?" ucap Farah memeluk Dirga dari belakang, ya.. Wanita yang memanggil Dirga adalah Farah.


"Apaan sih Lo, lepasin" ucap Dirga menepis pelukan Farah.


"Kamu kenapa sih, aku kan kangen sama kamu" ucap Farah meraih tangan Dirga dan memeluknya.


"Gue bilang lepas ya lepas!!!" menarik paksa tangannya. dah pergi meninggalkan Farah masuk ke dalam ruangannya.


"Sayang... Dirga.. iih.." ucap Farah berlari mengejar Dirga.


"Pak Dirga sebenarnya orang baik, tapi dia tidak bisa tegas mengambil sikap" ucap Mita.


Sedangkan disisi lain Rania sedang berada di rumah sakit menemani neneknya.


"Assalamualaikum nek, Rania datang lagi, Maaf ya kak Ryn belum bisa jenguk nenek, tapi kak Ryn bilang secepatnya akan jenguk nenek karena kak Ryn juga sangat merindukan nenek" ucap Rania duduk di kursi samping Ranjang.


"Nenek cepet bangun yak, cepet sembuh, kami sangat merindukan nenek" ucap Rania.


Tokk..tokk..tokkk (suara pintu di ketuk)


Rania langsung bangkit dari duduk nya dan membukakan pintu.


"Permisi apa benar ini kamar nenek nya Ryn?" ucap Seorang laki-laki bertubuh tegap dan berpakaian rapih.

__ADS_1


"Iya betul, ada apa ya?" tanya Rania.


"Boleh saya masuk dulu?" ucap seorang pria tersebut.


"Iya Silahkan" ucap Rania.


Rania mempersilahkannya duduk di sofa dekat ranjang.


"Maaf pak, cuma ada ini saja" ucap Rania memberikan satu botol air mineral.


"Iya tidak apa-apa, sebenarnya saya kemari hanya ingin memberikan ini" ucap Pria tersebut memberikan amplop coklat


"Ini apa? kalau boleh tau bapak siapanya kakak saya yak?" tanya Rania.


"Saya Galang" ucap Rania.


"Ah ini pak Galang, maaf pak saya tidak tau" ucap Rania.


"Ini kamu ambilah" ucap Galang


"Ini apa pak?" tanya Rania.


"Di dalam situ ada Kartu ATM, di dalam nya sudah berisi uang, itu untuk keperluan mu dan nenek mu" ucap Galang.


"Anggap saja seperti itu" ucap Galang.


"Tapi setau saya nominal ini sangat besar pak, maaf sebelumnya, Sebenarnya pekerjaan kakak saya apa pak?" tanya Rania


"Kakak mu sedang membantu orang, kamu jangan khawatir kakak mu baik-baik saja" ucap Galang.


"Syukurlah kalau begitu, aku jadi lega mendengarnya" ucap Rania.


"Kalau begitu saya kembali Oia kartu nama saya ada di dalam situ, jika ada masalah apapun kamu boleh telpon saya" ucap Galang. Beranjak dari duduknya.


"Iya pak, Terimakasih banyak untuk kebaikan bapak, saya titip kakak saya ya pak" ucap Rania sambil membukakan pintu.


"Permisi" ucap Galang pergi.


Galang berjalan dan masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Kau kenapa lama sekali?" ucap Rasya


"Maaf Bos, tadi adiknya Ryn menanyakan tentang kondisi kakaknya" ucap Galang.


"Lalu Bagaimana?" tanya Rasya yang sedang duduk di belakang.


"Semua nya sudah aman bos, saya juga sudah memberikan kartu nama saya" ucap Galang.


"Bagus, yasudah jalan" ucap Rasya.


"Siap bos" ucap Galang. menjalankan mobil nya.


Disisi lain mbok Sumi sedang berada di dapur dan Mami menghampiri mbok Sumi.


"Bagaimana mbok?" tanya Mami


"Siap Nyonya" ucap Mbok Sumi.


"Jangan sampai ada yang terlewat ya mbok" ucap Mami


"Tenang saja nyonya semuanya aman" ucap mbok sumi.


"Bagus" ucap Mami tersenyum.


"Mami?" ucap Ryn.


Sontak saja membuat Mami dan mbok sumi terkejut.


"Ryn? kenapa kesini?" tanya Mami dengan nada suara yang gugup.


"Aku tadi kekamar mami, tapi mami gak ada, Yaudah aku turun kesini, ini kan waktunya mami minum obat" ucap Ryn.


"Ah iya mami Lupa" uca mami


"Yasudah ayo mami minum obat Dulu" ucap Ryn menggandeng tangan mami.


"mbok jangan lupa pesan saya" ucap mbok Sumi.


"Aman nyonya" ucap mbo Sumi tersenyum.

__ADS_1


"Kok perasaan ku tidak enak ya.." batin Ryn bicara.


Bersambung.


__ADS_2