
KeEsokan harinya, Rasya dan Gilang sudah berada di kantor polisi, dengan tekad yang bulat Rasya langsung melaporkan Dirga pada pihak yang berwajib, karena kesalahan dan bukti cctv yang jelas, tanpa memperlambat waktu kepolisian langsung memberi surat penangkapan pada Dirga.
Tok..tok...tok (Suara pintu diketuk)
"Bi bukakan pintu ada tamu" ucap Tante Ratih yang sedang meminum teh nya di ruang tamu.
Dengan sigap Bibik berlari kedepan dan membukakan pintu rumah.
"Permisi bu, Ada dua orang polisi di depan menanyakan Den Dirga?" ucap Bibik
"Apa... Polisi" Tante Ratih langsung meletakkan teh nya dan menghampiri tamunya tersebut.
"Permisi apa benar ini rumah bapak Dirga?" ucap seorang polisi saat melihat tante Ratih keluar.
"Benar, ada apa ya menanyakan anak saya?" Tanya tante Ratih.
"Bapak Dirga dilaporkan telah melakukan kesalahan, ini surat perintah penangkapannya (memberikan amplop coklat yang berisikan surat penangkapan) saat ini kami akan membawa bapak Dirga untuk melakukan Pemeriksaan dan kesaksian dari beliau, kepada Ibu atau bapak kami minta kerja samanya" ucap seorang polisi pada tante Ratih
"Apa?? Anak saya tidak salah apa-apa, untuk apa di bawa ke kantor polisi, itu pasti salah!!!" ucap Tante Ratih dengan nada tinggi.
"Jika tidak bisa di ajak kerjasama, kami akan tangkap secara paksa" ucap pak Polisi
Dengan langkah sempoyongan yang dibicarakan turun dari tangga dengan wajah kusut.
"Apa itu bapak Dirga?" tanya pak polisi
"Bukan... itu buk.." ucap tante Ratih terpotong karena Dirga datang menghampiri mereka.
"Iya saya sendiri, ada apa ini?" tanya Dirga menghampiri ke arah mereka yang ada di luar pintu.
"Bapak silahkan ikut kami ke kantor Polisi" menghampiri Dirga
__ADS_1
"Tidak mau, saya salah apa..??" membantah dengan keras.
"Biar dijelaskan di kantor saja" ucap pak polisi memegang paksa tangan Dirga dan membawanya masuk kedalam Mobil
"Jangan... Anak saya tidak salah" ucap Tante Ratih berusaha mengejar mereka.
"Ibu bisa bantu jelaskan di kantor saja" ucap pak polisi.
...----------------...
"Apa tidak sebaiknya kita kembali ke kantor dulu?" ucap Galang pada Rasya
"Tidak usah saya mau menunggu nya dulu disini" ucap Rasya.
"Tapi sepertinya masih lama, sedangkan kita ada meeting penting" ucap Galang
"Urusan Istri saya lebih penting" ucap Rasya tegas, Galang yang sangat mengenal jelas Rasya, dia tau bahwa kata-katanya tidak akan bisa di bantah.
...----------------...
Dirga sudah berada dikantor polisi, disusul oleh tante Ratih dengan membawa mobilnya sendiri, tidak lupa di sepanjang perjalanan tante Ratih berusaha menelpon pengacara nya, agar segera datang ke kantor polisi.
Dengan langkah cepat tante Ratih menyusul Dirga yang di bawa pihak kepolisian masuk kedalam ruangan pemeriksaan. Tepat disana tante Ratih bertemu dengan Rasya, Galang dan Pengacaranya.
"Rasya apa maksudnya ini? Kenapa kamu melaporkan Dirga?" ucap Tante Ratih menghampiri Rasya dengan penuh emosi.
"Tanyakan saja pada anak Tante, bukannya Galang kemarin sudah menjelaskannya?" ucap Rasya
"Ingat Rasya, Dirga itu sepupuh kamu, kamu lebih membela perempuan kampungan itu dari pada Dirga yang sepupuh mu sendiri, apa kata orang nanti, keluarga samudera saling berselisih seperti ini?" ucap Tante Ratih dengan nada Emosi.
"Saya tidak peduli omongan orang luar, dan satu hal, yang tante sebut perempuan kampungan itu, Istri saya, saya disini sebagai suaminya, akan melindungi Istri saya tidak peduli itu keluarga atau bukan, kesalahan tetap saja kesalahan!!!" ucap Rasya dengan nada Tegas.
__ADS_1
"Tapi Rasya, Dirga itu sepupuh kamu, sebaiknya kamu cepat cabut tuntutan sebelum berita ini tersebar, dan membuat malu keluarga Samudera" ucap Tante Ratih
"Untuk apa Saya cabut laporan saya, Keluarga Samudera tidak akan malu, karena ini memperjuangkan kebenaran, harusnya tante didik anak tante dengan benar agar tidak memperlakukan diri sendiri apalagi keluarga" ucap Rasya.
"Ini bisa di bicarakan baik-baik, tidak perlu sampai ke kantor polisi" ucap Tante Ratih namun Rasya tidak menjawab ucapan tante Ratih malah beranjak ke arah pengacaranya.
"Semua nya saya serahkan pada Anda, harus sesuai dengan jalur hukum, saya kembali ke kantor dulu, Jika perlu bantuan boleh telpon Galang" ucap Rasya pada pengacaranya.
"Baik pak, saya akan lakukan yang terbaik" ucap Pengacara Rasya.
"Kami permisi" ucap Galang
"Rasya tunggu, bagaimana dengan Dirga...Rasya..." teriak tante Ratih, namun Rasya dan Galang berjalan terus keluar.
"Tidak ada yang perlu di cemaskan, rekor pak Bara sudah sangat unggul di negri ini, siapa yang tak kenal beliau" ucap Galang pada Rasya.
"Saya tidak memikirkan itu, saya sedang memikirkan istri saya, sebaiknya kita pulang saja" ucap Rasya.
"Apa pulang... Tapi kita ada meeting penting??" ucap Galang
"Kau kan bisa atur, aku sedang ingin bertemu istriku" ucap Rasya.
"Hah tumben? Tapi meeting nya sangat penting" tanya Galang.
"Kenapa? aku kan Bos nya dan kau sekertaris aku, untuk apa aku punya sekertaris, jika aku, aku juga yang harus tangani?" ucap Rasya .
"Baiklah kau menang, kau Bosnya" ucap Galang.
Bersambung..
Selamat tahun baru... Semangat baru... Kehidupan baru... Semoga menjadi Pribadi yang semakin baik dari sebelumnya, belajar dari kesalahan, belajar dari kegagalan, Jadikan Kegagalan itu langkah awal mensukseskan diri, dan Jadikan Kesalahan juga sebagai pelajaran diri, Damai itu Indah, bagaimana cara nya Damai hanya hatimu yang tahu... Semangat :* ;*
__ADS_1