Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 31


__ADS_3

Malam hari semua berkumpul di meja makan, papi, Mami , Rasya dan Ryn sedang menikmati makan malam mereka.


"Ryn kamu mau nambah lagi makanannya ?" tanya Mami


"Enggak Mi, Ryn sudah kenyang" ucap Ryn.


"Kalau gitu mbok Sumi punya makanan penutup untuk kita, mbok boleh dikeluarkan sekarang" ucap Mami


"Ini makanan penutup nya silahkan, ini untuk non dan Aden , yang ini untuk Nyonya dan Tuan" ucap mbok Sumi sambil meletakkan cake di hadapan mereka.


"Wah ada acara apa ini tumbe sekali?" ucap Papi


"engga ada, Mami dan mbok Sumi lagi pengen buat cake aja" ucap Mami.


"Papi jadi semangat makannya kalau gitu" ucap Papi memakan cake nya.


"Ayo.. Ryn , Rasya dimakan dong cakenya, mami dan mbok Sumi udah susah-susah buat loh ?" ucap Mami.


"Iya Mi, ini Ryn makan" ucap Ryn memotong cake yang ada di piring nya.


"Ini Rasya makan Mi" ucap Rasya menyuap sesendok cake ke dalam mulutnya.


"Bagaimana enak kan ?" tanya Mami.


"Enak banget Mi" ucap Ryn sambil mengunyah dan sedikit belepotan.


"Habis kan dong Ryn , Rasya" ucap Mami


"Rasya tidak terlalu suka manis Mi, mami kan tau" ucap Rasya hanya makan sedikit cakenya


"Sedikit pun tidak apa-apa yang penting kamu sudah memakannya" Batin mami.


"Makannya pelan-pelan sayang tidak akan ada yang mengambil cake mu" ucap Rasya mengambil tissu dan mengusap sudut bibir Ryn yang terkena cake.


"Ah.. Terimakasih" ucap Ryn langsung mengambil tissu dan mengusap nya sendiri.


"Kalian romantis sekali sih, Mami jadi inget masa muda dulu" ucap Mami tersenyum.

__ADS_1


"Ekhem .. Masa muda yang mana?" ucap Papi


"Ya.. sama papi lah" ucap Mami meraih tangan papi.


"Kirain" ucap Papi sambil melanjutkan makannya.


Selesai makan malam, Ryn langsung naik kekamarnya, sedangkan Rasya masih berada di ruang kerjanya.


"Kenapa kepalaku sakit sekali" memegang kepalanya.


"Ah... " memegang kepalanya dan duduk di ranjang tempat biasa Satya tidur.


"Aku istirahat disini, sebentar dulu aja kali ya.. Pak Rasya juga masih sibuk dengan pekerjaan nya" ucap Ryn. membaringkan tubuhnya.


Sedangkan disisi lain.


"Baru jam segini tumben kepalaku sudah berat" ucap Rasya memijat kepalanya.


"Huft.." Menjatuhkan pulpen nya


"Lebih baik istirahat saja dulu" ucap Rasya menutup laptopnya dan membereskan dokumen-dokumen nya.


Rasya memiringkan tubuh nya meraba sebelahnya dia melihat sosok wanita cantik di hadapannya sedang memejamkan mata menghadap kearah nya.


"Shela.. Kamu disini? kenapa kamu engga bilang sama aku" ucap Rasya karena kepalanya yang berat dan tidak fokus melihat dia pun menyangka wanita yang di sebelahnya adalah Shela kekasihnya.


"Aku rindu sekali" ucap Rasya memeluk Ryn mengusap rambut Ryn dan mengecup nya hangat.


Entah karena pengaruh obat yang Mami berikan mereka sama-sama seperti lupa akan segalanya, seperti sedang masuk dalam khayalan.


"Shela kali ini Izinkan aku untuk memilikimu sepenuhnya, aku mencintaimu" ucap Rasya beralih posisi.


"Emmm..." lenguh Ryn yang masih setia menutup matanya. Karena kepala Ryn benar-benar berat dia menghabiskan 2 potong cake sendiri.


Mendengar itu membuat hasrat Rasya semakin memburu. Rasya laki-laki yang terkenal Dingin dan Acuh pada Wanita namun karena obat membuatnya lupa diri.


Malam panjang pun terjadi untuk Rasya dan Ryn, dan hal itu sama-sama pertama kali nya untuk mereka.

__ADS_1


......................


Pagi menjelang, entah berapa kali mereka melakukannya semalam, sampai membuat mereka lupa waktu.


Ryn mengedipkan matanya, dia melihat ke sekeliling dan berusaha bangun namun ada yang menyakitkan di area tubuhnya.


"Aws.. sakit sekali" Ryn melihat ke arah bawah


"Aaaaaa...." teriak Ryn langsung menyelimuti tubuhnya dia melihat ke sampingnya.


"Pak Rasya" tiba-tiba Ryn menjatuhkan airmatanya melihat laki-laki tak berbusana yang di samping nya adalah Rasya


Ryn berlari ke arah kamar mandi, walaupun dengan tubuh kesakitan namun lebih sakit lagi hatinya.


**


Mendengar suara Teriakan Rasya terbangun dari tidurnya sama seperti Ryn Rasya pun terkejut melihat dirinya sendiri yang tanpa busana.


"Ada apa ini? sepertinya semalam aku mimpi, Darah" Rasya melihat ke sampingnya ada bercak darah yang tertinggal.


"Apa semalam bukan mimpi? lalu siapa semalam Shela atau... Ryn" Rasya langsung bangun Sebelumnya dia menutupi tubuhnya dengan kimono yang ada di kursi.


Rasya berjalan ke arah kamar mandi tempat terdengar suara perempuan menangis.


tok..tok..tokk (suara pintu diketuk).


"Ryn.. kamu di dalam kan ? Ryn buka pintunya aku mau bicara?" ucap Rasya.


"Ryn??? maafkan aku, tolong buka pintunya apa semalam aku yang memaksamu?" tanya Rasya.


"Maaf pak Ryn masih mau disini, tolong biarkan Ryn sendiri dulu" ucap Ryn dari dalam kamar mandi.


"Baiklah kalau sudah tenang temui aku, aku menunggumu, aku akan bertanggung jawab atas semua yang kulakukan" ucap Rasya.


**


"Apa sebenarnya yang terjadi, apa semalam ada paksaan ??? semalam kepalaku berat sekali" ucap Ryn berusaha mengingat kejadian semalam.

__ADS_1


"Percuma saja aku tidak ingat apapun, bagaimana ini, kami sudah melakukannya, Ahh.. Ryn kau bodoh sekali kenapa kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri. Bagaimana setelah ini, aaarrghhh" ucap Ryn menangis menyesali perbuatan yang bahkan tidak dia ketahui semalam.


Bersambung.


__ADS_2