
"Galang antar kan aku ke Caffe sekarang" ucap Rasya beranjak dari duduknya.
"Baik Bos" ucap Galang.
Beberapa belas menit kemudian, mereka sampai di Caffe tempat Ryn bekerja.
"Bos mau kemana?" ucap Galang saat melihat Rasya membuka pintu mobilnya.
"Masuk ke dalam" ucap Rasya.
"Tapi nanti Bos akan ketauan, biar saya saja yang cari nona" ucap Galang.
"Yasudah, Cepat jangan sampai Mami menunggu kita" ucap Rasya.
Galang pun turun dari mobil, dan masuk ke dalam Caffe, Galang langsung mendatangi kasir dan bertanya soal Ryn.
"Wah itu cowok ganteng banget" ucap Mita dalam hati.
"Ah.. Apa Ryn? dia nyari Ryn?" gumam Mita, karena mendengar nama Ryn di sebut-sebut Mita langsung berjalan menghampiri cowok itu.
"Permisi apa bapak mencari Ryn?" tanya Mita pada Galang.
"Ah iya betul saya sedang mencari Ryn apa dia ada ?" ucap Galang.
"Ada, bapak silahkan tunggu dulu, nanti saya panggilkan" ucap Mita.
"Terimakasih" ucap Galang, Galang pun mencari table kosong dan duduk disana.
**
"Ryn..." Teriak Mita saat membuka pintu ruang ganti pakaian.
"Ah.. Ada apa sih Mit, kenapa teriak gitu, kaget tau gue" ucap Ryn terbangun dari tidurnya yang baru saja mau dia mulai.
"Ryn..Ryn... Cepet cerita sama gue, Lo punya kenalan baru ya??" tanya Mita antusias.
"Gebetan baru apa? gak ada? kenapa sih Mit?" tanya Ryn
"It..itu.. di depan gue liat Cowok ganteng banget, kayanya dia orang kaya, dia nyariin Lo" ucap Mita.
"Ah.. nyariin gue?" tanya Ryn
"Ish... Iya cowok ganteng, pakaiannya bermerk semua, udah Lo cepet temuin dia" ucap Mita semangat menggandeng tangan Ryn untuk menemui cowok tersebut.
__ADS_1
"Mit pelan-pelan badan gue masih lemes" ucap Ryn memperlambat laju jalannya.
"Sorry-sorry Ryn" ucap Mita.
"Mana orang nya?" ucap Ryn
"Emmm... AH.. itu dia" ucap Mita menunjuk ke arah Galang.
Dengan cekatan Galang langsung berdiri, berjalan menghampiri Ryn dan Mita.
"Kamu? Ada apa?" tanya Ryn
"Ada yang menunggu Anda, mari ikut saya" ucap Galang sambil mengarahkan pandangannya pada mobil mewah yang terparkir tepat di depan caffe.
"Ah.. emm kalau begitu saya mau minta Izin dulu" ucap Ryn mengikuti pandangan Galang dan dia mengerti siapa yang sedang menunggunya.
"Mit Lo bisa bantuin gue gak?" tanya Ryn pada Mita.
"Bantu apa Ryn?" jawab Mita.
"Buatin gue Izin, gue ada perlu " ucap Ryn
"Lo mau kemana? Cowok ganteng ini siapa? Lo jangan aneh-aneh ya Ryn?" Bisik Mita.
"Yaudah nanti gue bilang ke pak Dirga" ucap Mita.
"Uh.. sayang baik banget sih, Yaudah gue mau ambil tas dulu " Ryn pun masuk kembali keruang ganti untuk mengambil Tasnya.
"Pak, apa bapak kenal dengan Ryn?" tanya Mita pada Galang.
"Iya, saya permisi Mbak, nanti kalau Ryn sudah kembali tolong bilang saya tunggu di parkiran" ucap Galang beranjak pergi.
"Ish..Ganteng sih, tapi kaku banget, Sebenarnya ada hubungan apa sih Ryn dengan cowok itu? gue jadi kepo gini yak?" ucap Mita.
**
Di dalam mobil.
"Wajah kamu pucat sekali" ucap Rasya pada Ryn yang duduk di sebelahnya.
"Saya tidak apa-apa pak" ucap Ryn
"Bagus, jangan sampe sakit, hari ini Mami pulang, kamu harus mainkan Drama yang bagus, jika tidak kau tanggung sendiri akbitanya, aku akan mintakan kau cuti 3 hari, gunakan waktu itu sebaik mungkin untuk istirahat dan mengurusi Mami " ucap Rasya
__ADS_1
"Baik pak, tapi jika membantu Mami termasuk dalam Drama maaf saya menolaknya" ucap Ryn melirik ke arah Rasya
"Kenapa? kamu jangan.." ucapan Rasya terpotong.
"Karena saya akan mengurusi Mami dengan ikhlas" ucap Ryn menundukkan kembali wajahnya. seketika Rasya langsung menghadap ke arah Ryn. Namun Ryn masih dalam posisi nya.
Tiga puluh menit kemudian, Rasya turun dari mobil nya, dia membukakan pintu untuk Ryn, menggandeng Ryn untuk ikut turun bersamanya.
"Kenapa jantungku jadi berdetak cepat seperti ini, tenang Ryn ini hanyan Drama saja" Batin Raina.
"Assalamualaikum" ucap Rasya dan Ryn berbarengan.
"Waalaikummusalam, mantu kesayangan Mami sudah datang" ucap Mami langsung menghampiri Ryn
"Mami, Mami sudah sehat?" ucap Ryn sambil menyalami tangan mami nya Rasya.
"Kamu kenapa nak, kelihatannya lemas sekali, muka mu juga pucat, kamu sakit ya??" ucap Mami
"Emm engga Mami, Ryn hanya kecapaian saja ko" ucap Ryn.
"Ah.. Mami ngerti, nanti mami suruh mbok Sumi buatkan jamu untuk mu" ucap Mami nya tersenyum penuh arti.
"Mami anak mu disini loh, kamu melupakan aku?" ucap Rasya. Rasya memang bersikap dingin diluar, namun saat dengan maminya dia akan bersikap manja, seperti anak ABG.
"Mana mungkin Mami melupakan anak mami yang tampan ini" ucap Mami menggandeng tangan Rasya dan sebelahnya lagi menggandeng tangan Ryn.
"Umur mu sudah berapa Rasya masih saja bersikap manja seperti itu" ucap Papi nya
"Memang nya kenapa?" ucap Rasya menyender di pundak Maminya.
"Sudah-sudah sini duduk, Mami mu masih harus banyak istirahat" ucap Papi nya Rasya.
"Tidak apa Pi, Mami masih kangen anak dan mantu mami" ucap Mami.
"Rasya.. Jangan lupa Mami ingin sesegera mungkin mendapatkan cucu, jika tidak mami tidak mau melihat kamu lagi" ucap Mami melepaskan tangan Rasya, dengan akting ngambeknya.
"Mi, masalah anak kan sudah ada yang atur, yang penting Rasya dan Ryn selalu berusaha" ucap Rasya mendekat ke arah Ryn dan merangkul pundak Ryn , membuat tubuh Ryn jadi kaku seketika.
"Iya dan pastikan usaha itu membuahkan Hasil, kalau tidak Mami tidak mau berobat lagi biarkan saja Mami sakit" ucap Mami nya.
"Iya Mami, Mami tenang saja percayakan saja pada Rasya dan Ryn, iya kan sayang" ucap Rasya mencium kening Ryn. Ryn berusaha menghindar karena rasa tidak nyamannya.
"Jangan menghindar, aku sedang akting" bisik Rasya di telinga Ryn.
__ADS_1
Bersambung..