
Dirga keluar dari ruangan Rasya dan langsung berjalan keluar rumah Rasya.
"Dirga... kamu mau kemana?" ucap Tante Ratih, namun Dirga semakin mempercepat langkahnya tanpa menjawab sepatah kata pun.
"Mbak kalau gitu Ratih pulang dulu ya.. Maaf kalau Ratih salah bicara, dan maafkan juga sikap Dirga, semoga mbak cepat sehat Ratih pamit" ucap Tante Ratih, pergi menyusul Dirga keluar
"Anak dan Ibu memang sama aja" ucap Mami.
"Nyonya lebih baik istirahat saja dulu" ucap mbok Sumi
"Tidak perlu Mbok aku tidak apa-apa" ucap Mami memijit kepalanya perlahan
"Ayo nyonya nanti nyonya sakit lagi" ucap mbok sumi
"Tidak, Ryn dimana mbok? Bagaimana keadaannya? " tanya Mami
"Non Ryn sedang berada di dalam kamar, saya tidak berani mengganggu istirahat nya"
__ADS_1
"Yasudah biarkan Ryn istirahat saja dulu mbok" ucap Mami.
"Ryn sudah terlalu banyak menderita, dia sudah telalu banyak bersedih, padahal dia sedang mengandung" ucap Mami
"Iya nyonya, saya juga merasa kasian pada non Ryn, tapi saya yakin non Ryn orang yang kuat, dan tabah" ucap Mbok sumi
"Iya mbok, saya juga yakin dia perempuan yang kuat" ucap Mami
...----------------...
Sedangkan Tante Ratih dan Dirga berada di dalam mobil, Dirga menyetir dengan sangat kencang dan ugal-ugalan.
"Mama tanya aku ada apa? Apa mama tiba-tiba Amnesia?" tanya Dirga.
"Pelan-pelan Dirga, jangan ngebut, Aaaww" teriak tante Ratih saat Dirga mengerem mobil nya sekaligus.
"Dirga Ada apa ini!!" Bentak tante Ratih dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Mama, aku sudah menuruti semua kata-kata mama, tapi aku juga pernah bilang kalau jangan pernah ganggu Ryn, jangan pernah jelekkan namanya, ma aku mencintai Ryn, Dirga Sayang ma sama Ryn, kenapa mama selalu menghalangi Dirga" ucap Dirga dengan penuh emosi.
"Cukup Dirga!! Untuk apa kamu mengharapkan perempuan itu lagi, harus nya dengan kejadian tadi sudah cukup membuat mu sadar kalau Ryn bukan perempuan baik-baik" ucap Tante Ratih dengan nada tinggi
"Kejadian tadi bukan hanya membuat aku sadar, tapi membuat aku semakin jauh dari Ryn dan ini semua gara-gara mama" ucap Dirga menatap mamanya dengan tajam
"Dirga, dengar mama, Ryn sudah tidak memperdulikan mu, dia bahkan sudah menikah dengan laki-laki yang lebih kaya dari kamu, Kalaupun memang dia mencintaimu, dia tidak akan pergi meninggalkan kamu, sadarlah Dirga, antara cinta dan bodoh memang sangat tipis!!! Lagi pula seharusnya Ryn tau kalau Rasya dan kamu saudara sepupu, semua media bahkan sudah memberitakan itu, tapi apa dia tetap menikahi Rasya kan?" tanya tante Ratih membalas tatapan Dirga dengan tajam
"Ryn bukan perempuan seperti itu, Dirga hafal betul siap Ryn, kalau saja mama tidak menentang hubungan kami, pasti Dirga yang ada di posisinya Rasya" ucap Dirga.
"Terserah kamu saja percuma mama bicara sama kamu, otak mu memang sudah tercuci habis oleh Ryn, jalankan mobilnya masih banyak yang lebih penting dari pada wanita itu" ucap tante Ratih
"Mama pulang saja sendiri, Dirga mau pergi ketempat lain" ucap Dirga keluar dari mobil nya dengan membanting pintu keras-keras.
"Dirga.. Kamu mau kemana? Jangan melakukan hal nekad Dirga..." Teriak tante Ratih sambil membuka jendela kaca.
"Kenapa kamu susah sekali menuruti kata-kata mama Dirga!!!" Teriak tante Ratih, namun sudah terlambat Dirga sudah pergi menggunakan taxi yang kebetulan lewat.
__ADS_1
Bersambung .
Maaf sekali MIPP launching telat, tapi memang Nia lagi banyak kesibukan di Dunia RL dan sempat eror jadi Nia tidak bisa up, semoga kalian bisa mengerti. Sekali lagi Nia ucapkan Terimakasih untukk support nya, maafkan Nia karena belum bisa up tepat waktu, Love lovee All