
Rania memberanikan dirinya untuk pergi ke Caffe milik Dirga, Caffe yang Rania tau tempat kakaknya bekerja.
"Kebetulan sekali itu kak Mita" Gumam Rania.
"Kak Mita.. Kak???" panggil Rania, berlari menghampiri Mita.
"Rania?? kamu sedang apa disini?" ucap Mita.
"Kak apa kak Ryn ada? beberapa hari ini kak Ryn tidak menemui aku, aku sangat mengkhawatirkannya" ucap Rania.
"Dua hari yang lalu kakak mu mengabari aku, dia sedang berada di rumah sakit, tapi handphone nya tidak bisa di hubungi lagi, kalau begitu kita kesana saja sekrang" ucap Mita.
"Apa dirumah sakit, kakak kenapa?" ucap Rania khawatir.
"Sudah tenang saja kakak mu tidak apa-apa, kalau begitu kita berangkat sekarang saja" ucap Mita.
"Tapi pekerjaan kakak bagaimana?" tanya Rania
"Sudahlah tidak apa-apa, kakak mu sebnernya tidak memperbolehkan aku menjenguknya, tapi aku juga mengkhawatirkan keadaan nya " ucap Mita.
Tiga puluh menit kemudian, Mita dan Rania sampai di Rumah sakit tempat Ryn di rawat, mereka pun langsung berjalan keruangan Ryn, sebelumnya mereka menanyakan pada Resepsionis.
Tok..tok..tok (suara pintu kamar diketuk)
"Masuk" Ucap Ryn yang tidak tau kalau itu Sahabat dan adiknya yang datang mengunjunginya.
"Kak Ryn??" teriak Rania.
"Rania.." ucap Ryn terkejut.
Rania langsung berlari memeluk kakak nya.
__ADS_1
"Kakak tidak apa-apa kan? mana yang sakit Kak?" ucap Rania
"Kakak tidak apa-apa, kalian kenapa kemari, Mit??" ucap Ryn.
"beberapa hari ini kakak tidak mengabari aku, aku khawatir, aku pergi ke Caffe nya kak Dirga tapi aku tidak menemukan kakak disana, beruntung aku bertemu kak Mita dan mengajak ku kemari" ucap Rania.
"Maaf Ryn aku juga sangat mengkhawatirkan keadaan kamu" ucap Mita.
"Kakak tidak apa-apa Ran, aku baik-baik saja" ucap Ryn Tersenyum.
"Mana yang sakit kak? apa ada yang terluka??" tanya Rania
"Tidak ada adek, kakak hanya kecapaian saja dan butuh istirahat" ucap Ryn.
"Tapi Ran, apa kakak bisa minta tolong, kakak haus sekali ingin Jus alpukat, dikantin rumah sakit ada, apa kamu mau belikan kakak Jus?" tanya Ryn
"Ah iya.. Akan Rania belikan, apa ada yang lain lagi?" tanya Rania semangat.
"Tidak ada sayang itu saja, tolong ya Ran" ucap Ryn
Setelah kepergian Rania, Ryn langsung mengajak Mita berbicara. karena keinginan Ryn minum Jus itu hanya alasan saja agar Ryn bisa mengajak Mita berbicara.
"Mita.. kenapa kamu aja Rania kemari, untung saja Rasya sudah pergi" ucap Ryn.
"Apa dia tadi ada kemari?" tanya Mita.
"Iya sebentar sebelum dia mendapatkan telpon dari kekasihnya." ucap Ryn dengan pandangan kosong.
#Flashback On.
Selagi berbicara dengan Ryn Tiba-tiba Ada yang menelpon nya. Tanpa memperdulikan Ryn yang kekususahan menaiki Ranjang rumah sakit.
__ADS_1
"Hallo sayang iya ada apa??" ucap Rasya
"Benarkah? apa kamu di bandara sekarang? yasudah kalau gitu aku kesana sekarang, kamu tunggu aku ya.." ucap Rasya mematikan telponnya dan siap-siap untuk pergi sambil memakai jas nya kembali.
"Jika Mami telpon kamu, bilang saja aku sedang membelikan kamu makanan, atau kalau sampai sore aku belum datang bilang saja aku ada meeting mendadak, aku tidak bisa mengantarkan kamu pulang, tapi nanti aku akan suruh Galang menjemputmu, Aku permisi" ucap Rasya pergi meninggalkan Ryn sendirian.
"Baik pak" ucap Ryn berusaha tersenyum.
"Baru saja pak Rasya menutup pintu kenapa Air mataku jatuh kembali" ucap Ryn menghapus air matanya.
#Falsh back Off.
"Jadi dia pergi untuk menjemput kekasih nya?" tanya Mita
"Iya tapi Kenapa sesakit ini rasanya, aku sudah tau hari ini akan datang, hari dimana kekasih nya pak Rasya pulang, tapi kenapa hati ku sakit, sekali mendengarnya" ucap Ryn meneteskan airmatanya.
"Lalu bagaimana dengan kamu dan anakmu Ryn?" tanya Mita.
"Tidak apa-apa Mita, aku tidak mungkin menuntut terlalu banyak pada pak Rasya, dia sudah membiayai keluarga ku dengan baik, aku hanya menjalankan peran penggantinya saja, karena yang Asli sudah datang, aku akan mundur" ucap Ryn.
"Tapi Ryn anak ini tidak bersalah dia membutuhkan kamu dan Pak Rasya" ucap Mita.
"Tapi pak Rasya tidak membutuhkan kami, aku akan merawat anak ini" ucap Ryn
"Kamu yakin bisa sendiri?" tanya Mita.
"Kenapa tidak bisa, Ini anakku, Dia bukan kesalahan, Dia anugerah untuk ku, pak Rasya mungkin akan bertanggung jawab pada anaknya, karena dia juga menyuruhku untuk merawat anak ini dengan baik, seperti itu saja sudah cukup Mita" ucap Ryn. memegangi perutnya .
Mita memeluk Ryn.
"Menangis lah Ryn, keluarkan isi hatimu, aku disini ada bersamamu, jangan bersedih, aku yakin suatu saat nanti Air mata ini akan di gantikan dengan Air mata kebahagiaan" ucap Mita mengusap punggung Ryn.
__ADS_1
"Terimakasih Mita, Terimakasih selalu menemaniku, Terimakasih selalu membantuku" ucap Ryn menangis.
Bersambung.