
Beberapa minggu kemudian.
Dirga kembali memulai hidup nya, dia masih sama seperti Dirga yang dulu, masih mencintai Ryn walaupun dia tau Ryn sudah bahagia, tetap saja dia tidak bisa menghapus rasa cinta di hatinya. Bukan kah Cinta memang hak semua orang? Itu yang selalu terbersit dalam pikiran Dirga.
Dengan wajah kesal Farah menghamipir Dirga di dalam ruangannya.
"Kamu kemana saja sih, kenapa kamu tidak menghampiri aku? Kamu tau ga sih aku nunggu kabar dari kamu, aku bulak balik lihat notif handphone berharap akan ada pesan masuk dari kamu, kamu pikirin perasaan aku ga sih, aku nunggu kamu loh Dirga!!!" Ucap Farah dengan nada bergetar.
"Aku capek Farah, kamu terus menuntut ku menjadi laki-laki yang kamu mau, tanpa kamu intropeksi diri, kalau kamu mencintai seseorang bukan dengan cara menekannya, tapi dengan cara mengambil hatinya" ucap Dirga yang seolah bingung harus berbicara apa lagi pada Farah.
"Aku sudah mengorbankan semuanya, aku seperti pengemis tau ga sih, kamu bisa ga sih hargain aku sedikit aja, jangan Ryn terus yang kamu pikirin, ayolah Dirga bangun.. Tidur mu terlalu jauh" ucap Farah.
"Aku sudah bilang JANGAN SEBUT NAMA RYN, masih ngerti bahasa manusia ga sih kamu? lebih baik kamu pergi sebelum aku berbuat kasar" ucap Dirga dengan penuh emosi.
__ADS_1
"Arghhh..!!" ucap Farah dan pergi meninggalkan Dirga dengan Amarahnya.
Disisi lain, Rasya sedang memelui Ryn dari belakang, hubungan mereka memang sudah sangat membaik, Rasya sudah menjadi suami dan calon ayah yang baik.
"Kira-kira berapa lama lagi, saya bisa bertemu anak saya?" Tanya Rasya sambil mengusap perut Ryn yang sudah besar.
"Sepertinya 3 minggu lagi kita bisa bertemu anak kita" ucap Ryn tersenyum.
"Lama sekali, saya sudah tidak sabar melihat nya" Ucap Rasya.
"Itu memang harus, karena dia anak saya" ucap Rasya dengan nada yang di tekan.
"Semoga saat itu tiba, mas bisa menemani aku ya saat melahirkan nanti?" ucap Ryn, dengan mata yang penuh harap.
__ADS_1
"Itu pasti, aku akan menemani mu, akan berada di samping mu, memegangi tangan mu, untuk bertemu dengan anak kita" ucap Rasya menatap mata Ryn.
"Terimakasih mas" Ryn memeluk Rasya dengan erat.
"Itu sudah kewajiban ku" membalas pelukan Ryn, sambil mencium kening Ryn.
"Apa benar semua kata-katanya, aku bahkan tidak sanggup untuk membayangkannya lagi, entah kenapa semakin mendekati persalinan, hatiku semakin bingung di buat nya, apa yang akan mas Rasya lakukan setelah melahirkan nanti, apa dia akan mempertahakan aku, atau membuangku, aku tidak bisa berpisah dengan anakku" Batin Ryn terus merasa resah.
"Kamu jangan banyak berfikir aneh-aneh sayang, yakin lah kita bisa melewati semua cobaan yang ada, aku akan menjagamu dan anak kita, nyawa sekali pun taruhannya" ucap Rasya lagi seolah meraskan getaran dari hati Ryn
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
Hallo temen-temen semuanya.. Maafkan aku yang tidak aktif dalam pembuatan novel ini, membuat ceritanya menjadi menggantung.. Sebenarnya cerita ini adalah cerita yang sangat aku suka, dan membuatnya pun dengan penuh semangat.. Semua ceritanya sudah terkonsep rapih, tapi karena satu dua hal, membuat cerita ini menggantung sampai sekarang, dan saya pun masih bingung, harus di lanjut atau tidak.. Menurut temen-temen gimana?
Tulis di kolom komentar yaa..