
Rasya masuk ke dalam kamarnya, melihat Ryn sedang duduk di Sofa, yang biasa Ryn gunakan untuk tidur.
"Kamu kenapa?" Tanya Rasya mendekat ke arah Ryn
"Eh, pa Rasya" ucap Ryn tersadar dari lamunannya.
"Kamu kenapa? Kamu tersinggung dengan kata-kata mereka?" tanya Rasya
"Tidak pak, saya tidak apa-apa" ucap Ryn
"Mulai sekarang, apapun yang kamu rasakan, kamu ceritakan saja pada saya, jangan terlalu banyak melamun, sangat tidak baik untuk ibu yang sedang mengandung" ucap Rasya.
"Iya pak saya mengerti, saya akan menjaga anak ini dengan baik, karena ini anak saya juga" ucap Ryn, seolah berpikir kalau yang di khawatirkan hanya bayi nya saja.
"Anak yang dalam kandungan, bergantung pada ibunya juga, jadi kamu juga harus menjaga dirimu dengan baik, baru bayi itu akan baik-baik saja" ucap Rasya menatap wajah Ryn.
"Terimakasih" ucap Ryn.
"Kalau begitu kamu istirahat di kasur saja, jangan menekuk tubuhmu di sofa" ucap Rasya
"Tidak apa-apa pak" ucap Ryn
Karena Ryn tidak menuruti kata-kata Rasya, Rasya pun mendekati Ryn dan menarik tangan Ryn agar mengikutinya.
__ADS_1
"Mau berjalan sendiri atau saya yang gendong?" tanya Rasya membuat mereka saling menatap.
"Kalau begitu saya gendong" Karena tidak mendengar jawaban dari Ryn, Rasya langsung siap-siap menggendong Ryn
"Tidak, Tidak usah saya bisa jalan sendiri" ucap Ryn buru-buru beranjak dari sofa, dan berjalan ke kasur sendiri.
"Kenapa tidak dari tadi saja jalan sendiri, tau gitu aku tidak akan susah-susah menarik tanganmu" ucap Rasya, beranjak pergi keluar dari kamar.
"Kenapa dia jadi marah-marah begitu" gumam Ryn.
Rasya berjalan masuk ke dalam ruang kerja yang ada di rumah mami, tidak lama Dirga pun mengikuti Rasya.
"Ngapain lo kesini?" tanya Rasya pada Dirga
"Gue mau ngomong sama lo?" ucap Dirga
"Bagaimana bisa lo menikahi Ryn? yang gue tau Shella kekasih lo bukan Ryn?" tanya Dirga.
"Kekasih belum tentu menikah kan, sama seperti lo dengan Ryn?" ucap Rasya.
"Kenapa harus Ryn banyak diluar sana perempuan yang bisa lo nikahi kan, dan kenapa lo gak nikah sama Shella saja!" ucap Dirga
"Kenapa ya.. Ya karena Ryn juga mau gue nikahi, kalau engga, gak mungkin kan kita menikah, sebentar lagi kami juga akan memiliki anak" ucap Rasya melirik ke arah Dirga.
__ADS_1
"Apa... Jadi Ryn Hamil?? " ucap Dirga terkejut
"Iya.. Ryn sedang mengandung anak gue, jadi lo tau kan apa yang harus lo lakuin, JAGA JARAK" ucap Rasya menekan kan kata jaga jarak nya.
"Apa lo memanfaatkan Ryn?" tanya Dirga
"Tidak, dan apapun itu lo tidak perlu tau juga kan?" ucap Rasya.
"Gue berhak tau, karena gue sangat mencintai Ryn" ucap Dirga
"Kalau lo mencintai Ryn kenapa lo meninggalkan dia" ucap Rasya menyipitkan matanya
"Gue ninggalin dia karena ada alasan tertentu" ucap Dirga dengan nada sinis nya
"Kalau lo beneran sayang, mau karena alasan apapun juga lo gak akan ninggalin dia" ucap Rasya tegas
"Apa maksud lo?" tanya Dirga
"Maksud gue, lo sadar diri saja dengan posisi lo sekarang, dan jangan ganggu Ryn karena dia sudah punya suami!!!" ucap Rasya.
"Jangan seneng dulu, kita masih belun tau akhirnya bagaimana!!" ucap Dirga, lalu beranjak pergi.
"Coba saja" ucap Rasya
__ADS_1
"Arghhh (membantingkan pulpen ke lantai) kenapa gue jadi emosi seperti ini, tidak mungkin gue cemburu kan!!!" ucap Rasya
Bersambung.