
"Bapak ?" ucap Siti melihat Rasya masuk ke dapur
"Kamu tadi yang mengurusi saya?" tanya Rasya sambil mengambil sebotol air dingin Dari dalam kulkas
"Bukan pak, itu emm Buk Ryn yang mengurusi bapak tadi pagi" ucap Siti
"Lalu dimana dia sekarang?" Tanya Rasya
"Tadi saya lihat sedang ada di taman pak" ucap Siti.
"Oke" ucap Rasya menaruh kembali botol air kedalam kulkas.
Rasya berjalan ke arah taman untuk melihat Ryn. Ternyata benar kata Siti, Ryn memang sedang berada di taman, duduk di antara kursi yang berada disana.
"Sayang.. Jika nanti kamu lahir mama akan menunjukkan bagaimana indahnya Dunia, Kita akan pergi bersama, bernyanyi bersama, tertawa bersama, ada kamu, mama dan tante Rania yang menemani kita, Mama akan berdoa agar kamu mendapatkan banyak kebahagiaan, jangan sampai nasib mu sama seperti mama" ucap Ryn sambil mengelus-elus perutnya.
"Jadi kamu akan membawa anakku pergi jauh dariku?" ucap Rasya berjalan menghampiri ke arah Ryn .
"Pak Rasya, sejak kapan bapak disitu?" tanya Ryn yang terkejut melihat kedatangan Rasya.
"Lumayan lama, untuk mendengar curhatanmu" ucap Rasya duduk di pinggir Ryn
"Maaf saya tidak bermaksud seperti yang bapak pikirkan" ucap Ryn
"Memang kamu tau apa yang sedang saya pikirkan?" ucap Rasya. Menatap Ryn
"emm.. Tidak pak" ucap Ryn menundukkan kepalanya
"Ryn saya mau berterimakasih sama kamu" ucap Rasya
"Terimakasih untuk apa pak?" tanya Ryn
__ADS_1
"Tadi pagi kamu yang merawat ku kan?" ucap Rasya.
"Ah iya pak, tapi siti juga membantu jadi bukan hanya saya saja" ucap Ryn
"Siti tadi saya sudah bicara" ucap Rasya
"Iya pak" menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu selalu menundukkan kepalamu saat bicara dengan saya?" tanya Rasya
"Tidak apa-apa pak" ucap Ryn
"Saya mau minta maaf, atas semua yang saya lakukan sama kamu, itu karena saya tidak mau memberi kamu harapan apapun" ucap Rasya menatap kearah Ryn
"Saya mengerti pak, saya juga tidak mau berharap apapun, karena dari awal sudah jelas ini hanya pura-pura" ucap Ryn
"Tapi anak yang kamu kandung tetap anak saya, saya tidak mau kamu menjauhkan saya dari anak saya" ucap Rasya
"Saya tidak akan menjauhkan anak dari papa nya, bapak tenang saja, tapi setelah anak ini lahir saya akan pergi dari sini" ucap Ryn
...----------------...
Rania berada di cafe dekat dengan mita bekerja, sebelum kuliah dia sengaja untuk pergi menemui mita terlebih dahulu.
"Kak permisi, apa ada kak Mita ?" tanya Rania pada salah satu teman Mita
"Sebentar saya panggilkan" ucap Teman Mita
Tidak lama Mita keluar dari arah dapur.
"Rania kamu disini? Ada apa?" tanya Mita
__ADS_1
"Kak apa disini ada kerjaan part time untuk Rania?" tanya Rania pada Mita
"Kamu mau kerja disin? Kamu tau kan ini cafe milik Dirga? " tanya Mita
"Iya kak Rania tau, tapi Rania tidak tau mencari dimana lagi, semua cafe menolak karena penuh karyawan" ucap Rania
"Jadi kamu benar-benar ingin bekerja?" tanya Mita
"Iya kak, Ran mau kerja" jawab Rania
"Lalu bagaimana dengan Ryn, kakak mu tidak akan mengizinkan itu, selama ini Ryn bekerja keras agar kamu kuliah dengan benar" ucap Mita
"Justru karena itu kak, Rania ingin membantu kak Ryn, Rania akan tetap kuliah sambil bekerja, Ran tidak mau ka Ryn terus tersiksa karena kepura-puraan itu kak" ucap Rania dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Kamu tenang saja, kakak mu baik-baik saja, dia akan kecewa kalau kamu tidak menuruti kata-katanya" ucap Mita
"Kalau saja dari awal Ran tau apa yang kak Ryn lakukan, Rania tidak akan mengizinkan, lebih baik Rania tidak kuliah dari pada harus berpisah dengan kak Ryn, Rania kesepian kak" ucap Rania
"Sabar sayang, semua pengorbanan pasti akan dapat kebahagiaan nantinya, sudah seharusnya memang seperti ini itu semua karena Ryn sangat menyayangimu, jika kamu ingin membantu kakak mu, buat dia bangga dengan prestasimu, belajar yang rajin agar lulus dengan hasil yang baik" ucap Mita.
"Tapi kak Rania tetap ingin bekerja, Rania bisa bekerja sambil belajar ko kak" ucap Rania
"Disini Dirga pasti akan menerimamu, tapi tolong pikirkan perasaan kakak mu, tinggal kamu harapan Ryn" ucap Mita
"Baiklah kak terimakasih" ucap Rania.
"Semangat sayang kebahagiaan menanti kalian di depan" memeluk Rania
"Terimakasih kak" ucap Rania membalas pelukan Mita.
Jangan bersedih dengan Kesedihan yang sedang kamu rasakan sekarang, tapi bersyukurlah dengan apa yang telah kamu miliki, dan dengan siapa yang sudah tulus padamu.
__ADS_1
Bersambung.
Haii semuanya maaf ya jika Nia membuat kalian kecewa, tapi Nia juga sama punya kehidupan nyata seperti kalian semua yang harus Nia jalani, terimakasih untuk yang support Nia, dan terimakasih untuk kalian yang sudah menyempatkan Waktunya untuk membaca Karya Nia. Salam sayang dari Nia :* :*