Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 22


__ADS_3

Ryn masuk ke dalam Caffe dia bertemu dengan Mita.


"Ryn Lo engga apa-apa?" tanya Mita.


"Engga apa-apa" ucap Ryn tersenyum kaku


"Sabar ya Ryn, semua ini ujian buat Lo" ucap Mita.


"Aku engga apa-apa Mit, makasih ya.." ucap Ryn berjalan ke arah toilet


Di dalam Toilet


"Kenapa-Kenapa rasanya sakit sekali, kamu bilang mau perjuangkan aku tapi mana, dihadapan cewek itu kamu hanya diam saja" ucap Ryn menangis.


"Cukup Ryn jangan berharap lagi, 2th sudah cukup bagi kamu memberinya waktu, sekarang yang terpenting kamu bisa membiayai dan membahagiakan Nenek dan Rania" ucap Ryn di depan cermin sambil menyuci mukanya.


**


Di dalam ruangan Dirga


"Gue engga suka kalau Lo terlalu besikap semena-mena pada Ryn, kali ini gue maafin Lo, tapi jika ada lain kali gue gak akan segan-segan buat mutusin pertunangan kita!!" bentak Dirga


"Coba saja kalau kamu bisa, Tante Ratih tidak akan setuju, bagaimanapun aku yang menyelamatkan nyawamu saat kamu hampir tertabak dulu, kalau tidak, tulang kaki ku tidak akan patah dan mungkin aku masih bisa lari atau olahraga seperti orang normal pada dasarnya " ucap Farah


"Iya aku tau, kalau saja bukan itu masalah ya, aku mungkin sudah meninggal kan mu sejak lama!!" ucap Dirga.


Tiba-tiba telpon Farah bunyi dan Farah langsung mengangkat telponnya.


"Hallo, iya saya sendiri, ada apa ?" ucap Farah pada seseorang yang menelpon nya.


"Apa.. di Cansel ko bisa, kita kan sudah tanda tangan kontrak?" ucap Farah terkejut


"Bukan, bukan masalah ganti rugi nya, tapi saya memang sangat ingin menjadi model iklan di produk ini, coba di cek ulang deh, mungkin ada kesalahan" ucap Farah


"Keputusan bos besar? Ah yasudah baik lah" ucap Farah.

__ADS_1


"Arghh.. Kenapa bisa tiba-tiba di Cansel seperti ini, padahal tinggal 3 hari lagi!!" ucap Farah Kesal.


----------------------------------------------


"Bagaimana apa kau sudah melakukannya?" tanya Rasya pada Galang.


"Sudah Bos.. kami sudah memutuskan kontrak kerja samanya" ucap Galang


"Bagus, mereka memang harus di beri pelajaran, agar tidak terlalu sombong" ucap Rasya tersenyum sinis.


"Sejak kapan kau mengurusi masalah sepele seperti ini Bos?" tanya Galang


"Sejak sekarang, kembali bekerja!" ucap Rasya.


-------------------------------------------------


"Ryn Lo istirahat dulu aja, biar gue yang kerjain ini" ucap Mita menggantikan Ryn untuk menyuci piring kotor


"Engga apa-apa Mit, gue engga cape juga" ucap Ryn tersenyum , namun terlihat dari wajahnya dia sedang tidak baik-baik saja.


"Siapa yang suruh Lo gantiin kerjaan Ryn, kasih balik sama dia" ucap Farah, ternyata sebelum dia pulang dia memeriksa ke bagian dapur.


"Dia lagi sakit biar saya saja yang gantikan" ucap Mita.


"Sakit apa, dia masih bisa berdiri, kalau masih mau kerja disini jangan manja!" ucap Farah


"Udah Mit biar gue saja" ucap Ryn mengambil kembali spons cuci piring.


"Tapi Ryn muka Lo pucet banget" ucap Mita.


"Gue engga apa-apa ko" ucap Ryn


"Udah-udah jangan pada Drama Mulu, cepet kerja" Bentak Farah sambil terus memerhatikan Ryn


"Sshhhsss..(Ryn meringis) Aahh.. Pranggkk (suara piring pecah) Ryn memegang kepalanya"

__ADS_1


"Rin Lo gpp?" ucap Mita menahan tubuh Ryn


"Erghh.. gimana sih kerja Lo, pake pecahin piring segala, cepet bersihin" ucap Farah


"Heh.. Lo ga liat kalau Ryn udah lemes gini? kalau dia sakit Lo mau tanggung jawab!!" bentak Mita


"Lo pelayan berani bantah gue!!" ucap Farah


"Ada apa ini ribut-ribut" ucap Dirga masuk ke dapur setelah mendengar keributan.


"Dia pecahin piring, kenapa engga kamu pecat aja sih dia" ucap Farah.


"Ryn tidak sengaja dia kelelahan, kepalanya pusing, dia butuh ISTIRAHAT" ucap Mita


"Ryn kamu engga apa-apa kan?" ucap Dirga berlari langsung memegang pundak Ryn, namun Ryn menepisnya.


"Apa-apaan sih sayang.. ngapain sih kamu" ucap Farah.


"Diam!!! lebih baik kamu pulang sekarang!!" teriak Dirga


"Aku engga mau" ucap Farah


"Pulang atau aku suruh orang seret kamu " ucap Dirga.


"Ishhhh!!!" Farah berbalik dengan kesal dan pergi.


"Ryn sini, aku bantu, kita kerumah sakit ya?" ucap Dirga


"Tidak perlu, Mita tolong bantu aku, aku mau istirahat sebentar" ucap Ryn


"Permisi pak" ucap Mita memapah Ryn untuk istirahat di ruang ganti baju khusus Karyawan.


Dirga memerhatikan kepergian Ryn dengan sedih.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2