Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 49


__ADS_3

Selesai melangsungkan pemakaman nenek, Ryn sedang berada di dalam kamar nya, dia sedang duduk sambil memeluk foto neneknya.


"Nenek kenapa Tinggalin Ryn secepat ini, Ryn bahkan tidak ada di saat-saat terakhir nenek, maafkan Ryn nek" ucap Ryn menjatuhkan airmatanya.


"Kak .. " ucap Rania membuka pintu kamar Ryn dan berlari memeluk Ryn dari belakang.


"Kakak sekarang kita cuma berdua, Kakak tidak usah kerja lagi ya.. Rania tidak mau jauh sama kakak lagi?" ucap Rania dengan wajah yang sembab


"Tapi Ran kakak sudah terikat kontrak, kamu yang sabar ya.. Mungkin secepatnya kontrak kakak juga selesai" ucap Ryn membalikkan badannya menghadap ke arah Rania.


"Rania ingin ikut kakak aja, Rania engga mau sendirian kak, Rania kesepian, Sebenarnya apa yang sedang kakak Kerjakan? kakak Kerja dimana kenapa tidak mau memberi tahu Ran?" ucap Rania menatap wajah Ryn meneteskan air matanya.


"Rania Sebenarnya kakak menjalankan pernikahan Kontrak" ucap Ryn menundukkan kepalanya.


"Apa??? Kakak bilang apa?" ucap Rania terkejut


"Iya Ran, saat itu kakak sedang bingung, kakak tidak tau harus bagaimana lagi mencari uang operasi nenek dan Kuliah kamu" ucap Ryn menundukkan kepalanya.


"Kakak kenapa engga bilang aku, aku kan udah bilang aku ga usah kuliah, aku bisa cari kerja sendiri kak buat bantu kakak, sekarang lebih baik kakak sudahi saja kontrak kakak, kita bisa cari uang bersama untuk memenuhi kehidupan kita" ucap Rania


"Tidak bisa semudah itu" ucap seorang laki-laki yang masuk kedalam kamarnya dan itu ternyata Rasya dengan Galang..


"Pak Galang?" ucap Rania


"Iya, kenalkan ini bos saya Rasya Samudera" ucap Galang memperkenalkan Rasya pada Rania


"Rasya Samudera? pengusaha terkenal itu?" tanya Rania keheranan.


"Iya.. Saya Rasya suami kakak kamu" ucap Rasya


"Suami kak Ryn?? Kak jadi kakak menikah pura-pura dengan pak Rasya? Jawab kak?" ucap Rania memegang kedua pundak Ryn

__ADS_1


"Iya dek" ucap Ryn menganggukkan kepalanya.


"Kalau gitu, pak tolong putuskan kontrak dengan kakak saya, nanti saya akan mencicil biaya ganti nya pak" ucap Rania


"Memang nya kamu bisa mencicilnya? Kamu sudah kerja?" tanya Rasya


"Belum pak tapi saya akan berusaha, saya akan mencari sesegera mungkin" ucap Rania


"Tetap tidak bisa Karena Ryn sedang mengandung anak saya" ucap Rasya


"Apa???? Kak apa itu benar??" tanya Rania menatap Ryn kakak nya. Namun Ryn tidak menjawabnya.


"Bagaimana bisa seperti i ini kak?? Kata kakak hanya pernikahan Kontrak ka, bagaimana bisa hamil??" ucap Rania


"Maafkan kakak Ran" ucap Ryn meneteskan air matanya.


"Lalu bagaimana dengan nasib baby nya kak? Apalagi Setelah kalian pisah nanti?" ucap Rania.


"Kamu tenang saja, saya akan bertanggung jawab dengan anak saya, Dan masalah hak asuh, saya akan berikan pada Ryn, saya tidak akan mempersulit" ucap Rasya. Rasya keluar dari kamar Ryn diikuti oleh Galang.


...****************...


"Rania tidak tau harus bicara apa, maafkan Rania kak, karena Rania kakak harus menjalankan hidup seperti ini, Kakak sudah banyak berkorban untuk Rania" memeluk Ryn dengan erat.


"Maafkan kakak Rania, kakak hanya tidak mau kamu bernasib sama seperti kakak" ucap Ryn membalas pelukan adiknya.


...----------------...


"Apa kamu tau latar belakang keluarga Ryn? " tanya Rasya pada Galang.


"Ayah Raina seorang pengusaha sukses, Sebelum akhirnya meninggal karena kecelakaan, Rumah ini satu-satunya sisa dari peninggalan orang tua Ryn" ucap Galang.

__ADS_1


"Ternyata dulu dia anak orang kaya" ucap Rasya sambil memerhatikan foto keluarga Ryn.


...----------------...


Dirumah Dirga.


Di dalam ruang tamu Tante Ratih sedang menonton acara televisi Tiba-tiba Dirga menghampiri nya.


"Mama.. Kenapa Mama izinkan Ryn untuk mengundurkan diri, Dirga hanya mengizinkan Ryn untuk Cuti sementara saja" tanya Dirga dengan nada tinggi.


"Dirga kamu ini kenapa? Jangan tidak sopan seperti itu? Ini pasti gara-gara cewek kampung itu kan?" tanya Tante Ratih.


"Siapa yang Kampung? Ryn bukan cewek kampung ya ma, dan Ryn juga gadis baik-baik, Dirga sudah menuruti keinginan Mama, kenapa Mama melanggar kesepakatan kita?" ucap Dirga


"Kesepakatan apa? Mama bilang kamu tidak boleh dekat lagi dengan Ryn, Mama tidak memecat dia, tapi dia yang mengundurkan diri, jadi Mama tidak salah kan?" ucap Tante Ratih.


"Salah, Mama Salah, kenapa Mama tidak hubungi Dirga dulu?? Dirga tidak akan mengizinkannya Ma" ucap Dirga.


"Apa sih yang kamu harapkan dari dia, dia tidak bisa di banggakan, beda dengan Farah, keluarganya berada, dia juga seorang model" ucap Tante Ratih.


"Ryn punya segalanya, dia punya Hati dan Wajah yang Cantik, yang paling penting dia bisa membuat aku nyaman, karena kenyamanan susah dicari" ucap Dirga.


"Bagaimana kamu bisa nyaman dengan Farah, yang kamu pandang hanya wanita itu?? Kenapa kamu tidak mencoba nya dulu Dirga??" ucap Tante Ratih


"Hati tidak bisa di Paksakan Ma, yang ada akan patah" ucap Dirga meninggalkan Mamanya masuk kedalam kamarnya


"Dirga... Mama masih bicara sama kamu?? Dirgaa???" teriak Tante Ratih memanggil-manggil nama Dirga.


...****************...


Dirga membaringkan dirinya diatas kasur empuk nya dia membuka handphone nya, dan langsung menampilkan wajah Ryn yang sedang tersenyum.

__ADS_1


"Kapan aku bisa melihat senyuman ini lagi Ryn, Senyuman kebahagian yang memancarkan ketulusan dari hati kamu, Aku merindukan setiap saat bersama mu Ryn, andai saja waktu bisa berjalan mundur, aku ingin menggunakannya" ucap Dirga Tersenyum memandangi Foto Ryn.


Bersambung.


__ADS_2