
Saat Ryn dan Mami sedang mengobrol di ruang tamu, tiba-tiba ada yang membunyikan bell pintu, mbok Sumi dengan cekatan langsung membukakan pintu.
"Siapa mbok?" tanya Mami. Mbok Sumi pun langsung menghampiri Mami dan Ryn.
"Ini ada paket untuk Den Rasya Nyonya" ucap Mbok Sumi memberikan kotak paket pada Mami.
"Apa ini? Kamu yang pesan Ryn?" tanya Mami.
"Emm.. tidak Mi" ucap Ryn
"Biar Mami buka aja, takutnya ini penting" ucap Mami
Karena rasa penasarannya Mami pun membuka paket itu.
"Dasi? (semoga suka ya sayangku aku belikan ini khusus untukmu) Apa ini? " ucap Mami saat membaca kartu ucapan yang Ada di dalam kotak paket tersebut .
"Kenapa ada kartu ucapan dari wanita segala ?" ucap Mami dengan nada yang mulai meninggi.
"Mbok telpon Rasya suruh pulang sekarang juga" ucap Mami
"Baik nyonya" Mbok Sumi pun berjalan ke arah telpon rumah untuk menelpon Rasya.
"Ryn apa kamu pernah mendengar Rasya berhubungan dengan wanita lain? kalau iya katakan sama Mami, Mami tidak mau punya anak yang senang mempermainkan atau bahkan menduakan wanita" ucap Mami nya Rasya.
"Sabar Mami, Ryn yakin Mas Rasya tidak akan seperti itu" ucap Ryn mengusapi tangan Mertuanya.
"Kamu sabar sekali nak" ucap Mami Rasya dan di balas senyuman oleh Ryn
"Tidak ada hak juga untuk Ryn marah Mi, karena walaupun Ryn istri Mas Rasya tapi hatinya bukan untuk Ryn" Batin Ryn.
__ADS_1
-----------------------------------------------
"Ryn kemana?" Tanya Dirga pada Mita.
"Semalam dia bilang katanya sakit pak, jadi dia minta izin" ucap Mita
"Sakit? sakit apa?" tanya Dirga khawatir
"Kayanya dia Kecapaian, Kemarin apalagi dia belom sarapan sama sekali" ucap Mita
"Ah em Terimakasih informasi nya" ucap Dirga beranjak pergi meninggalkan Mita, masuk kedalam ruangannya.
Didalam ruangan, Dirga menyender dekat jendela ruangan nya. Dia melihat satu orang cowok memakai Hoodie dan berpakaian warna hitam dari atas sampai bawah.
"Orang itu lagi, sebenarnya siapa orang itu? kemarin juga gue sekilas lihat Galang, sebenernya ada hubungan apa Ryn dan Galang?" ucap Dirga.
"Gue pergi kerumah nya aja kalau gitu" ucap Dirga bersiap membawa kunci mobil nya.
Hampir satu jam menunggu, akhirnya Rasya dan Galang sampai dirumah utama. Dengan cepat Rasya langsung masuk untuk menghampiri Maminya.
"Mami ada apa sih ? Rasya mau ada meeting harus pulang dulu?" tanya Rasya.
"Jadi Meeting mu lebih penting dari pada menemui Mami ?" tanya Mami
"Itu tidak mungkin, Mami segalanya di hidup aku" ucap Rasya memijat pundak mamanya pelan.
"Apa kamu masih punya hubungan dengan wanita lain? JAWAB?" ucap Mami menghadap dan memperhatikan Rasya
"Ah mami ngapain sih ngeliatin nya begitu banget" tanya Rasya yang mulai tidak enak hati.
__ADS_1
"Jadi mami nyuruh Rasya pulang cuma untuk jawab ini?" ucap Rasya.
"Jawab saja Rasya setelah itu kamu tidak perlu mencari alasan" ucap Mami
"Mami, Mami kenapa sih? Rasya sudah tidak ada hubungan dengan perempuan lain, Rasya juga sudah menikah mami" ucap Rasya
"Lalu ini Dasi dari siapa?" tanya Mami memberikan nya pada Rasya.
"Didalam kotak itu juga masih ada kartu ucapan, kamu baca saja sendiri" ucap Mami dengan suara tingginya.
Rasya mengambil kotak yang di berikan maminya. Rasya pun membaca kartu ucapan itu.
"Sudah ku duga ini pasti dari shela" Batin Rasya.
"Siapa ? apa kamu mengenal perempuan itu?" tanya Mami Rasya.
"Tidak Mami, ini mungkin hanya orang yang iseng aja " ucap Rasya
"Berapa banyak orang iseng yang bisa mengetahui Alamat rumah ini?" tanya Mami
"Emm.." Rasya tidak bisa menjawab..
"Dengar ya Rasya, Bagi mami menantu Mami cuma ada satu yaitu Ryn, jika kamu macem-macem, kamu akan menerima konsekuensinya dari mami" ucap Mami.
"Iya Mami, udah dong jangan marah" ucap Rasya memeluk maminya dari arah samping.
"Jangan cuma Mami, tapi istri mu juga butuh penjelasan" ucap Mami
" Salah apalagi aku, aku udah diam dari padahal". Batin Ryn bergidik Ngeri melihat tatapan dari Rasya.
__ADS_1
Bersambung*.