Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 76


__ADS_3

Dirga memang sudah lama di keluarkan dari penjara, dengan perjanjian-perjanjian yang harus Dirga tepati, yang salah satunya tidak boleh berada 10M di dekat Ryn, dan perjanjian itu yang membuat Dirga terus uring-uringan.


"Arrgggghhhhh.... Kenapa sih kenapa gue gak bisa melupakan Ryn?? Gue udah coba dengan sebisa mungkin tapi bayangan Ryn masih ada dalam benak gue.." ucap Dirga bicara pada hatinya sendiri.


"Cinta ini seolah sudah membekas di dalam diri gue, semakin gue mencoba melupakan Ryn, semakin banyak kenangan yang keluar di memory gue" sambung Dirga.


"Itu karena kamu memang tidak niat melupakannya" ucap Tante Ratih datang menghampiri Dirga. Yang sedang duduk di pojok kamarnya.


"Mama.. Ngapain mama kesini? kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dulu??" ucap Dirga


"Apa kamu juga lupa kalau pintunya tidak kamu tutup?" Tanya Tante Ratih.

__ADS_1


"Tidak aku tutup?? " melihat ke arah pintu kamarnya.


"Dirga kamu sadar tidak sih? Semakin hari kamu semaki pelupa, Semaki hari kamu semakin terlihat menjadi orang bingung.. Hanya karena satu cewek kenapa kamu seperti ini??" ucap Tante Ratih.


"Ma aku??" ucap Dirga tertahan


"Dirga setelah papamu pergi, hanya kamu yang mama punya, semakin lama keuangan kita semakin menipis, caffe juga semakin sepi, karena kamu tidak fokus mengembangkannya? Bagaimana kalau caffe itu tutup, dari mana nanti penghasilan kita?" tanya Tante Ratih menatap Dirga.


"Mama tau ini kesalahan Mama, karena memisahkan mu dulu dengan Ryn, tapi apa hanya karena wanita kamu melupakan segalanya, kamu bahkan melupakan mama wanita yang sudah melahirkan mu, Wanita yang sudah membesarkan mu, Dirga mama tau Cinta adalah hak semua orang, tapi semua orang harus mempunyai batasan dalam bercinta, Jangan sampai lupa diri seperti kamu, Ryn pun sudah bahagia dengan kehidupannya, belum tentu dia mengingatmu?? Atau bahkan dia sudah melupakan mu dan tidak ingin menemui mu lagi, ayolah sadar Dirga masih banyak yang menyayangi mu dengan tulus" ucap Tante Ratih .


"Iya ma, Dirga paham, Dirga akan berusaha untuk bangkit kembali, Dirga akan membangkitkan Caffe itu kembali demi kehidupan kita, Dirga akan berusaha sekuat mungkin melupakan Ryn dan meninggalkan sisa kenangan yang tersimpan" ucap Dirga menatap tante Ratih.

__ADS_1


"Semangat mu adalah semangat mama, kebangkitan mu adalah kebangkitan untuk mama dan para pegawai caffe yang lain, karena banyak Karyawan yang menggantungkan nasibnya di caffe kita, jika caffe itu tutup bukannya hanya kita yang terlantar tapi nasib semua Karyawan ikut terlantar harus kehilangan pekerjaannya" ucap Tante Ratih.


"Baik ma, Dirga mengerti kalau begitu Dirga mau mandi bersiap dan bersiap untuk pergi ke cafe" ucap Dirga bangkit dari duduknya.


"Nah begitu dong, itu baru Dirga anak mama, yang penuh semangat" ucap Tante Ratih.


Setelah kepergian Dirga, Tante Ratih kembali merubah mimik wajahnya.


"Benar dugaan ku, Dirga memang tidka bisa dikasari, sifatnya sama seperti papanya, tidak tegaan, dan harus di lembuti" ucap tante Ratih tersenyum sinis.


"Mentang-mentang papanya Dirga bukan anak kandung dari keluarga Samudera, dia hanya mendapatkan sedikit warisan, Dirga harus bisa merebutnya dari Rasya, semua nya harus bisa jatuh pada tangan Dirga, agar aku bisa menikmati kekayaan dan tidak takut jatuh miskin" ucap Tante Ratih dengan mata tajamnya. Seolah sudah memikirkan dengan matang rencana-rencana liciknya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2