Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
episode 25


__ADS_3

Setelah berbincang dengan Mami dan Papi nya Rasya, Rasya dan Ryn naik ke kamar, sepanjang jalan ke kamar Rasya terus merangkul Ryn, karena Mami terus memerhatikan mereka.


"Pak sudah tidak terlihat" ucap Ryn, karena merasa tidak nyaman dengan rangkulan Rasya.


"Eh.. Sorry, saya takut Mami liat sampe ini" ucap Rasya melepaskan tangan nya dari pundak Ryn.


"Emm aku masuk duluan pak" ucap Ryn membuka pintu kamar Rasya


"Sebenarnya ada apa dengan aku, kenapa jantungku berdetak kencang saat bersama pak Rasya" gumam Ryn memegang dadanya.


Setelah selesai Mandi Ryn masuk kedalam looking closet, karena buru-buru Ryn tidak memerhatikan sekitar dan bruk.


"Aw..." teriak Ryn karena jalan dengan cepat dia pun jatuh tersandung pintu.


"Aw... sakit sekali" ucap Ryn duduk sambil memegang kakinya.


"Kamu kenapa?" tanya Rasya menghampiri Ryn.


"Emm.. jatuh pak" ucap Ryn


"Bisa bangun enggak? sini saya bantu?" ucap Rasya mengulur kan tangannya.


"Aw.. ah.. sakit" ucap Ryn


"Seperti nya kaki kamu terkilir" ucap Rasya. Rasya pun berjongkok.


"Bapak mau apa?" ucap Ryn


"Gendong kamu, kita obatin" ucap Rasya.


"Tidak usah pak saya bisa sendiri (memaksakan untuk berdiri) Ah.." ucap Ryn karena kakinya yang sangat berat.

__ADS_1


"Biar cepet" ucap Rasya, menggendong Ryn untuk duduk di kasurnya.


"Saya di bawah aja" ucap Ryn.


"Diam.. Biar saya lihat" ucap Rasya berjongkok dan menegang kaki Ryn


"Pak tapi ini tidak sopan" ucap Ryn.


"Saya bilang diam ya diam" ucap Rasya meneruskan kegiatannya, Rasya mulai memijat kaki Ryn


"Aw... sakit pak, pelan-pelan " ucap Ryn tidak sengaja memegang tangan Rasya.


"Maaf" ucap Ryn gugup


"Aw... aw.. sakit.. banget lebih pelan lagi" ucap Ryn kesakitan


"Ini juga udah pelan-pelan" ucap Rasya.


**


"Mbok dengar engga suara teriakan Ryn?" tanya Mami Rasya.


"Mbok dengar tidak Ryn teriak-teriak" ucap Maminya Rasya tersenyum


"Ah.. iya Nyonya, apa saya masuk saja ya.. takut nya terjadi apa-apa" ucap Mbok Sumi


"Eh..eh.. jangan, bagaimana nanti saat mbok masuk mbok akan merusak suasana mereka, biarkan saja, kita pantau dari sini" ucap Maminya Rasya.


"Baiklah nyonya" ucap mbok Sumi.


"Saya ingin cepat mempunyai cucu mbok" ucap Mami nya Rasya.

__ADS_1


"Amin nyonya, semoga secepatnya di beri kepercayaan ya nyonya" ucap mbok sumi


**


"Gimana udah enakan?" tanya Rasya menatap wajah Ryn dari bawah.


"Ternyata anak ini cantik juga nya" Batin Rasya. sambil terus menatap Ryn.


"Sudah lumayan terasa enak pak, Terimakasih" ucap Angel tersenyum.


"Pak? bapak?" menggoyangkan tanggannya di hadapan Rasya.


"Hemm... yasudah sana tidur" ucap Rasya


"Baik pak, terimakasih" ucap Ryn berjalan dengan menyeret satu kakinya.


**


Keesokan paginya, semua berkumpul di meja makan, Rasya sudah siap berangkat bekerja, sedangkan Ryn karena dia sudah di mintai cuti, dia akan dirumah selama 3 hari menemani Mami.


"Mas sini aku ambilkan nasi dan ikannya?" ucap Ryn, Ryn mengambil piring Rasya dan mengisinya dengan beberapa menu yang ada disana.


"Sudah cukup" ucap Rasya.


"Wah anak mami terlihat fresh sekali pagi ini nak, tapi Ryn kenapa kamu muka kamu ko pucat na?" ucap Mami Rasya.


"Emmm... semalam Ryn habis.." terpotong oleh ucapan nya


"Iya..iya mami ngerti, nanti mami akan suruh mbok Sumi buatkan jamu tradisional setiap hari" ucap Mami sambil mengedipkan sebelah matanya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2