
Ryn dan Rasya berada ruang tamu, Ryn sedang merapihkan berkas-berkas yang akan di bawa Rasya untuk pergi ke kantor
"Mas, aku mau ijin pergi hari ini boleh?" tanya Ryn pada Rasya.
"Kamu mau pergi kemana sayang?" tanya Rasya sambil mengusap rambut Ryn
"Mau beli barang-barang buat ade bayi, sekalian beli baju-baju, soalnya kita baru punya beberapa saja, belum lengkap" ucap Ryn
"Boleh tapi saya tidak bisa menemani kamu, hari ini ada meeting dengan klien, kalau besok akan saya kosong kan jadwal saya" ucap Rasya
"Tidak usah mas, aku bisa minta temani adiku atau siti, Mas fokus kerja saja dulu" ucap Ryn pada Rasya.
"Yasudah nanti saya usahakan jemput kamu, sesudah meeting" ucap Rasya
"Iya mas, tapi jangan di paksakan, aku tidak mau merepotkan mas" ucap Ryn sambil memasangkan dasi di leher Rasya.
"Aku yang mau di repotkan oleh Istriku sendiri apa salah?" ucap Rasya.
"Iya deh iya, mana pernah aku menang melawan kata-kata mu mas" ucap Ryn tersenyum
__ADS_1
"Jangan di lawan sayang memang kita sedang mempertarungkan apa?" tanya Rasya
"Cinta kita mas, entah karena apa, hati ku selalu tidak enak, aku merasa akan ada hal yang harus kita lewati lagi kedepannya, entah apa aku tidak tau" ucap Ryn menundukkan pandangannya.
"Tidak baik memikirkan itu, kamu sedang hamil, jngan sampai mempengaruhi kamu dan bayi kita, percayalah kita akan bisa melewati semua nya, apapun itu aku akan berada di sampingmu" ucap Rasya sambil mengelus perut Ryn.
"Jika suatu saat nanti ada yang harus di pertaruhkan, aku siap mas, pilih apa yang memang pantas untuk di perjuangkan" ucap Ryn tersenyum.
"Kamu selalu berfikir macam-macam" ucap Rasya memeluk Ryn dan mengelus punggung nya.
"Ah, sudah jam berapa ini, ayo berangkat mas, nanti kamu telat" ucap Ryn melepas pelukan mereka.
"Iya deh iya pak boss, sana berangkat" ucap Ryn memberikan tas kerja milik Rasya
"Yasudah saya berangkat, kamu hati-hati kalau ada apapun telpon saya langsung" ucap Rasya
"Iya mas, hati-hati ya" ucap Ryn mencium tangan Rasya
"Kamu juga" ucap Rasya mencium kening Ryn dengan lembut.
__ADS_1
Setelah kepergian Rasya, Ryn duduk kembali di sofa, pikirannya mulai melayang-layang kemabali.
"Kenapa ya akhir-akhir ini firasatku selalu tidak enak, ada apa sebenarnya, apa yang akan terjadi lagi" ucap Ryn sambil terus mengelus perutnya.
"Jika aku bisa meminta, tolong jangan rebut kebahagiaan ku lagi Tuhan, aku sudah sangat bahagia" ucap Ryn menutup kedua matanya, lalu menghembuskan nafas nya dengan pelan.
Rasya sedang berada di dalam kantornya. Tiba-tiba saja handphone nya berdering..
"Iya, saya sendiri.. APA...!!!" ucapan Rasya saat mengangkat telpon
Entah dari siapa telpon itu, yang jelas setelah mematikan telpon nya Rasya bergegas pergi mengendarai mobil nya sendiri, tanpa Gilang. Dan disini dia berada di rumah sakit Sari kasih.
"Sus, atas nama.." tanya Rasya pada suster yang bertugas, tapi belum lengkap Rasya bertanya Suster seolah tau siapa yang dicari oleh Rasya.
"Pak Rasya, di sebelah sini pak" ucap Suster mengantar Rasya masuk kedalam salah satu ruangan VIP disana.
Bersambung...
Kira-kira yang di dalam rumah sakit itu siapa yaaa guyss??
__ADS_1