Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 79


__ADS_3

Ryn, Rania dan Siti sudah berada di Mall, mereka berkeliling-keliling mall untuk mencari perlengkapan baby R yang beberapa minggu lagi akan lahir.


"Kakak tidak mau duduk dulu? dari tadi loh muter-muter mall kasian baby nya" ucap Rania mengkhawatirkan keadaan kakak nya.


"Engga Ran, justru aku seneng banget keliling-keliling mall, setelah berapa lama akhirnya aku bisa ke mall lagi" ucap Ryn dengan wajah bahagia nya.


"Iya, tapi kakak kan bisa istirahat dulu, atau kita makan dulu? Siti juga pasti capek kan?" tanya Rania


"Ya sudah kita makan dulu, cari tempat istirahat, maafkan aku ya Siti, aku terlalu senang sampai lupa sendiri" ucap Ryn


"Tidak apa-apa Ibu, Siti masih kuat ko, ayo kita kemana lagi?" ucap Siti


"Sttss (menyenggol tangan Siti) jangan ditanya gitu lagi, nanti dia jalan terus, kita kan sudah lapar" ucap Rania pada Siti


"Iya juga ya mbak" ucap Siti, karena sebenarnya Siti juga sudah kelelahan, hanya saja melihat wajah bahagia dari Ryn dia lupa akan kelelahannya sendiri.


Setelah mencari-cari tempat yang cocok untuk istirahat sekaligus mengisi perut, mereka pun memilih tempat makan korea, karena tiba-tiba Ryn ingin makan sushi.


"Mau sushi aja kak? engga mau ramen atau yang lain?" tanya Rania


"Itu aja deh, aku cuma mau itu" ucap Ryn

__ADS_1


"Siti mau makan apa?" tanya Rania


"Ini aja mbak seblak" ucap Siti menunjuk buku menu


"Seblak?" ucap Rania


"Itu bukan seblak Siti, itu ramen" ucap Ryn menjelaskan pada Siti


"Ah iya itu mbak" ucap Siti malu-malu


"Ini makanan Korea Siti bukan Bandung" ucap Rania tertawa dan Siti pun ikut tertawa.


...----------------...


"Rasya" panggil seseorang yang berada di ranjang pasien, dengan keadaan lemah


"Kenapa kamu baru kabari saya? sudah berapa lama kamu disini?" tanya Rasya khawatir


"Tidak apa-apa, aku tidak mau membuat kamu khawatir" ucap Shela.


Iya dia Shela cinta pertamanya Rasya. Setelah mengobrol Rasya baru tau kalau Shela sakit parah, sudah dirawat di Indonesia sekitar Dua minggu.

__ADS_1


"Dua minggu kamu disini? Bahkan saya tidak tau sama sekali" ucap Rasya khawatir


"Iya maafkan aku, sekarang kamu kan sudah tau, jadi temani aku disini ya?" ucap Shela


"Kenapa? kamu tidak bisa menemani aku? pasti takut istri pura-pura mu marah, ah atau kamu memang sudah mencintai dia?" tanya Shela


"Kamu bicara apa, istirahat saja" ucap Rasya, namun dia juga memikirkan janjinya pada Ryn yang akan menyusulnya.


"Rasya.. Jawab, kamu sudah mencintai dia? kamu jahat, padahal kamu sudah janji sama aku, aku setia menunggu mu Rasya, tapi kamu malah mengkhianati aku" ucap Shela


"Kamu jangan berpikir terlalu jauh, iya saya temani kamu disini" ucap Rasya


"Tapi kamu belum jawab pertanyaan aku, kamu mencintai istri pura-pura mu itu?" tanya Shela kembali


"Ada beberapa pertanyaan yang tidak harus di jawab, jadi kamu istirahat saya temani" ucap Rasya.


"Jadi benar Rasya sudah mencintai dia, tidak bisa, aku harus merebut Rasya kembali, aku tidak mau kehilangan Rasya, apalagi dengan kondisi ku seperti ini, lihat saja, aku atau dia yang di tinggalkan" ucap Shela dalam hatinya.


**Bersambung..


Menulis cerita ini, gampang-gampang susah ya guys soalnya mengorek luka lama seseorang itu sangat tidak mudah**.

__ADS_1


selamat membaca guys..


__ADS_2