
"Sudah satu minggu, tapi mas Rasya belum juga kembali" ucap Ryn sedang duduk di teras rumah nya.
"Buk, cuacanya dingin ayo masuk, nanti ibu sakit lagi, kasian dede bayi nya" ucap Siti pada Ryn
"Nanti ya Siti, aku sedang menunggu suamiku pulang, ini sudah satu minggu, tapi dia belum juga kembali" ucap Ryn murung.
Karena tidak berhasil membujuk Ryn untuk masuk, dia pun menelpon Galang, Saat Ryn sakit Galang sengaja memberikan nomor telpon nya pada Siti, agar dia dapat menelpon jika ada sesuatu yang terjadi.
"Hallo, pak Galang" ucap Siti menelpon Galang
"Iya, ada apa?" tanya Galang
"Ibu pak" ucap Siti
"Ibu kenapa?" nada bicara Galang meninggi, karena Khawatir
"Dari jam 5 pagi Ibu berada di teras, cuaca sedang mendung dan anginnya lebat, tubuh Ibu juga sudah menggigil, tapi tetap tidak mau masuk, sarapan yang saya berikan pun tidak dia makan" ucap Siti
"Baiklah saya kesana" ucap Galang lalu mematikan telponnya.
Dengan terburu-buru Galang menyetir mobil nya, sesampai nya di rumah Galang langsung berjalan ke teras rumah Ryn.
__ADS_1
"Mau sampai kapan Anda disini?" tanya Galang pada Ryn, yang sedang memeluk tubuh nya
"Kamu, kenapa disini?" tanya Ryn
"Siti menelpon saya, dia khawatir kenapa Anda menyiksa diri sendiri dengan tidak sarapan dan terus duduk di luar dengan cuaca seperti ini" ucap Galang dengan nada datar.
"Aku sedang menunggu suami ku pulang, aku tidak lapar dan aku juga tidak apa-apa" ucap Ryn menyembunyikan rasa dingin ditubuhnya.
"Ayolah nona, bukan cuma diri Anda yang merasakan sakit tapi juga ada anak Anda, jangan egois" ucap Galang
"Aku mengkhawatir kan suamiku, dia sedang berada di luar kota, bahkan kamu saja tidak menemaninya, bagaimana saya bisa tenang disini" ucap Ryn dengan nada yang meninggi
"Maksud kamu apa?" tanya Ryn
"Tidak ada, cepat masuk" ucap Galang menarik tangan Ryn dan mengantarkannya masuk ke kamar.
"Siti siapkan dia sarapan, terserah kali ini dia mau makan atau tidak, seharusnya dia sudah cukup dewasa untuk tidak membahayakan nyawa anaknya" ucap Galang dan pergi kembali.
"Baik pak" ucap Siti berjalan ke dapur
"Benar kata Dia, kenapa sekarang aku selancang itu berharap kalau dia juga merindukan ku, buktinya dia tidak mengabariku, tugas ku kan hanya Menjadi istri pura-puranya, walaupun dia bilang sudah mulai mencintaiku, tapi apakah dia serius, atau dia hanya ingin agar aku baik-baik saja saat mengandung anaknya, rasanya tidak mungkin secepat itu dia mencintaiku" ucap Ryn dalam batinnya.
__ADS_1
...----------------...
"Rasya kamu mau kemana?" tanya Shela
"Aku mau pulang, ini sudah satu minggu dan kamu pun sudah membaik" ucap Rasya mengemasi pakaiannya.
"Tapi aku disini sendirian Rasya, apa kamu tega meninggalkan aku?" tanya Shela memegang tangan Rasya
"Bukan kah sudah biasa kamu tinggal sendiri, jangan banyak bicara dan jangan coba-coba melarangku" ucap Rasya menepis tangan Shela
"Tapi kamu akan datang kesini lagi kan, kamu tidak akan meninggalkan aku lagi kan?" ucap Shela memeluk Rasya
"Iya" ucap Rasya datar
"Ayolah sayang, jangan lupakan kisah kita, sekarang aku siap berhenti jadi model dan turuti semua kata-kata mu" ucap Shela
"Sudahlah aku mau pergi" ucap Rasya melepaskan pelukan Shela dan pergi
"Aku tidak akan melepaskan mu sayang" ucap Shela tersenyum licik.
Bersambung...
__ADS_1