Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 45


__ADS_3

Setelah kejadian di cafe pagi tadi, membuat Rasya terburu-buru pulang kerumah dia sampai pada sore hari dan langsung masuk ke dalam kamar dengan tergesa-gesa.


"Raina..." teriak Rasya memanggil nama Ryn


"Raina keluar" ucap Rasya di depan pintu kamar mandi, karena Sekilas Rasya mendengar percikan air di dalam kamar mandi.


"Iya pak" ucap Ryn dan keluar dari dalam kamar mandi.


"Ada apa pak" ucap Ryn.


"Apa tadi pagi kamu sengaja menyiram tangan Shella dengan kopi panas hah?" bentak Rasya.


"Tidak pak, saya tidak sengaja, dan itupun bukan saya yang menumpahkannya." ucap Ryn mencoba menjelaskan pada Rasya.


"Diamm!!! jadi kamu mau bilang kalau Shella yang sengaja menumpahkan kopi itu? Untuk apa dia mencelakakan dirinya sendiri??" teriak Rasya.


"Tidak pak, maaf itu keteledoran saya, saya yang salah" Ucap Ryn menundukkan kepalanya.


"Jangan pikir karena kamu di bela oleh Mami, kamu bisa seenaknya, kamu hanya istri pura-pura status mu tidak akan melebihi dari itu, yang aku cinta hanya Shella" ucap Rasya.


Ryn masih menundukkan kepalanya, dia tidak berani menjawab ucapan Rasya, kalau bisa sebenarnya dia ingin melawan nya, tapi otak nya terlalu sibuk mencari hak apa yang membuatnya mampu melawan Satya, dari awal Ryn sudah ditegaskan hanya menjadi istri pura-pura dan kalaupun dia mencintai Rasya itu salah dia sendiri, dia tidak ada hak menuntut apapun.


"Besok kita pindah kerumah ku, sebaiknya kita tinggal disana saja, kamu beres kan baju-baju mu, biar saya yang bilang pada mami dan papi kalau kita akan pindah" ucap Rasya. Pergi meninggalkan Ryn keluar dari kamarnya.


Brugh (Ryn menjatuhkan dirinya ke sofa)


"Pindah rumah, agar kamu bisa bebas pergi kan, bebas bisa memperlakukan aku semau kamu, Aku tau, tapi aku bisa apa, aku tidak bisa menolak, aku bukan siapa-siapa" Batin Ryn sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


...****************...


Rasya berada di ruang kerjanya, dia sedang menenangkan dirinya, Tiba-tiba handphone nya berbunyi, dia langsung membuka handphone tersebut, ternyata itu pesan dari Shella .


"Sayang, sepertinya malam ini aku harus kembali, keluar karena asisten ku bilang akan ada latihan untuk Event selanjutnya jadi aku harus pergi secepatnya, terimakasih untuk waktu mu beberapa hari ini, tunggu aku kembali, aku mencintaimu, Love kekasihmu" Rasya membaca isi pesan itu dan langsung menelpon Shella, namun sayang telpon Shella sudah tidak aktif.


"Arghhh.... (melempar telponnya dengan kasar) Kenapa kamu pergi Tiba-tiba " ucap Rasya.


"Shella aku ingin hidup bersama kamu, kenapa kamu tidak mengerti, Apa Dunia model mu lebih penting dari pada aku" Teriak Rasya.


Karena mendengar suara keras Rasya, Mami yang sedang di ruang tamu langsung menghampiri Rasya.


"Rasya Ada apa? Mami mendengar teriakan kamu tadi" ucap Mami menghampiri Rasya yang sedang menundukkan kepalanya di atas meja.


"Mami... Tidak Mi Rasya tidak apa-apa hanya kesal dengan masalah pekerjaan saja" ucap Rasya.


"Mami waktu hamil kamu, Papi mu sangat perhatian, sama mami, papi juga sangat manjakan Mami, Ibarat kata seorang Istri yang sedang hamil itu adalah Ratu, karena Dia akan mempertaruhkan nyawanya nanti saat melahirkan." sambung Mami lagi.


"Iya Mi Rasya mengerti, karena itu Rasya ingin membawa Ryn untuk tinggal berdua, Rasya sudah mempersiapkan rumah untuk Ryn, rumah itu sangat dekat dengan Kantor kita, jadi Rasya bisa sering pulang nanti" ucap Rasya.


"Pindah rumah? Kenapa harus pindah, disini saja, jadi Mami bisa merawat Ryn juga" ucap Mami.


"Mami juga butuh istirahat yang cukup, sesekali nanti mami bisa pergi mengunjungi kami, aku juga ingin memiliki waktu berdua dengan Ryn Mi" ucap Rasya, mencari berbagi alasan.


"Mami mengerti, kalau gitu Mami akan mengijinkan" ucap Mami


"Terimakasih Mami" ucap Rasya Tersenyum

__ADS_1


"Kalau Mami tau kamu menyakiti Ryn, mami tidak akan segan-segan membawa Ryn kembali" ucap Mami


"Iya Mami, Rasya tidak akan menyakiti Ryn" ucap Rasya.


"Mami pegang kata-kata kamu" ucap Mami


Setelah berbicara dengan Mami, Rasya langsung berjalan masuk kedalam kamar nya, sekilas dia melihat Ryn yang tidur meringkuk di atas sofa.


"Kenapa aku selalu bersikap kasar padamu" Rasya duduk di pinggir sofa yang tersisa.


"Harus nya aku tidak melampiaskan kekesalan ku padamu, aku tau kamu gadis yang baik" ucap Rasya menatap Ryn dan matanya jatuh pada tangan Ryn yang terluka.


"Kamu terluka, tapi kamu tidak memberitahukannya, maafkan aku Ryn, setelah kita pindah, kita bisa hidup masing-masing dengan kamar masing-masing juga, jadi kamu tidak akan menerima imbas dari rasa kekesalan ku" ucap Rasya mengusap tangan Ryn yang terluka.


...----------------...


Keesokan Harinya, Ryn sudah siap dengan barang-barang nya, dia sedang menunggu Rasya untuk menjemputnya.


"Ryn Mami akan kesepian nanti" ucap Mami


"Ryn akan sering-sering datang kemari Mami" ucap Ryn menenangkan Mami


"Baiklah Mami akan sangat merindukan mu nanti" ucap Mami memeluk Ryn


"Ryn juga Mi" membalas pelukan Mami dengan Erat seakan tidak mau meninggalkan Mami


"Ryn bahkan tidak akan tau apa yang terjadi pada Ryn nanti Mami, Kesakitan apalagi yang akan Pak Rasya berikan pada Ryn jika boleh memilih, Ryn lebih baik hidup disini dengan Mami" ucap Ryn dalam hatinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2