Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 48


__ADS_3

Rasya memberhentikan mobilnya di depan rumah sakit.


"Ini kan rumah sakit nenek saya di rawat pak? Ada apa kita kesini?" tanya Ryn.


"Udah ayo turun dulu saja" ucap Rasya.. berjalan mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Ryn .


"Ayo" Rasya mengulurkan tangannya membantu Ryn turun dari mobil.


"Terimakasih Pak" ucap Ryn.


Ryn dan Rasya berjalan Melawati lorong-lorong rumah sakit, Ruangan demi ruangan mereka lewati, dan ternyata benar dugaan Ryn mereka masuk kedalam ruangan nenek nya. Disana sudah ada Rania dan Galang, Rania menangis sambil memeluk nenek nya.


"Ran, Ada apa ini?" tanya Ryn masuk ke dalam ruangan menghampiri Rania yang menangis tersedu-sedu.


"Kak.. Nenek kak" ucap Rania dengan air mata yang mengalir di pipinya


"Nenek sudah tiada kak" ucap Rania..

__ADS_1


"Apa... Nenek, nenek " Brugh... Ryn jatuh pingsan setelah mendengar kabar dari Rania.


"Saya angkat Bos, saya bawa keruangan sebelah saja" ucap Galang mendekati Ryn.


"Tidak usah, saya saja yang menggendong nya, Kamu urus semuanya dengan benar jangan sampai ada yang terlewat, berikan yang terbaik untuk pemakaman nenek" ucap Rasya berjongkok dan menggendong Ryn, ke kamar VIP lainnya agar Ryn mendapatkan pemeriksaan dan beristirahat.


Setelah selesai pemeriksaan dari Dokter, Dokter menyimpulkan kalau kandungan Ryn lemah, tidak bisa terkena Stres akan mengakibatkan pendarahan.


"Maafkan saya Ryn, saya selama ini selalu membuat kamu tertekan, saya minta maaf" ucap Rasya menggenggam tangan Ryn lembut


"Saya akan berusaha baik sama kamu, karena kamu sedang mengandung anak saya, dan mau bagaimanapun kamu tetap istri SAH saya, walaupun dengan akting pura-pura" Sambung Rasya .


"Dimana nenek saya pak awsss..." bangunh dengan cepat, lalu memegang kepalanya yang pusing.


"Tenang dulu, nenek sudah tenang disana.. Nenek sudah tidak merasakan sakit lagi, kamu tahan emosi mu, ingat ada bayi yang sedang kamu kandung" ucap Rasya memegang pundak Ryn


"Tapi saya, harus bertemu nenek saya pak, setidaknya untuk yang terakhir kalinya" ucap Ryn.

__ADS_1


"Oke.. Oke.. Saya antar kamu, tapi kamu harus tenang, tahan emosi mu atur nafas, kandunganmu lemah, kamu harus bisa mengatur emosi mu" ucap Rasya menahan tubuh Ryn.


Rasya pun memapah Ryn untuk kembali keruangan neneknya. Sampai diruangan tersebut Ryn langsung menghampiri Jasad nenek nya dan memeluk Neneknya sambil menangis.


"Nenek maafkan Ryn, Ryn tidak ada disini saat-saat terakhir nenek, maafkan Ryn, Ryn bukan cucu yang baik, tapi jangan tinggalkan Ryn nek, Ryn dan Rania masih membutuhkan. nenek, kami sudah tidak punya siapa-siapa lagi" ucap Ryn dengan Isak tangis.


"Sudah kah, Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, Kaka adalah cucu dan kakak terhebat untuk kami, kakak sudah berjuang dengan keras, tapi semua kembali lagi pada sang pencipta, kakak harus sabar ya.. Jangan seperti ini nanti nenek sedih" ucap Rania mengusap punggung kakaknya. yang sedang memeluki nenek nya.


Rasya memberi kode kepada Galang, Galang yang paham maksud dari Rasya Langsung mendekat kearah Rasya.


"Bagaimana?" tanya Rasya. menatap sekilas ke arah Galang.


"Semua sudah siap bos, sudah beres" ucap Galang.


"Tidak ada yang tertinggal sedikit pun kan?" tanya Rasya.


"Siap Bos semua yang terbaik sudah dilaksanakan" ucap Galang.

__ADS_1


"Baiklah, urus semua nya dengan baik" ucap Rasya.


Bersambung.


__ADS_2