
Ryn dan Mami sedang berada di ruang tamu, mereka sedang mengobrol permasalahan yang dibuat oleh Dirga. Ryn menceritakan semuanya dengan sejelas-jelasnya, tidak ada yang dia tutupi.
"Maafkan Ryn Mih, Ryn tau Ryn Salah harusnya Ryn tidak membukakan pintu untuk pria lain" ucap Ryn menundukkan kepalanya.
"Tidak, kamu tidak salah sayang, ini memang salah si Dirga Mami tidak menyangka dia bisa senekat ini" ucap Mami menghela nafasnya.
"Dirga seperti ini karena Ryn juga Kan Mi, Tapi setelah kami berpisah dulu, Ryn selalu berusaha menghindari dia, Ryn tidak pernah memberi kesempatan untuk dia lagi, karena bagi Ryn jika seseorang sudah meninggalkan kita sekali, dia akan melakukan itu untuk kedua kalinya" ucap Ryn meneteskan air matanya.
"Mami percaya sama kamu, sebagai wanita kesalahan terbesar kita adalah mempercayai orang yang bahkan hanya memanfaatkan kita saja, tapi yasudah yang lalu biarkan berlalu, biarkan dia belajar dari kesalahannya." ucap Mami mengusap punggung Ryn.
"Terimakasih mami" ucap Ryn tersenyum.
...----------------...
Setelah mendapatkan telpon dari Rasya, Galang langsung bergegas menghampiri Rasya di dalam ruangannya.
"Ada apa Bos?" ucap Galang sambil menutup pintu.
__ADS_1
"Siapa yang suruh wanita masuk kedalam ruangan saya?" tanya Rasya dengan nada ketus.
"Wanita? Wanita yang mana Bos?" tanya Galang kebingungan.
"Jadi kamu tidak tau ada wanita masuk dalam ruangan saya??" Tanya Rasya
"Maaf Bos, tadi saya sedang berada di lantai bawah, ada hal yang saya kerjakan, jadi saya tidak tau ada wanita masuk kemari" ucap Galang.
"Cari tau secepatnya tentang Wanita itu, saya rasa ada yang tidak beres dengan dia" ucap Rasya.
"Baik Bos, Apa saya harus memecatnya sekarang juga?" tanya Galang.
"Bos benar, kalau gitu saya akan cari tau dia secepatnya" ucap Galang pada Rasya.
...----------------...
Karyawan Wanita yang masuk kedalam ruangan Rasya menyelinap masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Dia langsung mengunci pintu kamar mandi, dan mengambil sesuatu di sakunya, ternyata handphone yang dia ambil. Terlihat seseorang sedang menelpon nya dan dia pun menjawab telpon dengan diam-diam.
"Bagaimana?" ucap seseorang dalam telpon.
"Belum bisa, dia sangat dingin, masuk ke dalam ruangannya saja, saya hampir di pecat" ucap Karyawan itu dengan bisik-bisik
"Apa.. Tidak bisa? masa menggoda laki-laki saja kamu tidak becus" ucap Seorang wanita yang ada diseberang telpon.
"Tapi dia bukan seperti pria lainnya, dia sangat dingin dan cuek, saya tidak bisa sembarangan mendekati dia" ucap Wanita itu.
"Pokoknya gue gak mau tau, lo harus bisa menjebak dia, jika tidak lo akan tanggung sendiri akibatnya, hidup mati lo ada di tangan gue" ucap wanita itu lalu memutuskan panggilannya.
"Arggghh... Bodoh.. Menggoda laki-laki saja tidak bisa, pokoknya gue harus bisa cari celah dia, harus cari cara lain, tapi cara apalagi" Sambil membanting handphone nya ke atas kursi dengan emosi.
**
"Apa yang harus aku lakukan, bagaimana jika dia melakukan ancamannya" ucap Wanita itu
__ADS_1
"Kenapa aku harus berurusan dengan mereka, membuat ku pusing sendiri" sambung nya lagi sambil memasukkan handphone nya kedalam saku kemejanya.
Bersambung.