Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 40


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Rasya, Mami dan Papi sedang sarapan pagi.


"Rasya hari ini kamu harus temani Ryn di Rumah Sakit, karena sore ini Ryn akan pulang , Mami ada urusan. sebentar nanti sore mami akan ke rumah sakit untuk menjemput kalian" ucap Mami.


"Tapi Mi Rasya ada Meeting hari ini, jadi Rasya engga bisa nemani Ryn dulu, suruh mbok Sumi aja yang temani Ryn Mi" ucap Rasya.


"Apa Meeting, lagi yang kamu jadikan alasan, kemarin lusa meeting, kemarin juga bilang meeting? Jadi pekerjaan lebih penting dari pada Istri dan calon anakmu?" ucap Mami dengan nada tinggi.


"Bukan begitu Mi, tapi ini Meeting penting, nanti setelah selesai Meeting, baru Rasya pergi ke Rumah sakit nemani Ryn" ucap Rasya.


"Tidak usah Rasya, biar Galang yang menggantikanmu sementara" Ucap Papi.


"Tapi Pi..." ucap Rasya hendak membantah namun Papi buru-buru menjawab nya.


"Tidak ada yang lebih penting bagi seorang pria selain keluarganya terutama Istri dan anaknya." ucap Papi. Membuat Rasya diam


"Baiklah" ucap Rasya.


"Bagaimana ini, sebenarnya aku masih canggung kalau harus bertemu dengan Ryn, Tapi sepertinya kali ini kau tidak bisa mencari alasan lain lagi." Batin Rasya berkata.


Dirumah sakit.

__ADS_1


Ryn sedang berada di taman rumah sakit, di teman oleh seorang suster sambil mendorong kursi roda yang di taiki Ryn, karena kondisi fisik Ryn sudah sehat, Ryn di ajak berjalan-jalan oleh suster, untuk menghilangkan rasa jenuhnya.


Ditaman tidak sengaja dia melihat pasangan suami istri yang Istirnya pun sedang hamil, Ryn melihat Suami dari wanita tersebut sedang menciumi perut istrinya dan memanjakan istrinya dengan lembut, tidak terasa air matanya terjatuh.


"Mbak, mbak kenapa? apa ada yang sakit? " Tanya suster khawatir melihat Ryn menangis.


"Ah, Tidak sus ini hanya kelilipan saja" ucap Ryn menghapus air matanya. Namun pandangan matanya masih pada sepasang suami istri tersebut.


Suster Citra pun mengikuti arah pandangan Ryn, seolah mengerti dengan suasana hati Ryn.


"Memang tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan, tapi percayalah itu yang kita butuhkan, saya yakin suatu saat nanti mbak akan mendapatkan kebahagiaan yang seutuhnya, melihat mbak wanita yang baik, lembut dan sabar" Ucap Suster Citra mencoba menenangkan Ryn. Tidak terasa air mata Ryn semakin jatuh. Dan Ryn langsung menghapus nya kembali.


"Tidak apa mbak, keluarkan saja itu normal, air mata adalah bentuk dari luapan emosi kita, Jika mbak ingin menangis, ingin teriak lakukan saja itu normal, tapi setelah itu mbak harus yakin mbak adalah wanita yang kuat, apalagi ada Baby sekarang yang harus mbak lindungi juga" sambung Suster Citra memegang pundak Ryn.


"Percayalah, Tersenyum disaat menangis itu sangat sulit, mbak bisa melakukannya berarti mbak perempuan yang hebat" ucap Suster Citra tersenyum.


Setelah satu jam berada di Taman, Suster Citra pun mengajak kembali Ryn untuk masuk kedalam Ruangannya. Berada di depan Ruangan Ryn suster Citra langsung membuka pintu ruangannya.


"Dari mana kamu??" ucap Seorang laki-laki yang sedang duduk di Sofa, letak sofa tersebut menghadap langsung ke pintu masuk jadi bisa langsung melihat kedatangan Ryn.


"Maaf Pak, saya habis mengajak mbak Ryn jalan-jalan di taman" ucap Suster Citra.

__ADS_1


"Bagus ya.. Ternyata kamu sudah sehat, seharusnya saya tadi tidak usah kemari" ucap Rasya dengan tatapan tajam.


"Suster Citra Terimakasih ya.. Suster bisa kembali bekerja Terimakasih sudah menemaniku" ucap Ryn Tersenyum. Bagaimanapun Ryn tidak mau orang lain terkena amarah dari Rasya apalagi orang yang sudah baik padanya .


"Tapi mbak, apa mbak tidak apa-apa, saya bisa bantu jelaskan" ucap Suster Citra


"Tidak apa-apa Sus, nanti jika aku butuh bantuan aku akan panggil suster" ucap Ryn


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu mbak, sabar ya.." ucap suster Citra dan Ryn membalasnya dengan Tersenyum.


"Saya permisi pak" ucap suster Citra meninggalkan mereka keluar.


"Walaupun mbak Ryn punya segalanya, harta tidak berarti membuatnya bahagia, Pernikahan macam apa itu, Ternyata itu sosok Rasya samudera lelaki yang di idolakan semua wanita. Namun memperlakukan istrinya dengan buruk" Batin Suster Mita.


"Hampir satu jam aku menunggu kamu disini, ternyata kamu sedang asik jalan-jalan, Tau begitu aku tidak akan kemari, kau menyita waktu ku saja!!" ucap Rasya dengan nada tinggi.


"Maafkan saya pak, saya keluar hanya pergi ke taman saja" ucap Ryn.


"Ingat ya.. Jangan mentang-mentang kamu hamil, saya akan bersikap baik terhadap kamu!!! Anak itu akan saya akui, Jadi rawatlah dengan benar, tapi kamu belum tentu" ucap Rasya. dengan tatapan tajamnya.


"Saya mengerti" ucap Ryn menunduk.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2