Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 23


__ADS_3

Di kantor Rasya


(Handphone Rasya berdering)


"Bos ada panggilan masuk" ucap Galang.


"Dari siapa?" tanya Rasya


"Dari nyonya besar" ucap Galang.


"Bawa kemari" ucap Rasya, Galang pun langsung memberikan handphone milik Rasya.


"Hallo Mi" ucap Rasya setelah menjawab telpon dari maminya.


"Rasya mami dan papi sudah di bandara, kamu tunggu Kami dirumah ya.. jangan lupa mantu kesayangan Mami harus ada dirumah juga" ucap Mami dari seberang telpon


"Tapi Ryn masih kerja Mi" ucap Rasya


"Kan mami sudah bilang, suruh Ryn berhenti bekerja, kenapa kamu masih biarkan dia bekerja" ucap Mami.


"Ryn yang memaksa, dia bosan jika terus dirumah" ucap Rasya


"Yasudah terserah, tapi mami enggak mau tau kalian harus ada dirumah sore ini" ucap Mami mematikan telponnya.

__ADS_1


"Haish.. ada-ada saja" ucap Rasya menyimpan telpon nya.


**


"Ryn Lo engga kenapa-kenapa kan ?" tanya Mita


"Engga apa-apa Mit, aku cuma kecapaian saja" ucap Ryn dengan wajah pucatnya.


"Ryn gue boleh tanya sesuatu?" ucap Mita


"Tanya aja Mit" ucap Ryn


"Kenapa Lo masih mau bekerja disini? Diluar sana masih banyak kan kerjaan, kenapa masih bertahan disini?" tanya Mita.


"Emm.. Itu karena aku masih punya hutang pada Dirga" ucap Ryn.


"Iya.. Waktu kita masih pacaran dulu, nenek pernah sakit dan masuk rumah sakit, saat itu aku tidak memegang uang sama sekali, karena gaji ku habis untuk biaya sehari-hari dan sekolah Rania, Dirga lah yang membayar semua pengobatan dan operasi nenek, Jumlah nya sangat besar saat itulah aku menganggap nya hutang" jawab Ryn.


"Apa Dirga yang memintanya?" tanya Mita


"Tidak, dia selalu menolak saat aku mau bayar, tapi aku kumpulkan sedikit demi sedikit walaupun kemarin sempat terpakai untuk biaya sekloah Rania, tapi mulai sekrang aku akan lebih giat mengumpulkannya, agar aku bisa secepatnya pergi dari sini" ucap Ryn


"Kenapa lo tidak bekerja di tempat lain aja Ryn ini pasti sangat menyakitkan untuk lo" ucap Mita.

__ADS_1


"Sudah ku coba tapi Dirga selalu mengancam ku jika aku keluar aku tidak akan mendapatkan pekerjaan lain lagi" ucap Ryn


"Apa sih maunya cowok itu, dia sudah menyakitimu, sudah jelas-jelas juga mempunyai kekasih, tapi kenapa tidak mau melepaskan mu, kamu tenang saja Ryn gue pasti akan membantu lo, nanti akan gue sisihkan uang gajih gue untuk lo" ucap Mita.


"Tidak perlu Mita, kamu juga membutuhkan itu adik mu masih sangat kecil-kecil, Aku bisa mengumpulkannya sendiri" ucap Ryn.


"Maafkan gue ya Ryn, kalau gitu gue akan mendoakan Lo semoga lo menikah dengan orang kaya dan berkuasa seperti Rasya Samudera" ucap Mita menghayal


Uhuk..uhuk.. (Ryn tersedak minumannya setelah mendengar nama Rasya di sebutkan)


"lo kenapa ?" tanya Mita khawatir


"Ah.. tidak ucapanmu membuat aku minum dengan tidak benar" ucap Ryn


"Mengkhayal kan boleh Ryn, kali aja nanti gue kecipratan cowok tajir dan tampan juga" ucap Mita.


"Ah emm ngomong apa sih Mit" ucap Ryn


"Iya..iya.. udah gue mau ambilin Lo sarapan dulu, Lo pasti belom sarapan kan?" tanya Mita beranjak pergi.


"Makasih Mit" ucap Ryn


"Kalau saja kamu tau, Rasya memang suami aku, tapi untuk apa aku beritahu kamu, cepat atau lambat kita juga akan berpisah, aku akan menjadi gadis tapi berstatus janda, sepertinya tidak jelek juga, yang penting Rania dan nenek terjamin hidupnya." gumam Ryn sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


**Bersambung.


maaf ya.. jika Alur ceritanya terkesan tidak nyambung Author sedang terserang Flu jadi tidak terlalu fokus, Terimakasih untuk dukungannya love you guys. 😘**.


__ADS_2