Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Calon istri?


__ADS_3

"Kamu sudah selesai makan kan dek?" tanya Bella pada Kezia yang kini sedang minum air putih yang sudah terlebih dahulu Dimas minum.


Dimas tidak bisa bergerak saat ini. Seluruh sendinya terasa lemas mengingat kesalahanyya yang lagi dan lagi ia lakukan tanpa sadar telah melukai Kezia.


"Alhamdulillah, Sudah Kak. Sebaiknya kita segera berangkat ke Bandara. Pesawat kita akan berangkat empat jam lagi kan?"


Bella mengangguk, "benar! Tapi apa kamu yakin ingin pergi setelah melihat suami mu yang tidak berdaya seperti itu? Takutnya nanti ada serangga yang sengaja hinggap dan menghisap darah suami kamu!"


Kezia terkekeh, Dimas terpaku melihat wajah sang Istri. "Tak apa kak. Jika dia ingin mengambilnya, ambil saja. Tidak masalah untukku. Sekalipun ia ingin menghisap darahnya, silahkan! Tapi yang aku takutkan nanti jika setelah ia puas menghisap darah Dimas, pastilah Dimas tidak akan berdaya lagi. Karena apa?" Kezia melirik Dimas dan Winda yang kini sedang menatapnya dengan rasa ingin tahu.


Begitu pun dengan seluruh keluarganya. "Karena Dimas akan mati!"


Deg!


Mata Winda membola.


"Dia bisa menghisap seluruh saripati kehidupan Dimas. Tapi dia tidak akan mendapatkan Dimas utuh seperti yang dulu sering dilihatnya. Ia akan menjadi mayat hidup. Batu tetapi bernafas! Begitu juga denganku. Jika saripati hidupku diambil, maka aku akan sama seperti batu tetapi bernafas. Hidup tetapi serasa sudah mati!"

__ADS_1


Ddduuuaaaarrr..


Dimas tersentak mendengar uacapan Kezia. Ia menggeleng melihat Kezia yang kini terus menatap Winda tidak berkedip.


"Hem, dengan kata lain. Kalau serangga itu mengambil Dimas ia hanya akan mendapatkan raganya saja? Tetapi tidak kehidupannya begitu??"


Kezia tersenyum dan mengangguk. "Benar! Serangga itu memang mendapatkan Dimas. Tetapi tidak dengan kehidupannya. Kehidupannya milik orang lain. Ia ingin merenggut paksa hak hidup itu. Silahkan! Tidak masalah. Tetapi sebelum itu, lepaskan dulu kehidupan Dimas yang lama agar Dimas bisa hidup dengan dunia barunya. Jika tidak, itu sama saja dengan kita memelihara hewan tetapi saripati kehidupan hewan itu tidak ada lagi. Dengan kata lain. Ia hanya menumpang hidup dari saripati orang lain, sedang kehidupannya sendiri sudah mati!"


Deg!


Deg!


Bella melirik Dimas yang kini menatapnya dengan wajah pucatnya. "Aku akan melepasnya jika itu yang ia inginkan!"


Ddduuuaaarr..


Dimas menangis lagi. Ia sudah tahu kemana arah tujuan Kezia berbicara. "Nggak. Abang nggak akan melepaskan kamu sayang."

__ADS_1


"Tapi aku yang akan melepaskan mu. Buat apa aku memaksa mu hidup denganku, sedang keinginanmu menikah dengan orang lain? Bukankah kamu sudah berjanji padanya dengan mengatakan jika aku ini kamu nikahi karena terpaksa? Dan juga karena wasiat Kakak ku??"


Ddduuaaarrr..


Dimas terhenyak mendengarnya. "Abang tidak mengatakan itu padanya dek. Sungguh!" bantah Dimas yang sangat terkejut dengan Apa yang Kezia katakan baru saja.


Kezia terkekeh sumbang. "Sadarlah Bang Dimas. Kamu itu sudah membuat perjanjian dengan orang lain sebelum kamu menikahiku. Kamu lupa? Atau perlu aku ingatkan??" ucap Kezia menatap sinis pada Winda yang kini wajahnya memucat.


"Nggak sayang. Itu nggak benar. Abang berani bersumpah atas nama Allah! Bahwa Abang tidak pernah menjanjikan apapun pada orang lain.."


"Kamu tidak bisa membantahnya Bang Dimas. Semua bukti itu ada di tanganku. Apakah aku harus bertanya langsung pada calon istrimu??"


Deg!


"Apa?" Seru Papa Rian dan tante Riana bersamaan.


Mereka sangat terkejut dengan ucapan Kezia baru saja.

__ADS_1


"Nggak sayang. Abang hanya mau kamu. Bukan yang lain. Abang tidak pernah berjanji dengan gadis lain dan mengatakan jika Abang menikahi mu karena terpaksa. Abang bilang padanya, jika kamu segalanya buat Abang. Abang akan mati jika kamu pergi, Kezia.. Abang mohon.. Dengarkan abang dulu! Sayang!" seru Dimas saat melihat Kezia yang sudah beranjak meninggalkan mereka semua.


"Bergegaslah.. Pesawat kita akan segera berangkat!" ucapnya sambil berlalu meninggalkan Dimas yang kini jatuh terduduk kembali di lantai.


__ADS_2