Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Bonchap 1


__ADS_3

Terimakasih kepada kalian yang udah dukung karya othor ini. Senang banget othor dapat konfirmasi.


Karena kalian udah mau baca karya recehan othor ini hingga masuk rank, othor bakalan tambahin bonchap deh untuk kalian. Mana nih yang tanya kemarin tentang bonchap nya?


Noh, othor tulis lagi dah.. Demia kalian pembaca setia! 😘😘


Happy readyng..


Setelah keduanya puas melepas rindu dihadapan semua orang, Dimas dan Kezia mengurai pelukannya beserta ketiga anaknya.


"Bangun sayang. Kita temui Kakek. Beliau selama ini yang selalu mengawasi kalian berempat saat jauh dari papi." Imbuh Dimas pada ketiga anaknya.


Ketiga anak itu menggeleng. Dimas terheran. Ia melirik Kezia yang kini juga sedang meliriknya.


"Nak?" panggil Kezia pada ketiga anaknya.


"Hiks.. Abang nggak mau lepasin papi! Kalau Abang lepasin, Papi akan pergi dengan tante-tante itu! Nggak! Abang nggak Ngijinin!" ketus si sulung Demian semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Dimas.


Dimas yang mendengar ucapan putra sulungnya tertawa. Kezia terkekeh melihatnya tetapi air mata itu terus bercucuran di wajahnya.


"Hahaha.. Nggak mungkin sayang! Cuma mami kamu yang papi mau. Papi nggak mau sama yang lain! Truts me boy!" jawab Dimas masih dengan tertawa.

__ADS_1


Papa Rian terkekeh melihat ketiga cucu nya yang masih menangis itu.


"Nak?" panggilnya apda Kezia.


Kezia menoleh dan melihat Papa rian sudah berdiri di sampingnya dengan tersenyum tetapi ada jejak air mata yang mengalir di pipinya.


"Papa! Maafkan Kezia pa.. Maaf.." ucap Kezia sambil memeluk papa Rian dengan erat yang membuat pria paruh baya itu kembali tersedu saat memeluk tubuh ringkih Kezia, sang mennatu kesayangan yang sudah belia anggap anak itu.


"Hiks.. Maafkan Kezia, papa.. Maafkan Kezia.." ucapnya lagi yang membuat papa Rian mengangguk dan mengurai pelukannya.


Beliau mengecup sayang dahi Kezia untuk pertama kalinya setelah sekian lama.


"Papa.." lirih Kezia lagi masih dengan air mata bercucuran.


Dimas tertawa karena masih mencoba membujuk ketiga anaknya yang tidak mau melepaskannya.


Papa Rian terkekeh. "Kalian tidak inginkah memeluk lelaki tua ini? Hem?" ucapnya yang membuat ketiga anak itu menoleh tanpa melepas pelukannya dari tubuh Dimas.


"Hiks.. Kami tahu kakek kok. Tapi kami tidak mau lepasin papi! Papi akan kabur lagi dengan tante cat cat itu!" ketus Demian yang disambut gelak tawa papa Rian, Dimas, Kezia dan Sam.


Ya, Sam.

__ADS_1


Saat ini, ia sudah berdiri bersama Cathrine disamping Sam sambil terkekeh saat Sam menjelaskan perkaranya kenapa ketiga anak Dimas tidak mau melepaskan pelukannya dari sang Papi.


Cathrine berbicara pada Sam, dan Sam mengangguk. "Nih dengerin tante cat cat ini ngomong. Katanya, di tidak akan merebut papi kalian dari mami Kezia. Tante cat cat ini pikir, kalau papi kalian belum memiliki anak manis dan mami cantik seperti mami kalian. Makanya beliau ingin mengambil papi kalian. Tetapi setelah dia tahu, maka dia tidak akan merebutnya dari kalian." jelas Sam menterjemahkan bahasa inggris Dokter Cathrine yang merupakan direktur rumah sakit di tempat Dimas bekerja saat ini.


Si kembar melirik Dimas yang kini tersenyum dan mengangguk padanya. Kemudian pada Kezia yang juga tersenyum dan mengangguk padanya.


"Hiks beneran? Papi kami tidak akan diambil sama tante cat cat ini??" tunjuk Dantias pada dokter Cathrine yang kini sedang tertawa saat Sam mengatakan ucapan Dantias padanya.


"Tentu Boy! Tante tidak akan mengambil papi kalian dari kalian bertiga dan juga Mami kalian. Tante minta maaf karena membuat kalian salah paham. Ya?" ucap dokter Cathrine dengan bahasa indonesia yang sedikit kaku.


Bahasa yang baru saja Sam ajarkan padanya. Si kembar tiga mengangguk. "Oke, kami memaafkan tante cat cat!" jawab di sibungsu Diayunzia. Yang membuat semuanya tertawa.


Termasuk Dimas dan Kezia.


"Ayo, kita harus ke hotel mengambil barang mami dan juga barang kalia. Untuk seminggu ini kalian berempat akan disini dulu. Sambilan papi mengurus kepindahan Papi dari London ke Indonesia lagi."


"Beneran pi? Papi ikut kami pulang ke Medan??" tanya Demian dengan wajah berbinar senang.


"Iya sayang. Papi akan ikut pulang bersama kalian ke Medan. Buat apa papi tinggal disini lagi sementara kalian anak Papi dan Mami kalian sudah bertemu kembali, hem?"


"Yeeee.. Aseeekk.. Kita punya papi! Uhuuyy! Kita nggak akan di ejek lagi kalau kita nggak punya Papi! Yeeee.. Horeeee!!!"

__ADS_1


Deg!


Deg!


__ADS_2