
Papa Rian yang sudah bisa menormalkan sikapnya yang terkejut karena kedatangan Bella dan yang lainnya kini mengangguk dan tersenyum pada Kenan.
"Waalaikum salam, Ken. Duduk dulu. Makan saja Nak. Tak apa. Ayo besan! Sini dukduk dulu."" Jawabnya dengan dengan segera bangkit dan menyambut kedatangan Besan nya.
Papa Reza, Mama Rani dan juga saudara Kezia yang lainnya. Termasuk Rayyan yang kini terkekeh kecil melihat raut wajah Kezia dan Dimas yang terkejut karena kedatangan mereka semua.
"Hem... Enak banget ya makam nasi sepiring berdua??" ledek Cinta sembari mendekati Bella yang sibuk dengan makanannya.
Bella terkekeh, "Hehehe.. Kakak ipar! Maafkan saya. Say mah kalau sudah ingn ya seperti ini. Maafkan saya Kak." Ucap Bella dengan nyengir kuda hingga gigi putihnya terlihat.
Kenan pun ikut terkekeh geli melihat sang istri yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Tak apa Kakak ipar. Kami tidak masalah kok. Iya kan Pa?" imbuh Dimas yang diangguki oleh Papa rian dengan tersenyum manis pada mereka semua.
"Betul sekali. Makanlah bersama kami. Nikmati hidangan yang ala kadarnya. Yang tadinya di request oleh Putri saya, istri Dimas."Jawabnya ikut menimpali ucapan Dimas.
__ADS_1
Kezia tersenyum tipis melihat keakaraban seluruh keluarganya. Bella yang sudah selesai, bangkit dan mengkode cinta serta Kezia untuk ikut bersamanya ke taman depan.
Cinta dan Kezia mengangguk kecil. "Ehem, kalian makan saja. Kami yang muda ini ingin bercerita sedikit pada adik ipar kami. Mas, kakak pinjam istri kamu sebentar ya?" ucap Cinta pada Dimas yang dilihat oleh semua orang dengan tatapan keheranan.
Dimas mengangguk dan tersenyum, "Tentu Kak. Silahkan! Jaga istriku dengan baik jangan sampai lecet!" seloroh Dimas yang disambut gelak tawa oleh mereka semua.
Dimas terkekeh kecil. Papa Reza dan Mama Rani mengucap syukur dalam hati karena melihat Dimas sudah kembali ceria seperti sedia kala.
Semuanya pun segera makan bersama sebelum keberangkatan ke tempat mereka masing-masing.
"Dek.." panggil Bella menatap Kezia dengan dalam.
"Adek tahu Kak. Bukan tidak mau, tetapi belum bisa Kak. Masih ada yang mengganjal." Jawab Kezia dengan lirih.
Cinta menghela nafasnya. "Kalau kamu belum memaafkan nya kenapa kamu makan sepiring berdua dengan Dimas jika bukan kamu dengan kamu sudah memaafkan nya?" tanya Cinta yang membuat Kezia menatap jauh ke depan sana.
__ADS_1
Pandangan matanya kosong seketika. Buliran bening itu kembali menetes lagi. "Bukan tidak mau memaafkan nya kak.. Hanya saja-,"
"Maafkan Dimas, Key.. Berlapang dada lah menerima kesalahannya. Manusia itu tempatnya salah. Coba buka hati kamu untuk memaafkannya. Nggak akan ada jalan keluar jika kamu amsih menutup hati kamu untuk tidak memaafkannya."
"Benar sekali. Allah saja maha pengampun. Kenapa kamu yang hanya seorang hamba tidak bisa memaafkan suami kamu? kakak akui jika Dimas bersalah dalam hal membawa wanita itu masuk ke dalam hubungan kalian. Tetapi bukan itu maksud dan tujuannya." Timpal Bella
"Tujuan Dimas itu hanya ingin membuat kamu kejutan untukmu. Kejutan yang tidak akan pernah kamu lupakan. Semua itu karena kami yang menyuruhnya. Kami ingin kamu merasa sangat dicintai dan dibutuhkan oleh Dimas. Tetapi karena ketidak pekaan Dimas, berujunglah seperti ini." Jelas Cinta yang membuat Kezia mentapanya dengan dalam.
"Apa maksud kakak?'' tanya kezia pada Cinta.
Cinta yang ditanya seperti itu tersenyum. "Ya sayangku. Semua itu karena kami yang menyuruh nya. Supaya kamu bisa mendapatkan kejutan yang sama seperti kakak dulu." Jelas Cinta yang membuat Kezia semakin kebingungan.
Bella terkikik geli. "Baru tahu kan ya? Kalau ide itu dari Kakak ipar kita?" ledek Bella pada Cinta
Cinta yang mendengarnya tertawa saja. "Asal kamu tahu Dek. Kalau ide itu bersala dari Abang ipar Kita. Bang rayyan. Ia sengaja membuat ide itu dan memberi kejutan pada kamu, dek. Tetapi.. Semua itu gagal karena perusuh ulat keket yang sangat kegatelan itu dan ingin sekali di garuk sama suami kamu!" ketus Bella yang membuat Cinta dan Kezia tergelak keras hingga suara tertawa keduanya terdengar sampai ke dalam rumah.
__ADS_1