Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Terluka lagi


__ADS_3

Keesokan paginya.


Dimas dan keluarga sudah bersiap dan akan pulang kembali ke Jakarta. Tapi sebelum itu, mereka akan menagdakan makan bersama seluruh keluarga Kezia untuk yang terakhirkalinya sebelum keluarga Dimas kembali keluar negeri.


"Pagi ini kita berkumpul disini untuk mengadakan mkan bersama sebelum acar resepsi sekali lagi digelar di Jakarta. Karena setelah acara resepsi itu, malam nya kami harus segera berangkat kembali ke London. Pekerjaan kami sebagai pengusaha disana tidak bisa ditinggal begitu saja. Untuk itu, mari kita bersama-sama meninggalkan kesan baik-baik yang akan kita kenang sampai kapanpun." Ucap suaminya tante Riana.


"Benar besan. Mari kita bersama meninggalkan Medan ini dengan kenangan yang indah. Ngomong-ngomong, pengantinnya mana nih?" tanya Papa Reza pada semua orang.


"Aku disini, pa." ucap Dimas dan disambut kekehan oleh semua orang.


Tak lama setelahnya menyusul Kezia dibelakang Dimas. Ia sudah berdamai dengan hatinya untuk menerima Dimas kembali.


Senyum itu terukir saat mulutnya ingin memanggil nama Dimas tapi tertahan karena seorang gadis mendahuluinya.


Kezia mematung. "Maaf, saya terlambat. Tadi ada pertemuan dengan dokter disini. Sudah di mulai kah?" tanya nya pada Dimas yang kini terkejut melihat kedatangannya.


Bella tertegun melihat itu. Begitu pun dengan Kenan. Mata mereka sejurus menatap Kezia yang kini kembali menjadi datar tanpa ekspresi saat melihat wanita yang entah siapa tiba-tiba duduk disamping Dimas dan tersenyum hangat pada semua orang.


Kezia berjalan perlahan, tetapi ia memilih tidak bergabung dengan semua orang. Ia duduk seorang diri di ujung meja besar itu.


Seolah tidak ada yang mengingat Kezia karena wanita itu mengalihkan perhatiannya, dan semuanya hanya menatap padanya dan Dimas yang kini tersenyum kaku pada semua orang.

__ADS_1


Bella yang tahu jika saudara iparnya di kucilkan, segera bangkit dan menuju meja Kezia yang kini sedang menatap keluar jendela dengan hati yang terluka.


Tangan itu bergetar. Sekuat tenaga menahan rasa sesak di dadanya. Ternyata benar. Gadis itu memang datang seperti perkataannya tadi malam padanya melalui pesan whatsApp.


Kenan yang melihat Bella beranjak menegurnya. "Kamau mau kemana sayang? Meja kita disini loh.." katanya dengan senagaj dan membuat semua orang teralihakn padanya.


Bella berdiri dan menatap datar pada semua orang terutama Dimas. "Aku ingin duduk bersama saudara iparku yang tidak kalian anggap karena kehadiran orang lain yang bukan siapa-siapa di keluarga kita!"


Deg!


Deg!


"Jangan terlalu lemah terhadap wanita adik ipar! Lihatlah sekarang. Karena kehadirannya kamu melupakan istrimu sendiri!"


Ddddduuuuaaarrrrr..


Dimas terkesiap.


Ia menghempaskan tangan wanita itu, dan segera beranjak ke arah Kezia yang kini menahan tangisnya.


Dimas sangat merasa bersalah karenanya. Ia duduk disamping Kezia yang tidak menoleh sedikitpun padanya.

__ADS_1


Dimas menyentuh lembut tangan halus Kezia yang masih berukirkan henna yang sangat cantik dan begitu merah pertanda jika suaminya sangat mencintai dirinya.


"Maaf.." lirihnya dengan dada yang sesak.


Kezia tidak menggubrisnya. Ia sibuk menahan rasa sesak dihatinya yang hampir tumpah jika tidak ia tahan.


Sakit sekali hatinya saat melihat Dimas melupakannya setelah gadis lain yang entah siapa itu duduk disebelahnya.


Bella berdecih lagi. "Seharusnya kamu lebih peka lagi dengan keadaan sekitar adik ipar! Jangan salahkan jika istrimu berubah semua itu karena itu karena kamu yang tidak peka terhadap pelakor baru berkedok teman!"


Deg!


Deg!


Gadis itu terhenyak mendengar sindiran pedas dari Bella, kakak ipar Kezia. Ia malu dan menunduk tidak berani melihat semua orang.


Bella berdecih lagi. Kenan berusaha menenangkannya.


"Maafkan Abang, sayang.. Abang salah.. Maaf.. Benar kata kakak ipar, kalau Abang tidak pekaan orangnya. Maaf.." bisiknya di telinga Kezia yang kini tidak merespon apapun lkarena hati itu terlanjur terluka.


Suasana sarapan pagi itu seketika hening. Yang terdengar hanya deru nafas semua orang yang kini terdiam karena sindiran telak Bella baru saja.

__ADS_1


__ADS_2