Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Keturunan Dimas Anggara Barathayuda


__ADS_3

Dimas terus terbatuk-batuk saat mendengar ucapan Sam padanya. Sedangkan Sam masih saja mengusap lembut punggung Dimas yang kini sudah mereda.


"Kamu kenapa sih? Masih nggak mau cerita juga sama aku?? Kita sahabatan udah lama loh.. Masa iya sih kamu nggak ingin ngomong juga sama aku?" desak Sam lagi yang membuat semakin diam membisu.


Bibirnya terkatup rapat tidak ingin menjelaskan apapun sebelum ia bertemu dengan istrinya.


Mungkin inilah waktunya untuk kita bertemu sayang.. Semoga kamu tidak kembali marah sama Abang. Sama seperti tujuh tahun yang lalu..


Dimas menerawang jauh ke depan dimana lamunna itu buyar saat Sam memnaggilnya dengan sangat keras hingga pengunjung di rumah sakit itu pun menoleh ke arah mereka.


"Dimas!!! Ishh.. Kamu itu kenapa sih? Sejak tadi ngelamun terus!" kesal Sam semakin membuat darahnya naik melihat keterbungkaman Dimas.


"Ehem, ayo kita kembali. Bukankah kita harus menyiapkan untuk penyambutan itu besok?" ucap Dimas mengalihkan pertanyaan Sam.


"Terserah kau lah Mas!" jawab Sam dengan segera berlalu meninggalakn Dimas yang kini menunduk sendu.


"Kamu tidak tahu apa yang terjadi denganku dan istriku, Sam.. Andai kamu tahu. Pastilah kamu juga akan menyalahkan ku yang telah mengabaikannya selama tujuh tahun ini. Besok, kamu akan mendapatkan jawaban yang kamu inginkan!" jawabnya begitu lirih


Tetapi terdengar oleh Sam yang kini masih berdiri dibelakangnya dan tidak beranjak sedikit pun. Sam menghela nafasnya.


Ia kembali mendekati Dimas dan merangkulnya. Dimas menyunggingkan senyum paksa pada Sam yang kini segera merangkulnya menuju ruangan mereka.


*


*


*


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, kini Kezia dan ketiga anaknya menginjakkan kakinya di London untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Tap.


Deg, deg, deg..


"Assalamu'alaikum Bang Dimas.. Kami datang untuk menjengukmu di tempat terakhir kamu berada. Semoga kamu tenang disana Bang.." lirihnya dengan mata terpejam.


Ketiga anaknya pun ikut terpejam mengikuti Kezia yang kini sedang memejamkan matanya. Ketiga anaknya itu tersenyum saat melihat bayangan sang Papi sedang tersenyum kepada mereka bertiga.


"Ayo Nak. Mobil kita sudah menunggu." Tunjuknya pada mobil sedan yang disupiri langsung oleh orang dari pihak rumah sakit.


Kezia membawa tiga anaknya untuk masuk ke mobil dan menuju tempat untuk beristirahat sementara saat seminar diadakan.


Sepanjang perjalanan ketiga anaknya melihat kearah luar jendela. Sedangkan Kezia memejamkan kedua matanya karena merasakan sesak yang tiada tara dihatinya.


Sang supir suruhan pihak rumah sakit itu terus melirik ke arah Kezia yang kini memejamkan matanya.


Cukup tiga puluh menit saja perjalanan menuju ke hotel terdekat dari rumah sakit itu, kini Kezia dan anaknya sudah di tuntun untuk memasuki sebuah hotel mewah dimana mereka semua akan mengadakan seminar.


Kezia dan ketiga anaknya di izinkan untuk istirahat sebelum acara seminar itu di mulai. Acara seminar itu akan dimulai sore hari waktu London hingga malam harinya.


Maka dari itu Kezia di izinkan untuk istirahat terlebih dahulu sebelum acara dimulai.


Sedangkan seseorang di dalam hotel itu merasakan sesak di dadanya saat merasakan kehadiran pujaan hatinya ada disana.


Sore harinya.


Kezia dan ketiga anaknya segera memasuki ballroom ruangan dimana acara seminar itu diadakan.


Ke empat orang itu segera masuk keruangan. Ketiga anak itu saling berbicara dengan sang mami yang kini juga ikut berbicara bersama mereka.

__ADS_1


Salah seorang yang ditugaskan untuk menyambut Kezia dan ketiga anaknya mendekati Kezia.


"Selamat datang di Rumah sakit Health and Happy Dokter Kezia!" sapanya pada Kezia yang kini sedang tertawa bersama ketiga anaknya.


Kezia menoleh pada nya dan tersenyum. "Terimakasih sambutannya Dokter Samuel Kristianto! Senang bertemu dengan anda!" jawab Kezia dengan mengatupkan kedua tangannya di dada.


Sam Mengangguk dan tersenyum. Ia sudah mengetahui tentang Dokter muslimah asal Indonesia ini.


"Mari silahkan dokter! Tempat anda sudah kami sediakan. Dan juga ketiga penjaga anda ini!" ucapnya ramah pada Kezia sembari melihat ketiga anak kembar yang bersama Kezia.


Deg!


Deg!


Sam terpaku di tempat saat melihat salah satu anak Kezia begitu mirip dengan seseorang. Wajahnya itu sama persis.


Hidung, bibir, mata serta alis matanya. Semuanya mirip seseorang yang begitu di kenalnya. Tangan Sam bergetar menunjuk putra sulung Kezia itu.


"I-ini.." tunjuk Sam pada ketiga anak kembar yang kini tersenyum padanya. Senyum yang sangat Sam kenal.


Kezia tersenyum. "Kenalkan ini Putra sulung saya, Demian Anggara Barathayuda. Yang ini putra kedua saya Dantias Anggara Barathayuda. Dan yang paling bungsu putri kecil saya Diayunzia Anggara Barathayuda. Mereka kembar tiga dokter Sam!"


Dddduuuaaarr!


Tersentak Dokter Sam mendengarn nama lengkap dari ketiga anak Kezia. Ia menatap Kezia yang kini sedang tersenyum pada ketiga anaknya.


Ja-jadi.. Dokter bedah ini istri Dimas? Dimas Anggara Barathayuda?? Ketiga anak ini pun anak Dimas? Pewaris Dimas Anggara Barathayuda??


Batinnya menatap terkejut pada Kezia yang kini masih berdiri dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2