Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Bonchap 5


__ADS_3

Tiba di kediaman mereka, Dimas turun di ikuti si kembar yang saat ini menggandeng nya. Dimas menatap rumah berlantai dua sejuk nan asri itu.


Masih teringat olehnya dimana ketika pertama kali ia membeli rumah itu atas nama Kezia, rumah itu belum ada pepohonan di sekitarnya yang membuatnya rindang dan sejuk.


Tapi kali ini di sisi setiap tembok tinggi rumah itu sudah bertumbuhan banyak tanaman buah. Salah satunya kelapa rendah berwarna kuning ke coklatan yang langsung bisa di petik dengan tangan.


Ada buah Pokad kesukaan Demian, Buah kelengkeng, rambutan, jambu madu berwarna merah dan hijau, pepaya dan juga pohon mangga yang berbuah dengan lebatnya.


Dimas tersenyum dan terharu melihatnya. Taman rumahnya yang dulunya gersang kini sudah tumbuh banyak pepohonan yang ketika angin bertiup, daun diatas berguguran.


Dimas memejamkan matanya menghirup udara segar di depan rumahnya. Kezia menyentuh pinggang Dimas.


"Masuk Pi. Rumah kita udah lama banget nggak lihat kamu. Banyak yang sudah berubah begitu pula dengan orang nya.." lirih Kezia yang kini membenarkan letak kacamata minusnya.


Dimas tersenyum dan mengangguk. "Tentu sayang. Ayo Nak kita masuk. Pastilah rumah ini sangat merindukan Papi."


"Iya dong! Bukan hanya papi aja! Tetapi kami juga. Sedari kami bayi, kata mami kami tidak punya papi. Makanya sekarang saat bisa bersama papi kami tidak ingin melepaskannya lagi!" Balas Demian dengan riangnya.


Dantias dan Diayunzia mengangguk setuju. Dimas tersenyum mendengar ucapan ketiga anaknya.

__ADS_1


Tiba di depan pintu rumah, semua keluarga sudah menyambut Dimas satu persatu. Ada papa Reza dan mama Rani yang langsung saja memeluknya dengan erat serta menangis di pelukannya.


Menangis karena melihat Kezia bisa tersenyum lagi setelah sekian lama.


"Alhamdulillah kamu masih sehat nak. Kami sangat kaget ketika mengetahui kamu waktu itu kecelakan yang hampir saja membuat Kezia.." lirih Mama Rani dengan leher tercekat.


Dimas menatap mama Rani dengan lekat. "Apa Ma? Kenapa? Key kenapa?" tanya Dimas begitu penasaran.


"Masuk dulu nak. Nggak baik berdiri di depan pintu," ucap papa Reza yang diangguki oleh mereka semua.


Dimas pun masuk.


Keanu dan Tyas dengan tiga orang anaknya. Terakhir Kenta. Ia pun saat ini sudah memiliki tiga orang anak dan akan menyusul satu lagi.


Semua menyambut Dimas dengan senang dan riang. Sesekali mereka melempar candaan untuk Kezia yang terlihat lebih berseri dari terakhir kali mereka melihatnya.


"Bagaimana tidak berseri coba? Lah wong pawang berserinya sudah ketemu? Pastilah vitamin seribu juta watt itu pun sudah ia dapatkan dari Dimas! Gimana Mas? Rusuh nggak?" tanya Kenan pada Dimas yang dibalas dengan tertawa karena ia paham maksud abang iparnya itu.


"Ya rusuh lah Bang. Gimana nggak rusuh coba? Kalau lagi enak-enaknya malah harus ketahuan sampai-sampai kami berdua kucar kacir!"

__ADS_1


Buhahahaha...


Semua saudara ipar lelaki tertawa terbahak mendengar ucapan Dimas. Kenan yang paling keras.


Karena dirinya dan Dimas itu sama. Setiap kali ingin melepas rindu dengan istri pastilah harus kucing kucingan dengan ke empat anaknya yang super rusuh itu.


Kezia yang melihat saudaranya itu sedang mengganggu Dimas terkekeh-kekeh. Bella tersenyum melihat itu.


Bella dan Zee lantas memeluk Kezia yang membuat Kezia terkejut setelahnya tersenyum. Tak lama setelahnya terisak. Dua wanita itu memeluknya dengan erat.


"Kamu berhasil Dek. Kamu berhasil membawanya kembali. Mulai sekarang.. Jangan sedih lagi ya?" ucap Bella sambil mengusap bahu Kezia yang kini bergetar karena menangis.


"Kakak bilang apa waktu itu. Kamu pasti kembali bersama suami mu. Kakak yakin jika suami kamu pasti masih hidup!" timpal Zee


"Betul itu! Kakak udah ngomong waktu itu. Sabar dan terus berdoa. Kamu ingatkan seperti apa perjalanan hidup kakak? Jika bukan karena Bang Kenta. Mungkin saat ini masih terpuruk dan larut dalam duka nestapa yang tiada berkesudahan." Tambah Dian istri Kenta yang kini sedang hamil lima bulan.


"Benar nak. Jadikan pengalaman masa lalu pembelajaran untukmu. Cukup sudah dulu perbuatan mu sampai-sampai suami kamu pergi. Berusahalah lebih baik lagi untuk menjadi istri. Jika suami tidak peka, maka bersabar. Karena tidak semua lelaki itu peka dengan keadaan kita. Mereka itu manusia biasa. Jadi kamu harus paham. Mulailah hidup baru bersamanya. Tujuh tahun tidak bersamanya sudah cukup untuk kamu menimba ilmu dalam menghadapi pernikahanmu berikutnya. Paham Nak?" Tambah Mama Rani yang diangguki oleh Kezia.


Benar kata mama Rani. Tujuh tahun tanpa Dimas sangat membuat seorang Kezia banyak menelan pil pahit dan manisnya kehidupan tanpa seorang suami.

__ADS_1


Dan sekarang, Dimas sudah kembali. Sudah waktunya ia melanjutkan apa yang tertunda bersama Dimas.


__ADS_2