
...Othor ingatkan lagi. Jika kalian merasa bingung dengan alurnya, mohon maaf....
...Karena Othor sudah punya jalan ceritanya seperti apa. Maafkan othor jika alurnya tidak sesuai harapan kalian para pembaca....
...Simak dan ikuti terus. Kalian akan tahu jika sudah membaca semuanya nanti....
...Happy Reading.....
"Key.. Sa-sayang.. Ka-kamu-," ucapan Dimas terputus saat melihat wajah Kezia yang memerah dan basah karena air mata. Dimas tergugu. Bibirnya kelu untuk berbicara.
"Kenapa? Kenapa kamu ingin berpisah dari ku Bang Dimas? Kenapa?? Apa salahku padamu hingga kau tega ingin berpisah dariku padahal kamu tahu jika aku sangat, sangat mencintaimu! Kamu jahat Bang Dimas! Kamu jahat! Kamu tega sama aku! Baik, jika itu yang kamu inginkan, mari kita bercerai! Agar kamu bebas bisa menikahi kekasihmu itu!"
Ddddduuuaaaarrr!!!
__ADS_1
Tersentak Dimas mendengarnya. Ia menggeleng tak percaya dengan ucapan Kezia baru saja. Dengan bercucuran air mata Dimas mendekati Kezia yang di pilih mundur oleh sang istri saat tangan Dimas ingin menyentuh lengan nya.
"Key.."
Kezia menggeleng, "Nggak!" tolaknya dengan air mata terus bercucuran. "Kamu jahat bang! Kamu boong padaku! Kamu bilang kita akan menua selamanya dan tidak akan terpisah lagi! Lantas, tadi itu apa?!"
Deg!
Dimas menggeleng lagi. Ia tetap ingin merengkuh Kezia. Tetapi Kezia terus mundur.
Grep!
Rengkuhan tangan Dimas di tubuhnya membuat kezia berontak. "Lepas!! Biarkan aku pergi! Kamu bohong bang! Kamu jahat! Hiks.." isaknya dengan tenaga yang lumayan kuat untuk terlepas dari cekalan tangan Dimas.
__ADS_1
"Nggak akan sayang. Kamu istriku. Mana mungkin aku mengizinkan kamu pergi begitu saja? Dengarkan dulu penjelasan abang! Baru setelahnya kamu bicara! Dan putuskan! Abang tidak pernah berbohong padamu Sayang.. Malam ini dan saat ini juga Abang ingin mengatakan padamu kalau Abang harus ke London demi mengikuti seminar dokter bedah disana. Tetapi yang sial nya itu rekan Abang itu Winda, sayang!"
Deg!
Kezia terdiam dan tidak memberontak lagi. Tetapi saat pikirannya mengingat tentang kata pisah tadi, lagi dan lagi Kezia memberontak ingin melepaskan diri dari Dimas.
Tetapi Dimas tetap merengkuhnya dengan erat. Ia menarik paksa Kezia yang meronta ingin lepas darinya.
Tiba di dalam kamar, Dimas segera mengunci pintu dan membawa Kezia ke ranjangnya. Ia menghempaskan tubuh keduanya disana.
Kezia yang masih marah menolak perlakuan Dimas padanya.Tetapi Dimas tetap memaksanya. Karena ia yakin, setelah ini Kezia pasti akan terus menolaknya.
Dimas sengaja membuat Kezia lemah dengan sentuhannya. Ia memkasa Kezia untuk bisa melayani nya walau dengan terpaksa.
__ADS_1
Saat penyatuan itu terjadi, Dimas mengecup seluruh wajah Kezia yang basah dengan air mata. "Abang tidak akan berpisah darimu, sayang. Cuma kamu istri Abang. Nggak ada yang lainnya. Kamu salah paham lagi sama abang, sayang. Yang kamu dengar itu hanya sepenggal. Jangan marah sayang.. Abang berani bersumpah. Abang tidak pernah berencana ingin berpisah darimu. . Tolong dengarkan Abang sayang.."
"Abang pun berat meninggalkan mu untuk sementara waktu karena seminar ini. Bukan karena ingin menikahi Winda. Itu tidak akan pernah terjadi! Jika kamu tidak percaya, boleh tanya sama Bang Kenan dan Kakak ipar! Mereka tahu semuanya tentang Abang. Please Hunny.. Do not be mad at me, please hunny.. Hanya kamu. Tidak ada yang lain lagi.." lirih Dimas dengan mengecup seluruh wajah Kezia dan mulai memompa tubuhnya untuk mencapai kenikmatan bersama.