
Dimas jatuh terduduk di lantai. Kaki itu kembali lemas saat melihat Kezia yang kembali lagi dan lagi salah paham padanya.
"Kezia..." lirih Dimas dengan dada yang begitu sesak.
Pandangan mata itu mengabur dan..
Bruukk..
"Astaghfirullah! Dimas!!"
Deg!
Deg!
Kezia berhenti melangkah saat mendengar suara semua orang begitu panik saat melihat Dimas jatuh tersungkur dilantai dengan air mata yang terus beruraian.
Winda yang melihat itu dengan sigap mendekati kerumunan itu. Ia duudk berjongkok disana dan iangain memeriksa Dimas tanpa melihat semua tatapan tertuju padanya.
Kezia berbalik dan melihat jika Winda mendekati Dimas membuat darah istri dari Dimas Anggara itu terasa mendidih daningin melahap wanita yang tidak punya urat malu itu.
__ADS_1
Tangan Kezia mengepal erat dengan rahang mengetat. Sejengkal lagi tangan Winda ingin menyentuh Dimas, kezia berteriak lantang.
"JANGAN SENTUH SUAMIKU!!!!" Pekiknya dengan lantang hingga membuat Winda yang ingin mengulurkan tangannya ke wajah Dimas terjingkat kaget sampai ia jatuh terduduk ke lantai.
Winda menatap terkejut pada Kezia yang kini berlari ke arahnya. Dengan cepat Kezia menarik Winda dan menghempaskannya ke sisi lain.
Bruukk.
"Akkhhhttt.."
"Aku diam dan tidak menegurmu bukan berarti aku mengizinkan mu untuk menyentuh SUAMIKU! Siapa kau yang berani-beraninya ingin menyentuhnya? Sadar posisimu! Kau itu hanya rekannya! Bukan rekan TAPI MESRA nya!" sindir Keza samil menunjuk wajah Winda yang kini menahan amarahnya karena dipermalukan di depan keluarga Dimas danjuga Kezia.
Deg!
Deg!
Semua yang mendengarnya terkejut bukan main.
"Dek.."
__ADS_1
"Diam Bang Kenan! Cukup sudah sedari tadi aku mendiamkannya. Tetapi bukan berarti ia bisa menyentuh suamiku begitu saja! Jangan coba-coba merusak hubungan ku Winda Lesmana! Aku Kezia Rahmawati ISTRI SAH DARI DIMAS ANGGARA, akan membunuhmu jika kau berani bermain api di belakangku dengan suamiku! Jika kau pikir aku ini diam dan tidak berkata apapun pada suamiku, itu semua aku menghargai keluarga ku dan keluarga suamiku! Tetapi tidak dengan kau!" tunjuk Kezia pada wajah Winda yang kini semakin marah padanya.
"Kau datang tanpa di undang kesini. Kau duduk tepat di sebelah suamiku! Posisi yang seharusnya menjadi milikku, tetapi kau merebutnya! Kau ingin merebut Dimas dariku?? Huh?! Ayo!" Kezia memainkan tangannya pada Winda untuk mendekatinya, "Langkahi dulu mayatku. Baru bisa kau memiliki Dimas! Tapi ingat, kau hanya akan mendapatkan raganya. Tetapi tidak dengan hatinya! Entah wanita macam apa kau ini, yang tega ingin menghancurkan pernikahan rekannya sendiri dengan cara merebutnya dari istrinya dengan cara kau menghasut ku agar aku semakin marah padanya."
"Kau pikir aku terhasut dengan semua itu? Heh? Aku tidak terhasut sedikitpun! Tetapi aku sengaja memberinya sedikit waktu agar melihat mana yang ia butuhkan dan mana yang tidak! Bisa terlihat sekarang kan? Dimas lemah karena siapa? Aku? Atau kau yang hanya orang asing di dalam hidupnya? Ayo, buktikan sekarang dihadapanku. Bahwa Dimas bisa hidup tanpa ku!" tantang Kezia dengan wajah penuh amarahnya.
Winda terdiam melihat kemarahan Kezia yang meletup-letup serasa ingin menghajarnya sekarang juga.
Bella yang melihat Kezia seperti itu terkekeh. Tetapi kekehannya itu segera dibungkam oleh Kenan.
Keduanya menahan tawa melihat wajah Kezia begitu dingin saat ini. "Ayo buktikan!!" sentak Kezia yang membuat Dimas terkejut, ia terbangun dari pingsannya dan juga Winda yang terjingkat kaget.
"Buktikan padaku, jika hanya kau yang Dimas butuhkan. Bukan aku! Jika iya, aku mundur menjadi istrinya sekarang juga!" tegasnya pada Winda yang kini tersenyum mengejek padanya.
Dimas terharu melihat Kezia masih menerimanya kembali. "Sayang.." lirih Dimas yang hanya terdengar oleh Kezia saja.
Ia menoleh pada dimas dengan wajah datarnya. "Abang ingin kamu. Bukan yang lain. Tolong.. Jangan pergi.. Abang bisa mati tanpa mu Key.." lirihnya tanpa suara.
Winda tertegun melihat itu. Ia bisa membaca dan tahu dari gerakan bibir Dimas mengatakan apa. Kezia menoleh pada Winda.
__ADS_1
"Aku tidak tahu apa maksud dan tujuan mu menghasutku dengan cara seperti itu. Awalnya iya aku marah. Tetapi setelah aku tahu dan sadar, jika Dimas hanya MENGINGINKAN KU DAN TIDAK MENGINGINKANMU, aku berubah pikiran. Lagian kan aku ini istri sah nya? Kenapa jadi aku yang harus mundur dari posisiku? Sementara kamu hanya orang asing?"