Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Benar-benar pergi?


__ADS_3

"Baik, jika itu yang kamu inginkan! Semoga kamu bahagia dengan keputusan mu ini. Abang pergi. Jaga diri baik-baik.." imbuhnya dengan segera pergi meninggalkan Kezia yang terpaku dan tergugu saat melihat pancaran luka dan kesedihan di wajah Dimas.


Kezia menatap Dimas yang sudah menghilang di sebalik pintu dengan tatapan yang entah seperti apa. Hati dan pikiran Kezia tidak sinkron.


Jika hati menginginkan Dimas, tetapi pikirannya menolak. Karena kata pisah yang Dimas ucapkan melalui sambungan ponselnya tadi malam.


Sadar, jika Dimas sudah pergi dan menghilang, Kezia berlari ke bawah untuk mengejar Dimas yang sudah berlalu pergi menggunakan mobil miliknya.


Sekuat tenaga Kezia berlari dari tangga sampai-sampai ia hampir terpeleset. Tetapi ia tdak peduli. Baginya Dimas.


"Apa kamu bercanda Bang? Kamu beneran pergi? Kalau kamu pergi, kenapa semuanya kamu tinggalkan bersama ku? Ini tidak mungkin! Tidak! Tapi..." kaki itu terhenti di undakan tangga terakhir.


"Ah sudahlah. Tidak ada gunanya aku menyusul dirinya. Toh, kalau memang dia kembali lagi nanti, aku akan segera mengajukan gugatan cerai untuknya. Tunggu saja!" imbuhnya dengan segera berbalik dan menuju lantai dua kamarnya.


Di bawah sana kepala pelayan rumah mereka menatap Kezia dengan sendu.


"Kamu akan menyesal nak. Kamu akan menyesal! Disaat penyesalan itu datang, kamu tidak bisa bertemu dengan Den Dimas Lagi. Bapak akan selalu mengingat di mana hari kamu mengabaikan Den Dimas demi keras kepala dan juga sikap egois kamu yang tidak mau mendengarkan ucapan orang lain! Bapak akan tetap disini menemani tuan Rian seperti pinta den Dimas. Bapak yang akan selalu melihat kamu Nak Kezia.. Semoga penyesalan itu tidak datang terlambat nantinya.." lirih Pak Usman yang ternyata orang kepercayaan Dimas dalam mengawasi Kezia.


Sementara Dimas segera menuju ke Bandara. Disana sudah menunggu Kenan dan Bella.


Saat Dimas tiba disana dengan wajah datar dan dinginnya, Kenan dan Bella bisa menebak. Jika Kezia pasti membuat ulah lagi.


"Mas!" panggil Kenan yang diangguki oleh Dimas.


"Aku pergi Bang. Titip Kezia. Aku tidak tahu kapan kembali. Semuanya sudah Abang urus kan?" tanya Dimas yang diangguki oleh Kenan walau dengan rasa penasaran.


Tetapi ia tidak berani bertanya lebih lanjut karena terlihat jelas wajah Dimas yang begitu dingin dan datar.


"Ya, sudah kami siapkan. Bagaimana dengan Kezia? Kenapa dia tidak ingin mengantar mu? Apakah tidak terjadi melodrama tadi pagi saat kamu pergi? Dan lagi.. Mana koper kamu? Kamu tidak bawa koper kah?" tanya Kenan pada Dimas yang dibalas dengan senyum kecut oleh Dimas.

__ADS_1


"Orang yang kucinta dan ku pertahankan mati-matian, kini salah paham lagi padaku. Dan dia tidak ingin mengantarku ke kematianku! Daripada dia mengantarku dengan kata-kata manis, dia lebih menginginkan aku mati dan tidak pernah kembali lagi!"


"Apa?!" pekik Bella dan Kenan bersamaan.


"Penerbangan menuju London dengan pesawat Buing FF202 akan segera berangkat. Bagi seluruh penumpang harap segera masuk ke dalam pesawat."


Terdengar suara panggilan dari pengeras suara Bandara yang mengatakan jika pesawat ke London akan segera berangkat.


Dimas menatap lekat Bella dan Kenan yang kini menatapnya dengan raut wajah terkejutnya. "Titip istriku Kakak ipar. Buat dirinya lebih baik setelah kepergianku. Katakan padanya, jika aku tidak pernah berniat ingin menceraikannya seperti tuduhannya. Bagaimana bisa aku menceraikannya, jika hidupku saja bergantung padanya."


"Selama aku pergi, berikan tampuk kekuasaan ku padanya. Biarkan ia belajar memimpin semua usahaku. Titip juga papa ku. Tolong selalu awasi keadaan nya yang kini kurang sehat. Jangan tunggu aku kembali. Karena kalian semua akan segera mendapatkan kabar tentang kematian ku yang di inginkan oleh istriku. Aku pamit bang Kenan. Jaga Kezia untukku. Katakan padanya bahwa Dimas Anggara Barathayuda sangat, sangat, sangat mencintai nya hingga aku mati!"


Deg!


Kenan mematung mendengar ucapan Dimas yang begitu tidak enak di dengar. Keduanya terpaku dan tergugu tidak bisa menjawab apapun yang Dimas katakan baru saja.


Setelah itu, Dimas benar-benar pergi dan menghilang dari pandangan kedua nya. Tanpa di duga tetesan air bening mengalir di sudut mata Bella dan Kenan melihat kepergian Dimas dalam nelangsa dan duka nestapa yang diberikan oleh sang adik yang sangat Dimas Cintai melebihi dirinya sendiri.


Selamat tinggal sayang..


Semoga kamu bahagia dengan kehidupan mu tanpa aku, suami hina mu.


Semoga kelak, di kehidupan berikutnya kita dipertemukan dalam keadaan diriku yang lebih baik lagi..


Selamat tinggal cintaku.. Aku pergi sesuai dengan keinginanmu. Pergi untuk menuju kematian ku di mana hanya aku sendiri yang tahu.


Aku titip semua usaha kita. Urus dengan baik dan juga jaga papa Untukku.


Semoga kamu bahagia sayangku.. Istriku, Kezia.

__ADS_1


Suami mu, Dimas.


Bruuk.


Kezia jatuh terduduk saat membaca pesan yang Dimas kirimkan baru saja padanya.


"Dia.. Benar-benar pergi? Pergi meninggalkan ku seorang diri?" ucap Kezia dengan tangan bergetar dan kepala yang begitu pusing. Matanya berkunang dan sekilas melihat bayangan Dimas yang menatapnya dengan sendu dalam matanya yang terpejam. Hingga..


Bruk.


Kezia jatuh pingsan terkapar dilantai seiring dengan pesawat yang Dimas tumpangi menuju London kini mengudara di langit Jakarta.


...****************...


...Sekedar pengumuman ye?...


...Besok pagi othor akan terbitkan karya baru lagi. Kisah ini tentang anak Annisa. Tania, dan kedua saudara kembarnya....


...~ Princess Pratama ( Tania )...


...~ Dua hati satu Cinta ( Almaira dan Alzana )...


...~ Terpaksa menikahi sepupu ( Prince Arryan dan Almaira )...


...Jangan lupa ikutin ye?...


...Othor tunggu kalian disana untuk meninggalkan jejak....


...See you...😘😘...

__ADS_1


__ADS_2