Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Sikap dingin Kezia


__ADS_3

Setelah makan siang, seluruh keluarga besar Kezia berpamitan dan akan pulang ke Medan kembali.


Mereka berpamitan pada Kezia, Dimas dan papa Rian. Walau hanya sesaat, Kezia bisa nbernafas lega dan juga dirinya bisa tertawa akibat ulah kedua kakak iparnya itu.


Begitu pun dengan Dimas, kini ia lebih bersemangat lagi dalam menjalani hari-harinya dalam menjemput maaf Kezia, sang istri.


Walau sempat insicure lantaran Kenan mengatakan jika Kezia sulit untuk memaaafkan jika hatinya terluka, ia tetap yakin jika Kezia pasti memaafkan nya.


Cepat atau lambat semua itu pasti akan terjadi. Kini Kezia bukan lagi yang seperti biasanya yang ceria dan selalu manja padanya.


Kezia yang sekarang sudah berubah sejak kejadian di pernikahan mereka tiga hari yang lalu.


Kezia lebih banyak diam dan menyendiri di kamarnya. Setiap kali keluar dari kamar, Kezia pasti terlihat kuyu dan tidak bersemangat dengan wajah yang bengkak dan mata yang sembab.


Dimas tahu itu. Karena dirinya pun demikian. Hari-hari yang mereka lewati begitu dingin dan datar.

__ADS_1


Tidak ada kemajuan sedikitpun tentang permasalahn mereka saat ini.


Dan hari ini dua minggu sudah berlalu. Mereka akan kembali beertugas kembali. Kezia dengan tugasnya sebagai Direktur dirumah sakit nya yang sudah Dimas berikan untuknya sebagai mahar, Dimas pun demikian.


Hari ini keduanya kembali bekerja. Pusat kantor Kezia kini sudah dialihkan ke Jakarta oleh Dimas. Dimas sudah meletakkan orang kepercayaannya disana untuk emnatau perkembangan rumah sakit dan juga kebutuhan rumah sakit.


Kezia hanya perlu tanda tangan saja. Semua pekerjaan Kezia sudah dipindahkan oleh dimas dirumah sakit miliknya satu lagi yang berada tidak jauh dari rumah mereka berdua.


Cukup lima belas menit saja, keduanya sudah tiba disana. Kezia yang sudah tahu jika dirinya di tempatkan dirumah sakit itu hanya bisa menghela nafasnya.


Ingin menolak, tetapi keputusan itu sudah di setujuinya sebulan sebelum pernikahan mereka berdua.


"Masuklah, Abang akan menyusul. Abang ingin mengurus sesuatu sebelum kamu di umumkan di depan smua perawat dan juga dokter di sini. Walaupuan sebagian dari mereka sudah tahu, tetapi Abang tetap harus mengumumkan nya." Ucap Dimas yang hanya disahuti dengan diam oleh kezia.


Wajah itu kembali seperti semula saat ia bertugas di rumah sakit miliknya di Bnadung. Dingin dan datar. Sama seperti dimas saat ini.

__ADS_1


Dua orang yang sama tetapi berbeda kelamin dan berbeda karakter.


"Sayang.." panggil Dimas karena tidak mendengar suara sahutan dari kezia.


Sedang Kezia yang dipanggil malah menekan gagang pintu dan keluar tanpa berpamitan pada Dimas yang membuat hati pemuda tampan itu tercubit lagi dengan sikap dingin Kezia padanya.


Huffftttt..


Sesak sekali dadanya. Bibir itu bergetar kembali. Tetapi Dimas berusaha menabahkan hatinya. Bahwa ia yakin jika suatu saat Kezia pasti memaafkannya.


Kezia amsuk ke dlam rumah sakit itu dengan aura yang begitu dingin. Beberapa yang berpapasan dengannya menunduk hormat dan dibalas anggukan kecil dari kezia.


Mana yang belum tahu, mereka keheranan melihat Kezia yang baru pertama kali masuk sudah amsuk keruanagn direktur yang seharusnya dimasuki oleh kenan ataupun Dimas selalku Direktur disana.


Tetapi ini Kezia.

__ADS_1


Wanita berhijab yang baru saja mereka lihat sedikit membuat semua orang menatapnya dengan penuh tanda tanya dan juga sedikit heran.


Baru pertama kali datang sudah melihat wanita yang tidak di kenal itu nyelonong masuk begitu saja.


__ADS_2