
Seluruh keluarga merasa bahagia melihat senyum Kezia yang sudah terbit kembali. Begitu pun dengan Dimas.
Senyum dan tawa lepas itu selalu saja terdengar di telinga papa Rian yang kini sedang duduk bersama besan nya.
"Aku bersyukur karena Kezia mau menerima Dimas lagi, Besan!"
"Kenapa begitu?" tanya Papa Reza penasaran.
"Selama ia bangun dari komanya tidak pernah sekalipun ia tersenyum manis dan tertawa lepas seperti itu. Wajahnya itu selalu terlihat datar tanpa ekspresi. Tetapi tiap kali ia melihat foto Kezia yang tersimpan di dompetnya hingga saat ini, Dimas sering menangis dan tersenyum seorang diri. Saya tahu dan bisa melihatnya. Bahwa Dimas sangat merindukan Kezia. Tetapi karena ucapan yang mungkin sudah melukai hatinya, ia memendam rasa rindu itu hingga tujuh tahun lamanya.
Saya merasa sedih melihatnya. Ingin sekali saya membawa Kezia ke London. Tetapi Dimas tidak mau dan menolaknya. Dia bilang, biarlah dia hidup sendiri dalam kubang kerinduan. Yang penting Kezia tidak tersakiti karena kemunculan dirinya. Yang mengakibatkan Kezia terluka lagi.."
Papa Reza menghela nafasnya. "Inilah yang terjadi pada kedua anak kita jika kurangnya komunikasi. Salah satunya Kezia yang selalu cemburuan hingga berakhir seperti itu. Benar kata orang. Wanita bisa menahan rasa sakit hingga puluhan tahun. Tetapi tidak bisa menahan kecemburuannya walau hanya sedetik saja. Berawal dari cemburu hingga berujung pada kesalahpahaman yang berbuntut panjang."
__ADS_1
"Benar besan! Hahaha.. Terlihat jelas dari wajah Kezia yang kini sangat cemburu pada nya." Ucap Papa Rian sambil tertawa melihat wajah datar Kezia ketika Kenan dan Kenta menceritakan jika sampai saat ini masih banyak fans Dimas yang menunggu Dimas.
Dimas yang melihat wajah datar Kezia segera memeluknya.. "Jangan dengarkan mereka. Mereka berdua itu pun sama kayak abang. Keduanya pun punya fans fanatik tersembunyi hingga saat ini." Bisik Dimas di telinga Kezia yang membuat wanita cantik berkacamata minus itu terkikik geli.
Dimas pun ikut terkikik geli bersamanya.
Kenan dan Kenta mencebik. "Mulai deh. Mulai.."
Kezia dan Dimas tertawa bersama. Sungguh kebahagian yang tiada tara saat ini ia rasakan. Rasa rindu yang dulunya terpendam kini sudah terbalaskan.
Nikmat Allah mana lagi yang ia dustakan?
Tak ada. Nikmat yang tiada tara kini berduanya rasakan. Kian tahun terpisah jarak dan waktu hingga keduanya terasa menjauh dan mengukir rindu yang mendalam sampai tidak kuat jika tidak menangis.
__ADS_1
Tapi kali ini?
Kezia dan Dimas sudah berkumpul kembali. Segala kesalahan Dimas dan Kezia keduanya sudah termaafkan.
Kini mereka hanya tinggal menikmati hari-hari yang terbuang karena waktu mereka dulunya.
Mereka akan menggantikan semuanya saat ini. Saat inilah waktunya untuk mengembalikan yang sudah terlewat.
Kesempatan kedua untuk mereka berdua. Kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga terbuka lebar saat ini.
Kini keduanya hanya tinggal menikmati hari bersama dengan ketiga anak mereka.
Si kembar tiga sangat senang saat Papi yang selalu mereka pinta dan panjatkan saat ini sudah ada di depan mata.
__ADS_1
Tinggal menikmati hari-hari kebersamaan dengan kerusuhan dan kekocakan mereka bertiga dirumah besar nan asri itu.
Dimas berharap, jika kali ini ia bisa memiliki keturunan lagi dari Kezia. Dimas ingin memiliki banyak anak darinya agar rumah besarnya itu semakin riuh dengan kehadiran buah hati mereka berdua.