Menjemput Maaf Istriku

Menjemput Maaf Istriku
Direktur Baru


__ADS_3

"Hilih. Kamu bisa meledek Abang seperti itu. Giliran nanti kamu ditanya tentang Kezia, kamu tidak tahu jawab?" balas Kenta yang semakin membuat Dimas tergelak kuat.


"Jangan marahlah Abang ipar. Ayo kakak ipar, segera buat pengumuman tentang Direktur baru dirumah sakit Puri Medika ini." Imbuh Kenan masih dengan tertawa nya.


Kenta mencebik. Dian terkekeh. "Sudah Abang. Diam ih! Mau aku gagalkan acara pernikahan kita?" ancam Dian sengaja menggoda Kenta


Yang membuat Abang ipat Dimas itu terdiam seketika. Dimas semakin tertawa keras. Geli sekali hatinya saat melihat Kenta begitu takluk pada Dian.


Seorang gadis baik-baik yang Dimas jodohkan untuk Kenta. Sedangkan Keanu sudah memiliki calonnya sendiri. Yaitu pembantunya sendiri.


Kedua saudara kembar Kenan itu akan menikah diwaktu yang bersamaan. Satu bulan setelah pernikahan Kezia. Sesuai dengan permintaan Keanu dan Kenta.

__ADS_1


Satu kejadian yang tidak mereka tahu akan seperti itu jadinya. Dimas hanya bisa tertawa saja melihat kelakuan kedua pasangan yang ia jodohkan tiga bulan yang lalu itu.


"Ayo Kakak ipar. Kita harua segera mengumumkan posisi Kezia dirumah sakit ini."


"Tentu. Abang harus ikut. Kalau tidak mau, jangan lagi datang kesini!" ketus Dian dengan segera berlalu meninggalkan Kenta yang menganga karena ucapan calon istrinya itu.


Dimas terkekeh lagi. Ia sangat geli dengan kedua pasangan baru itu.


Ketiganya pun segera keluar dari ruangan Dian dan menuju aula rumah sakit yang berada di sidut kiri tepat di sebelah musholla rumah sakit Dimas.


"Cepat juga kamu, Dek!" ucap Kenan sambil duduk di sebelah Kezia yang kini menatap Abang nya itu dengan malas.

__ADS_1


Dian tertawa. Tetapi tidak dengan Dimas. Wajah itu kembali dingin dan datar. Dian selaku orang kepercayaan Dimas segera memulai pidato singkatnya.


"Baiklah. Karena sudah berkumpul semua maka saya selaku orang kepercayaan Dokter Dimas selaku Direktur di rumah sakit kita ini dan juga Dokter Kenan, ingin mengumumkan bahwa. Posisi Direktur dirumah sakit ini akan digantikan oleh Nyonya Kezia Rahmawati Baratayudha yang merupakan istri sah dari Direktur Kita Dokter Dimas Anggara Baratayudha."


"Mungkin masih ada yang belum mengenal beliau. Tak apa. Hari ini beliau akan mengenalkan dirinya kepada kita semua. Silahkan Nyonya!" Ucap Dian yang membuat Kezia mencebik karena dipanggil Nyonya.


Dian diam saja. Saat ini ia harus bersikap profesional. Tidak boleh mencampur adukkan antara urusan Pribadi dan pekerjaan.


Dimas mengangguk setuju. Karena ia sangat tahu seperti apa Dian saat sedang bekerja.


Kezia pun segera berdiri dan mengenalkan dirinya dihadapan semua orang. "Baik. Seperti yang Dokter Dian katakan tadi, saya Kezia Rahmawati istri sah Dokter Dimas Anggara. Jika kalian perlu sesuatu atau apapun itu boleh katakan kepada saya melakui Dokter Dian. Mari kita bekerja sama dalam membangun rumah sakit Puri Medika ini menjadi lebih baik lagi. Terimakasih." Ucap Kezia singkat padat dan jelas yang membuat semua dokter dan perawat dirumah sakit itu saling pandang.

__ADS_1


Kenta terkekeh. "Suami istri sama saja. Sama-sama irit bicara jika dihadapan orang lain. Coba kalau di depan keluarga? Dialah yang paling cerewet!" gumam Kenta yang dihadiahi tepukan maut ala dokter Dian.


Kenta terkikik geli. Sementara Dimas mengulum senyumnya. Kezia melengos malas melihat Abang dan Kakak iparnya itu.


__ADS_2